<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118</id><updated>2012-02-18T14:23:30.710-08:00</updated><category term='resep teh'/><category term='teh Jepang'/><category term='Teh yang menginspirasi'/><category term='teh China'/><category term='Teh Indonesia'/><category term='Teh Seni dan Budaya'/><category term='tisane'/><category term='teh India'/><category term='teh Timur tengah'/><category term='Teh Myanmar'/><category term='tea tasting'/><category term='liputan Media'/><category term='Africa'/><category term='Teh Taiwan'/><category term='teh dan kesehatan'/><category term='kedai teh Laresolo'/><category term='pengetahuan dasar teh'/><title type='text'>kedai teh laresolo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-5160402449835136698</id><published>2011-08-19T09:17:00.000-07:00</published><updated>2012-01-06T07:55:30.059-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh yang menginspirasi'/><title type='text'>Cinta dalam segelas teh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-h7RaVfnipBY/TwcZUJjA6-I/AAAAAAAAAds/B1iejBvf6nY/s1600/ngeteh.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-h7RaVfnipBY/TwcZUJjA6-I/AAAAAAAAAds/B1iejBvf6nY/s320/ngeteh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694548087784139746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba anda putar kenangan lama anda. Bangun pagi2, apa yang anda lihat di meja makan? Segelas teh. Ya Segelas, bukan secangkir. Siapa yang telah rela mengorbankan waktunya dipagi2 buta untuk menyiapkan segelas teh? Siapa lagi kalau bukan ibu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Tak lain tak bukan itu adalah ekpresi kecintaan seorang ibu untuk keluarganya. Cinta dalam segelas teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa segelas, bukan secangkir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum jelas bagaimana sejarahnya. Berdasarkan pengamatan seadanya, menurut saya perkembangan produksi kaca di Indonesia, lebih baik dibanding dengan perkembangan industri keramik. Mungkin berhubungan dengan cost produksi. Gelas dari kaca, harganya jauh lebih murah dibanding cangkir keramik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan diwarung-warung teh atau kopi selalu disajikan dengan gelas bukan? malahan seringkali bukan gelas berrgagang. paling sering adalah gelas belimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada pepatah yang mengatakan katakanlah dengan bunga untuk mengekpresikan cinta, saya ganti katakanlah dengan segelas teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga memang cantik, tapi begitu layu langsung dibuang. Teh, kalau tidak diminum baru basi dan dibuang.&lt;br /&gt;Lho bukannya setelah diminum juga akan habis, tidak berkesan dong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan samakan teh dengan minuman lain yang berfungsi sebagai pelepas dahaga saja. Teh memiliki nilai spritual yang tinggi.  Bukan sekedar menyegarkan pikiran, tapi teh juga mampu memberikan efek penenangan yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman, para ibu mengerti, bahwa setelah minum teh para suami akan berangkat kerja dengan hati tenang. Anak2 berangkat sekolah dengan rasa senang.&lt;br /&gt;Tentu aja para ibu tersebut tidak kenal apa itu Theanin. Sama halnya para Samurai di Jepang, yang menggunakan teh untuk sarana meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah, Theanin dapat berfungsi sebagai neotransminter dopamin di otak. Dengan itu produksi gelombang Alpha meningkat, yang berefek menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ibu menambahkan tugasnya sebagai penyedia teh, sebagai kewajiban yang merupakan bagian dari pengabdiannya kepada keluarga. Ini lebih dari sekedar host, seperti halnya Anne Bedford, yang menjadi pelopor dan host afternoon tea di Inggris. Ini jabatan yang disandang seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah tertentu, jabatan sebagai pembuat teh bukan di dominasi oleh para ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayeng adalah sebuah jabatan non formal sebagai pembuat teh untuk warga. Dalam setiap hajatan, Hanya Jayenglah yang menyiapkan puluhan gelas teh untuk para tamu. Mulai dari merebus air, menyeduh teh, menuangkan ke gelas blimbing lalu menambahkan gula ke dalam gelas satu persatu. Ya satu persatu. Bayangkan kalau ada 50 gelas, 50 kali menuang dan mengaduk-aduk gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau mau, bisa saja dia bikin teh dalam satu panci dan langsung di gulain, baru dituang dalam gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membuatnya dengan hati", begitu ungkap Soblah, salah satu Jayeng yang telah memegang jabatan ini selama puluhan tahun.&lt;br /&gt;"Satu gelas, satu penghormatan saya kepada satu tamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam bahasa modernnya, dapat saya katakan, Soblah bukan membuat produk komoditas. Produk dia adalah produk spesial. Sekalipun tidak dapat dikatakan produk premium, karena teh yang digunakan bukan teh premium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Jayeng, mengembangkan ilmunya sebagai tea blender. Tentu saja tidak dapat disejajarkan dengan tea blender dari Inggris. Tea blender lokal hanya mencampur teh dari beberapa merk untuk mendapatkan cita rasa yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tahu betul, kalau yang wangi teh anu, sedangkan merk anu lebih sepet.&lt;br /&gt;Agar warnanya bisa lebih pekat, ditambahkan teh anu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan lain pembuat teh adalah abdi dalem kraton yang bekerja di dalem patehan, tempat menyeduh teh di kalangan kraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ritual tertentu, dia menyiapkan teh untuk Raja. Sekalipun sang Raja sedang tidak ada di tempat,  dia tetap menyiapkan teh.  Dia percaya, dengan tetap menyiapkan teh,  selama di luar istana, sang Raja akan selalu merasa tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, sejalan dengan naiknya popularitas teh, khususnya teh premium, minat belajar menyeduh teh tidak lagi didominasi kaum wanita. Ini dapat terlihat, disetiap acara gathering komunitas pecinta teh, hampir separuh peserta adalah kaum pria. Mereka bukan sekedar belajar saja, tetapi selangkah lebih jauh mereka telah tertular apa yang dinamakan virus cinta teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbeda dengan kecintaan terhadap benda lain, yang terkadang menjadikan kecemburuan pasangannya, karena perhatiannya yang terpecah, kecintaan akan teh direflekskan dengan kecintaan kepada keluarga atau pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang para pria ini mengambil alih tugas istri sebagai Jayeng keluarga. Mereka percaya, bahwa kenikmatan minum teh adalah ketika berbagi dan dinikmati bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, teh sebagai sarana pengungkapan akan cinta bukanlah mengada-ada. Kalau memang anda merasa kontemplasi cinta anda berlebih, siapapun anda, apapun gender anda, tidak ada salahnya anda coba ungkapkan dengan teh. Segelas teh penuh cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-5160402449835136698?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/5160402449835136698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=5160402449835136698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5160402449835136698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5160402449835136698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2011/08/cinta-dalam-segelas-teh.html' title='Cinta dalam segelas teh'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-h7RaVfnipBY/TwcZUJjA6-I/AAAAAAAAAds/B1iejBvf6nY/s72-c/ngeteh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6560369699476137246</id><published>2011-07-21T08:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T09:46:06.977-07:00</updated><title type='text'>Virus Cinta teh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XaGDIThiQTA/TihV9i85cpI/AAAAAAAAAcY/aES0Tm8BLOQ/s1600/P1120260sm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XaGDIThiQTA/TihV9i85cpI/AAAAAAAAAcY/aES0Tm8BLOQ/s320/P1120260sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631845849869415058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;“&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Awas, virus cinta teh sudah menyebar. Berhati-hatilah"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Demikian, salah satu postingan saya di FB. Salah seorang teman saya komplain..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;"Kesannya negatif mbang", demikian komentarnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Kenapa saya memilih kata virus, karena sifat penul&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;aranya yang cukup cepat.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan sifatnya mirip seperti virus komputer, yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;seolah-olah mampu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;memduplikasikan diri sendiri dan memerintah dirinya sendiri untuk mencari object b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;aru untuk ditulari. Pada level berikutnya, sifatnya akan lebih kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Beberapa perilaku y&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;ang saya amati dari para pelanggan kedai teh saya, menguatkan teori saya, betapa cinta teh dapat menjad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;i virus strain baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Mungkin untuk lebih jelasnya saya akan bagi beberap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;a level seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Common virus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Pada level ini masih terg&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;olong ringan. Efeknya merasa seperti ada yang kurang kalau belum minum teh. Kala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;u sudah mencoba teh kualitas baik, merasa tidak cocok lagi dengan teh yang biasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;didapatkan di warung. Di kedai saya, level-level ini sedang menjangkit anak-anak SMA. Terkadang mereka pat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;ungan, untuk sekedar memuaskan rasa ketagihan mereka dengan teh-teh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Strain I.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Pada level ini, bias&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;anya sudah mulai mencari teman untuk ditulari. Di ajak temannya untuk menc&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;oba minum teh yang enak di kedai teh saya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Strain II.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Level ini lebih ganas dari level sebelumnya. Bukan cuma sekedar ngajak, tapi rela "mbayari" alias mentrak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;tir mangsa baru yang akan ditulari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Level Akut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Level ini sudah tidak l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;agi melihat biaya, bahkan jarak dan waktu rela dikorbankan demi menikmati secangkir teh atau sekedar berbagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; kebahagiaan dengan teh koleksinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Banyak contoh yang sudah pada level ini. Misalnya Indri salah satu member ko&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;munitas pecinta teh dan pelanggan setia saya, yang rela jauh2 dari Pondok Ge&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;dhe, ke Bogor, hanya sekedar berbagi rasa teh koleksinya. Dia mulai berburu bukan h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;anya sekedar teh dan peralatannya, tetapi juga buku2 tentang teh.&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Cou9t7w_Ld8/TihWRMZB7jI/AAAAAAAAAcg/xxxn6w2SMhY/s1600/P1130192%2B%2528Medium%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Cou9t7w_Ld8/TihWRMZB7jI/AAAAAAAAAcg/xxxn6w2SMhY/s320/P1130192%2B%2528Medium%2529.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631846187410779698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Atau pak Arif, juga member komunitas pecinta teh yang aktif, yang rela sampai mencari penginapan di luar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; hanya karena ada event teh dan ingin mencari lebih banyak info tentang teh. Kalau sudah suka, teh harga berapa saja dia akan borong semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Atau Farid, yang rela naik motor hujan2an dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Bogor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;, hanya untuk ngeteh di kedai saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Tentu saja, jangan lupakan Ratna Somantri, Owner dari Komunitas pecinta teh. Boleh dibilang dia nenek moyang atau ratu virus cinta teh di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;. Disetiap gathering, dia selalu membawa dan menyeduhkan teh-teh yang sangat memungkinkan terciptanya virus-virus baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Kalau saya? Hi..hi.. saya tidak tahu mau digolongkan dimana. Yang jelas, saya turut mengambil keuntungan dengan terciptanya virus-virus baru, yang tentunya menambah keramaian di kedai tehku he…he…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;Walau dibilang virus cinta teh ini bermanfaat positif, karena minum teh memang bermanfaat buat kesehatan. Tetapi, perlu diingat, virus ini juga memiliki efek negatif, yaitu bertambahnya budget pengeluaran anda untuk mendapatkan teh dan peralatannya he..he..he...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6560369699476137246?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6560369699476137246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6560369699476137246' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6560369699476137246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6560369699476137246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2011/07/virus-cinta-teh.html' title='Virus Cinta teh'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XaGDIThiQTA/TihV9i85cpI/AAAAAAAAAcY/aES0Tm8BLOQ/s72-c/P1120260sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6027608959272912370</id><published>2011-03-07T19:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T19:56:09.865-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tisane'/><title type='text'>Pito-pito, teh herbal dari Phililipina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://makulay.com/catalog/images/pitopito.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 231px;" src="http://makulay.com/catalog/images/pitopito.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pelanggan kedai teh saya memberikan saya oleh-oleh Philiphina,&lt;br /&gt;yaitu Pito-pito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti literal, pito-pito artinya Seven-seven. Itu dikarenakan herbal ini&lt;br /&gt;dibuat dari 7 macam daun dan biji, yaitu&lt;br /&gt;1. Alagao (Premna Odoreta Blanco)&lt;br /&gt;2. Anise (Pimpinella ANisum), sering disebut bunga lawang&lt;br /&gt;3. Banaba (Lagerstroemia Speciosa)&lt;br /&gt;4. Biji Ketumbar&lt;br /&gt;5. Daun Jambu Kelutuk&lt;br /&gt;6. Daun Mangga&lt;br /&gt;7. Daun Pandan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya lucu. Karena masing-masing herbal timbul tenggelam. Pertama-tama yang&lt;br /&gt;mencuat adalah pandan, kemudian baru muncul ketumbar. Tak lama kemudian, mangga&lt;br /&gt;muncul, lalu secara sama disapu oleh jambu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6027608959272912370?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6027608959272912370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6027608959272912370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6027608959272912370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6027608959272912370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2011/03/pito-pito-teh-herbal-dari-phililipina.html' title='Pito-pito, teh herbal dari Phililipina'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1145709730148086062</id><published>2011-02-19T07:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T07:56:48.605-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liputan Media'/><title type='text'>Liputan Indah dari Jakarta Post</title><content type='html'>&lt;p&gt;Satu liputan yang membuat saya sangat tersanjung. Tulisan ini ditulis oleh Arif Suryo, seorang kontributor Jakarta Post yang begitu serius dalam hal ekploring data, begitu cerewet dan detail ketika minta data, dan terlebih dia juga seorang pecinta teh yang rela mengorbankan waktu, uang, jarak dan waktu hanya untuk memburu kenikmatan secangkir teh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, pak Arif juga seorang translator. Tidak heran, kalau akhirnya artikel yang dia tulis menjadi sangat indah. Pemilihan kata-katanya sangat tidak biasa, tetapi memberikan arti yang begitu dalam. Appresiasi setinggi-tingginya untuk pak Arif dan  terima kasih untuk Jakarta Post yang telah memuat artikel tersebut. Sebuah kehormatan yang sangat berarti buat saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibawah ini saya share tulisan tersebut yang saya copy paste dari http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/13/tea-treasures-unassuming-stall.html&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tea treasures in an unassuming stall&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Drinking tea is a pleasure for the senses as well as the mind.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;A leisurely discussion, sharing information about tea with like-minded fellows is one of the best experiences and times spent in life. For me and many others, one particular venue for such good times is the Laresolo tea stall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Designed in the style of a thatched bar at the Agripark Complex in Bogor, the simple, rustic and humble-but-cozy tea bar, operational since July 11, 2010, offers an excellent, intriguing and unusual selection of teas including blended and herbal teas, and at times, unique teas such as the early spring ya bao (bud treasure) which is a white pu-erh tea made of wild white camellia variety from Dehong, Western Yunnan, China. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Owned by Bambang Muhtar Rusdianto, a meticulous tea lover who is also co-founder and moderator of the Pecinta Teh (Tea Lover) club, the stall is basically a gourmet tea establishment disguised as an unassuming tea stall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It may still have in its stock Indonesia’s finest, export-bound, top-quality teas. Some of them were recently introduced, such as the highly fragrant Bengkulu oolong tea and the organic, complex Banten oolong tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some others have existed since long ago, such as the Tambi tea (from Wonosobo) and the full-bodied, strong-tasting Kajoe Aro tea (of the “dust” type) from the foot of Mt. Kerinci in Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both teas have been exported to Europe since Dutch colonial times, with the latter being used extensively for blending and having reportedly filled the teacup of the late Queen Wilhelmina of the Netherlands and Queen Elizabeth II of Britain (as English breakfast tea). In general, these fine teas are not available in supermarkets throughout the country due to their extremely high prices and export status. Many Indonesians are not even cognizant of them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, by offering these teas as well as a selection of other excellent foreign teas at prices that senior high school and university students can swallow, the stall makes them affordable luxuries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, a pot of chamomile tea (containing one Twinnings tea bag), which can be found in any major supermarket in Jakarta, cost me around Rp 40,000 (US$4.46) plus tax and service at a French “fine dining” restaurant in Kebayoran Baru, South Jakarta, a few years ago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By contrast, a pot of chamomile tea I drank at the stall set me back just Rp 10,000 and what’s more, the chamo-mile is not in a tea bag, but dried, whole-flower chamomile whose flavors are much more wonderful than their bagged counterparts — which true tea connoisseurs normally despise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, availability is a luxury.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is available today may no longer be available tomorrow. And what is no&lt;br /&gt;longer available may never be available again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is especially true for teas that are not included on the menu such as a particular Qing Xin oolong tea with a delicate taste which Bambang refers to as “the last oolong tea in the world” because the plantation from which it comes, probably in the township of Guangxi, is no more to be found due to landslides from the 2008 Sichuan earthquake.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another tea the stall used to have is a Mariage Frères tea named Wedding Imperial. It ran out quickly, which is not surprising because it coasts on the popular flavors with some sweet sensations loved by many: chocolate, toffee and caramel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In spite of this, the teas that are listed on the stall’s menu are available most of the time, although changes in their sources, and thus their tastes, are inevitable as Bambang gets more advanced in sourcing his teas and creating his own blends.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The stall’s four best sellers, however, are teas that true tea connoisseurs often look down on because they are coasting on enhanced flavors and do not really bring out the best of the real tea (Camellia sinensis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The four are a kuwini fragrant mango (Mangifera odorata)-flavored tea, After Dark (a blend of dried blackberry leaves, balm, peppermint, chamomile flowers, orange flowers, rose flowers, lemon grass and bilberry flowers), Red Berries (raspberry-cherry flavored herbal mixture of dried Hibiscus blossoms, elderberries, grapes, billberries and citrus peel), and Dream of Fruit (black tea, dried strawberries and raspberries).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They may occasionally be out of stock due to popular demand, which is indicative of where the taste of the public is going.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The stall’s signature teas are cold teas, notably green mint lemon tea, slowly brewed for 12 hours. It is a simple but great combination of flavors: a green tea and mint tea blend mixed with freshly peeled skins of deliciously fragrant imported lemons from a certain source which, unfortunately, is not always available on the market. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another tea that tastes great when brewed cold is Banten oolong tea, arguably one of the country’s finest oolong teas. The cold brew of this tea gave me an uplifting, emotionally and intellectually stimulating and relaxing experience with its delightful encounter with carefully arranged rose, honeysuckle, nutty and lychee flavors and beyond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A cold brew of the Tambi black tea (of the “Broken Orange Pekoe” type) whose taste hints at complex honey is another great-tasting tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang aspires to set up a center of the world’s tea culture. But that would require a lot of investment. On Nov. 22 of last year, he managed to open another tea bar in a more modern setting at the food court of a shopping mall, Yogya Bogor Junction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wish him a lot of success with his venture. However, should his business grow by leaps and bounds, chances are that the stall would be relocated to a luxurious building or mall, transformed into a modern-day tea house, commercialized and franchised, and accessible only to upscale clientele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This may set the law of effect in motion, thus making this type of business too crowded. And yet, before my thoughts ramble too far into the stereotypical predictability of the unpredictable future,&lt;br /&gt;let’s have a cup of tea…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1145709730148086062?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1145709730148086062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1145709730148086062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1145709730148086062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1145709730148086062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2011/02/liputan-indah-dari-jakarta-post.html' title='Liputan Indah dari Jakarta Post'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6556625406951509696</id><published>2010-12-04T08:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T09:12:38.662-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedai teh Laresolo'/><title type='text'>Outlet di Jogja Bogor Junction</title><content type='html'>Mulai tanggal 22 November, Kedai teh Laresolo memiliki outlet baru. Tepatnya di Rafles Food Life, Jogja Bogor Junction. Tempatnya yang cozy, dengan design interior vintage, cocok menjadi pilihan outlet baru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tambah lagi fasilitas Hotspot, membuat pengunjung semakin dimanjakan. Sembari ngeteh, memilih aneka pilihan makanan yang cukup lengkap, dapat browsing secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1173.snc4/154543_464797272678_675662678_5291195_2078121_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 527px; height: 395px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1173.snc4/154543_464797272678_675662678_5291195_2078121_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1231.snc4/156389_464799077678_675662678_5291206_1402067_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 533px; height: 353px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1231.snc4/156389_464799077678_675662678_5291206_1402067_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6556625406951509696?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6556625406951509696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6556625406951509696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6556625406951509696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6556625406951509696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/12/outlet-di-jogja-bogor-junction.html' title='Outlet di Jogja Bogor Junction'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-307735857315414995</id><published>2010-12-04T01:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T01:42:12.122-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedai teh Laresolo'/><title type='text'>Kedai teh Laresolo at Tweeter</title><content type='html'>Walau belum jadi trending topik, melihat tweet para pelanggan kedai teh laresolo, senang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol id="timeline" class="statuses"&gt;&lt;li class="hentry u-adisisjasmine status" id="status_5884171071266816"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/adisisjasmine" class="tweet-url screen-name"&gt;adisisjasmine&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_5884171071266816" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;Okay. Preparing.. Mandi, solat, makan, dandan yg cantik, then kumpul bersama teman-teman dan.. Mmmh hem hahaha wait me at @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; guys ;)&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/adisisjasmine/status/5884171071266816"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Sat Nov 20 07:24:30 +0000 2010'}"&gt;11:24 PM Nov 19th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://blackberry.com/twitter" rel="nofollow"&gt;Twitter for BlackBerry®&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@adisisjasmine&amp;amp;in_reply_to_status_id=5884171071266816&amp;amp;in_reply_to=adisisjasmine" title="reply to adisisjasmine"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-adisisjasmine status" id="status_5213061405216768"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/adisisjasmine" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="Adisty Primatya" class="photo fn" src="http://a1.twimg.com/profile_images/1178386833/IMG_3713_normal.JPG" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/adisisjasmine" class="tweet-url screen-name"&gt;adisisjasmine&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_5213061405216768" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;Sebentar lagi sampai bogor langsung bergegas heading to kedai teh @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt;!!! Iiihay punya twitter hehe&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/adisisjasmine/status/5213061405216768"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Thu Nov 18 10:57:45 +0000 2010'}"&gt;2:57 AM Nov 18th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://blackberry.com/twitter" rel="nofollow"&gt;Twitter for BlackBerry®&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@adisisjasmine&amp;amp;in_reply_to_status_id=5213061405216768&amp;amp;in_reply_to=adisisjasmine" title="reply to adisisjasmine"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-bungafatimah status" id="status_4506781128597504"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="bunga fatimah " class="photo fn" src="http://a2.twimg.com/profile_images/1173972038/IMG00294_normal.jpg" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url screen-name"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_4506781128597504" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;Gw gak kuliah kali del. Hahaha @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; jd rame yah, hahaRT @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/fadelgnrdi" rel="nofollow"&gt;fadelgnrdi&lt;/a&gt;: @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/bungafatimah" rel="nofollow"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt; hahaha gw ada aja,lu sibuk kuliah yah?&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/bungafatimah/status/4506781128597504"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Tue Nov 16 12:11:15 +0000 2010'}"&gt;4:11 AM Nov 16th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://www.snaptu.com/" rel="nofollow"&gt;Snaptu.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@bungafatimah&amp;amp;in_reply_to_status_id=4506781128597504&amp;amp;in_reply_to=bungafatimah" title="reply to bungafatimah"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-bungafatimah status" id="status_3829273752248320"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="bunga fatimah " class="photo fn" src="http://a2.twimg.com/profile_images/1173972038/IMG00294_normal.jpg" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url screen-name"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_3829273752248320" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;@&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; wah tentu tidak salah seduh om,sayakan handal..hehee ,orang rumah pd suka om, mantabh! Ohh ya bunga blm bk fb nnti sya app&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/bungafatimah/status/3829273752248320"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Sun Nov 14 15:19:04 +0000 2010'}"&gt;7:19 AM Nov 14th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://mobile.twitter.com/" rel="nofollow"&gt;Mobile Web&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;a href="http://twitter.com/laresolo/status/3503858814812160"&gt;in reply to laresolo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@bungafatimah&amp;amp;in_reply_to_status_id=3829273752248320&amp;amp;in_reply_to=bungafatimah" title="reply to bungafatimah"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-eggiegoy status" id="status_3795088891191296"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/eggiegoy" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="Egie Hendriawan" class="photo fn" src="http://a0.twimg.com/profile_images/1168593080/DSC03880_normal.JPG" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/eggiegoy" class="tweet-url screen-name"&gt;eggiegoy&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_3795088891191296" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;I'm @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/Laresolo" rel="nofollow"&gt;Laresolo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/eggiegoy/status/3795088891191296"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Sun Nov 14 13:03:14 +0000 2010'}"&gt;5:03 AM Nov 14th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://m.tweete.net/" rel="nofollow"&gt;m.tweete.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@eggiegoy&amp;amp;in_reply_to_status_id=3795088891191296&amp;amp;in_reply_to=eggiegoy" title="reply to eggiegoy"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-bungafatimah share status" id="status_3307201900847104"&gt; &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="bunga fatimah " class="photo fn" src="http://a2.twimg.com/profile_images/1173972038/IMG00294_normal.jpg" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;      &lt;span class="status-body"&gt;                     &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url screen-name"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_3307201900847104" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;jd pada ketagihan gini ke kedai tea @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; .. :D&lt;/span&gt;             &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/bungafatimah/status/3307201900847104"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Sat Nov 13 04:44:33 +0000 2010'}"&gt;8:44 PM Nov 12th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://www.snaptu.com/" rel="nofollow"&gt;Snaptu.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;                &lt;span class="meta entry-meta retweet-meta"&gt;           &lt;span class="shared-content"&gt;Retweeted by you&lt;/span&gt;         &lt;/span&gt;              &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@bungafatimah&amp;amp;in_reply_to_status_id=3307201900847104&amp;amp;in_reply_to=bungafatimah" title="reply to bungafatimah"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           Retweeted (&lt;a class="undo" href="http://twitter.com/#" id="share_3503666183016448" title="Undo"&gt;Undo&lt;/a&gt;)         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;            &lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-bungafatimah status" id="status_2700661586141184"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="bunga fatimah " class="photo fn" src="http://a2.twimg.com/profile_images/1173972038/IMG00294_normal.jpg" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url screen-name"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_2700661586141184" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;@&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; ..&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/bungafatimah/status/2700661586141184"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Thu Nov 11 12:34:22 +0000 2010'}"&gt;4:34 AM Nov 11th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://www.snaptu.com/" rel="nofollow"&gt;Snaptu.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@bungafatimah&amp;amp;in_reply_to_status_id=2700661586141184&amp;amp;in_reply_to=bungafatimah" title="reply to bungafatimah"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-megaaisk status" id="status_2613545355186176"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/megaaisk" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="megawati iskandar" class="photo fn" src="http://a2.twimg.com/profile_images/1176267502/30854_1288548821634_1467601217_30680438_5271744_n_normal.jpg" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/megaaisk" class="tweet-url screen-name"&gt;megaaisk&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_2613545355186176" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;Jd ora? RT @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/bungafatimah" rel="nofollow"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt;: Pgn beli french fries mcd yg medium trus sambil nge teh di @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; beuh mantab!&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/megaaisk/status/2613545355186176"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Thu Nov 11 06:48:12 +0000 2010'}"&gt;10:48 PM Nov 10th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://www.snaptu.com/" rel="nofollow"&gt;Snaptu.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;      &lt;ul class="actions-hover"&gt;&lt;li&gt;       &lt;span class="reply"&gt;         &lt;span class="reply-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;a href="http://twitter.com/?status=@megaaisk&amp;amp;in_reply_to_status_id=2613545355186176&amp;amp;in_reply_to=megaaisk" title="reply to megaaisk"&gt;Reply&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;         &lt;span class="retweet-link"&gt;           &lt;span class="retweet-icon icon"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;a title="Retweet" href="http://twitter.com/#"&gt;Retweet&lt;/a&gt;         &lt;/span&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-bungafatimah status" id="status_2612080662286336"&gt;   &lt;span class="thumb vcard author"&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url profile-pic url"&gt;&lt;img alt="bunga fatimah " class="photo fn" src="http://a2.twimg.com/profile_images/1173972038/IMG00294_normal.jpg" width="48" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="status-body"&gt;     &lt;span class="status-content"&gt;               &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/bungafatimah" class="tweet-url screen-name"&gt;bungafatimah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;                              &lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt;      &lt;a id="status_star_2612080662286336" class="fav-action non-fav" title="favorite this tweet"&gt;  &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;Pgn beli french fries mcd yg medium trus sambil nge teh di @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/laresolo" rel="nofollow"&gt;laresolo&lt;/a&gt; beuh mantab!&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;     &lt;span class="meta entry-meta" data="{}"&gt;   &lt;a class="entry-date" rel="bookmark" href="http://twitter.com/bungafatimah/status/2612080662286336"&gt;     &lt;span class="published timestamp" data="{time:'Thu Nov 11 06:42:23 +0000 2010'}"&gt;10:42 PM Nov 10th&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;via &lt;a href="http://www.snaptu.com/" rel="nofollow"&gt;Snaptu.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-307735857315414995?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/307735857315414995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=307735857315414995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/307735857315414995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/307735857315414995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/12/kedai-teh-laresolo-at-tweeter.html' title='Kedai teh Laresolo at Tweeter'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1701577287638274145</id><published>2010-10-01T06:43:00.001-07:00</published><updated>2010-10-01T06:47:31.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh China'/><title type='text'>White Puerh</title><content type='html'>Mendengar kata teh Puerh, bagi yg pernah meminumnya, langsung terbayang konde&lt;br /&gt;atau batu bata hitam, dengan aroma apek kayak karung goni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yg dapat menikmati puerh, karena aromanya yg kurang enak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puerh adalah sebuah teh yang unik. Kalau teh lain kualitasnya akan menurun&lt;br /&gt;sejalan dengan waktu, sebaliknya puerh tertentu, makin lama makin berkualitas&lt;br /&gt;dan makin mahal harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunikan dan menjadi ciri khas dari puerh adalah, walau diseduh&lt;br /&gt;sebentar, warnanya akan menjadi pekat, tetapi tidak ada rasa pahit atau sepat.&lt;br /&gt;Yang mengganggu cuma aromanya tadi. Keunikan lain adalah teh ini tahan seduh.&lt;br /&gt;Artinya diseduh berkali-kali, kualitas rasa dan warna air tidak mengalami&lt;br /&gt;perubahan yg significant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penikmat Puerh adalah sobat dan pelanggan kedai teh saya: Marchel.&lt;br /&gt;Baik saya dan Marchel, diam2 sepakat, kalau sifat tahan seduh Puerh dikarenakan&lt;br /&gt;proses agingnya. Dan akhirnya, kami juga sepakat, bahwa dugaan itu ternyata&lt;br /&gt;keliru. Sifat tahan seduh Puerh merupakan DNA dari Puerh itu sendiri.&lt;br /&gt;Kesimpulan itu kami ambil setelah kami berdua mencoba white Puerh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, teh ini berwarna putih, berbentuk lempengan bulet. Kalau&lt;br /&gt;Puerh biasanya dibuat dari daun yg cukup tua, white puerh terbuat dari bud,&lt;br /&gt;tepatnya tiga pucuk daun pertama yg masih kuncup. Ampas hasilnya seduhan,&lt;br /&gt;bentuknya mirip lungching preming, sekalipun tiga daun, tetapi tetap muda,&lt;br /&gt;bedanya ukurannya lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula kami bimbang, menentukan treatment bagaimana yg mesti dilakukan untuk&lt;br /&gt;menyeduh teh ini. Menimbang daunnya yg muda, akhirnya kami putuskan memakai suhu&lt;br /&gt;80 derajat, lama seduh 25 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sempat tidak percaya, kalau yg kamu minum adalah puerh. Betapa tidak, aroma&lt;br /&gt;flowery dan rasa fruity dari teh ini jauh dari karakter puerh yg kami kenal.&lt;br /&gt;Aromanya mengingatkan saya pada wangi Lavemder. Hanya ketika dibandingkan dengan&lt;br /&gt;Lavender kering, ternya berbeda. Entahlah, saya belum menemukan padanan yang pas&lt;br /&gt;untuk aromanya. Seduhan kedua, ketiga berjalan lancar, dengan aroma dan rasa&lt;br /&gt;yang tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang seduhan keempat, rupanya Marchel makin penasaran.&lt;br /&gt;"Coba pakai air mendidih mas".&lt;br /&gt;Hasilnya cukup mencengangkan. Ketika dituang air mendidih, flowery langsung&lt;br /&gt;keluar. Rasa juga lebih kuat.&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai disitu, seduhan ke lima Marchel minta brewing timenya&lt;br /&gt;dipanjangin menjadi 3 menit. Amazing, rasa dan aroma tetap bagus, tanpa ada rasa&lt;br /&gt;pahit sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seduhan keenam, kembali ke hitungan detik, rasa dan aroma tidak mengalami&lt;br /&gt;penurunan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai seduhan ke tujuh, ternyata itu seduhan terakhir. Marchel bilang, sudah&lt;br /&gt;cukup, sudah kembung, tidak perlu masak air lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih penasaran, ampasnya saya bawa pulang ke rumah dan disimpan di&lt;br /&gt;kulkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke esokan harinya saya seduh hingga empat kali rasa dan aroma masih cukup bagus.&lt;br /&gt;Istri saya yang biasanya menganut madzab teh manis, cukup dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh ini cukup worthed untuk dicoba. Materialnya yg terbuat dari pucuk daun teh,&lt;br /&gt;menjamin kualitasnya. Hanya yang masih menjadi sisa pertanyaan, kualitas apakah&lt;br /&gt;warna daun kering tetap putih, sejalan dengan waktu? Kualitas bakal naik atau&lt;br /&gt;turun?&lt;br /&gt;Saya belum mendapatkan informasi yang memadai untuk dishare. Sementara ini,&lt;br /&gt;biarlah waktu yang menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;White Puerh ini rencananya juga akan saya pamerkan di acara Bandung Tea Festival&lt;br /&gt;tgl. 2-3 October. Mau nyicip? Sok Atuh ditungguan di Metro Indah Mall, jl.&lt;br /&gt;Soekarno Hatta Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1701577287638274145?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1701577287638274145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1701577287638274145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1701577287638274145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1701577287638274145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/10/white-puerh.html' title='White Puerh'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-2645091064308734708</id><published>2010-09-23T18:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T18:45:32.254-07:00</updated><title type='text'>Kedai Teh Laresolo di Wisata Seru dot com</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://wisataseru.com/wp-content/uploads/2010/09/laresolo-pak-bambang.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 482px; height: 289px;" src="http://wisataseru.com/wp-content/uploads/2010/09/laresolo-pak-bambang.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenal Yuyun secara tidak sengaja karena menemukan tulisan tentang teh di blog dia http://wisataseru.com&lt;br /&gt;Tampaknya dia seorang pecinta teh juga, jadi saya undang dia untuk mampir ke kedai saya. Senang rasanya kalau dapat berbagai. Berikut liputan dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh, merupakan salah satu minuman terbaik yang direkomendasikan untuk  anda konsumsi setiap hari. Karena secara singkat, teh memiliki kandungan  alami bebas lemak, kalori dan sodium yang berkhasiat untuk menyegarkan  sekaligus menenangkan otak, memperbaiki ingatan, mengurangi resiko  kanker dan serangan virus, menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki  kesehatan gigi bahkan dalam survei kebiasaan minum teh dalam memperbaiki  kualitas hubungan dengan orang lain. Maka tak heran jika alasan yang  terakhir ini bahkan digunakan sebagai alur cerita dalam sebuah iklan  produk teh di media elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedai Teh Laresolo&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengingat jenis teh yang sangat beragam dengan rasa, aroma dan  khasiat nya, tentu anda bingung kira kira jenis teh apa yang paling  cocok untuk anda. Hm, daripada bingung, langsung saja kita menuju ke  Kedai Teh Laresolo. Sebuah kedai sederhana yang terletak di tengah taman  nan hijau dan teduh di kota Bogor Jawa Barat.&lt;/p&gt; Mengapa saya ajak anda kemari? karena disini terdapat banyak sekali  koleksi teh dari berbagai negara termasuk aneka teh Premium Indonesia  yang di hunting sendiri oleh Pak Bambang pemilik Kedai Laresolo hingga  ke pelosok kampung di Indonesia. Jadi, disini anda bisa menikmati aneka  rasa teh sebelum anda benar benar memutuskan untuk ‘tahu’ selera teh  anda adalah yang seperti apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya dapat anda baca di &lt;a href="http://wisataseru.com/2010/09/kedai-teh-laresolo-sebuah-pengenalan-akan-nikmat-nya-menyesap-teh-di-tengah-taman-kota-bogor/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-2645091064308734708?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/2645091064308734708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=2645091064308734708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2645091064308734708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2645091064308734708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/09/kedai-teh-laresolo-di-wisata-seru-dot.html' title='Kedai Teh Laresolo di Wisata Seru dot com'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7940871459011633288</id><published>2010-09-12T17:00:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T17:04:53.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedai teh Laresolo'/><title type='text'>Oolong Ratu Bayah menurut pelanggan kedaiku</title><content type='html'>Ada salah satu pelanggan kedai teh saya yang masih cukup muda, Farid namanya. Pertama kali dia datang, langsung memesan white tea. Khawatir dia tidak mengerti atau kecewa ternyata rasa white tea tidak seperti yg dia harapkan, saya terangkan terlebih dahulu, bahwa teh ini tidak enak kalau digulain, warnya beningm dsb.  Farid hanya tersenyum dan tetap memesan white tea. Semenjak itu, dia selalu datang untuk memesan white tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika Farid tengah menikmati white teanya, saya sedang sample Oolong Ti Kuan yin. Saya ajak dia ikut menikmati teh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama ini saya terlalu under estimate terhadap selera teh Farid. Dia memiliki ketajam lidah yg luar biasa. Ketika dia coba Ti Kuan Yin, dia langsung berkomentar:&lt;br /&gt;"Kok kayak bau anggrek ya pak".&lt;br /&gt;Saya cukup terkejut dengan pernyaatan Farid. Tidak banyak orang yg mampu mendeteksi aroma anggrek, secara tidak banyak juga anggrek yang beraroma.&lt;br /&gt;Hanya anggrek tertentu yang mengeluarkan aroma wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih meningkatkan apresiasi dia, saya berikan sebagian sample baru Oolong Banten tea  dari pak Alex. Dia berkomentar lewat email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Assalamua'laikum pak bambang, maaf sebelumnya saya Farid Wajdi , saya ingin bertanya kepada bapak tentang sampel teh yg pak bambang berikan pd hari sabtu malam kemarin. Jujur pak, Teh tersebut saya akui nikmat sekali diantara teh yang pernah saya cicipi, bahkan saya suka sekali dengan teh tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;yang saya ingin tanyakan kenapa ya pak, pas saya dua kali meminum teh yg bapak berikan kpd saya, kepala saya jadi terasa pening.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;apakah hal tersebut merupakan efek samping dari teh Oolong tersebut atau tubuh saya tidak cocok dengan teh tersebut?..tetapi teh tersebut dimulut saya mmg yang paling pas..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;mohon penjelasannya ya pak bambang. hatur nuhun pak.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kasus terbaru yang pernah saya dengar. Saya menduga dia penderita tekanan darah rendah. Hanya berdasarkan pengalaman, biasanya setelah minum teh hijau, mereka merasa kliyengan. Semula, saya menduga ini masalah sugesti saja. Walau, berdasarkan penelitian, kandungan Theanin dalam teh hijau memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih menguatkan dugaan saya, saya minta Farid coba minum Unitea, dan melaporkan efeknya. Berikut laporan Farid dalam emailnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Iya pak saya mempunyai tekanan darah rendah yang saya derita semenjak dari SMP hingga sekarang.. kalau teh hijau yang saya minum itu tidak ada efek sampaing seperti kepala pening tersebut, ttp benar pak, saya sudah mencoba minum 2 kali, kepala saya langsung pening sehabis meminum teh Oolong tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;untuk Unitea yang saya minum, tidak berdampak seperti halnya saya minum teh Oolong (tidak terlalu pening, ttp masih berasa pening sedikit) apakah kandungan teh Oolong tersebut tidak cocok dengan kondisi tubuh saya pak? ttp saya sangat menyukai Teh Oolong yg bapak berikan tempo hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Saya jg bingung pak knp hal tsb bs terjadi.. Yg pasti teh tersebut dimulut sy bnr2 yg paling pas deh,ya tp gitu abis minum malah kliyengan.. Teh nya enak pak,rasanya seperti kayak buah mahkota dewa dan sedikit rasa ketan.. oiya,,kira" setelah idul fitri kedai buka lg tgl brp pak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Isyaallah nanti sy berkunjung lg ke kedai bpk.sy msh ingin berexplor ttg teh yg pas dgn sy..Hatur nuhun ya pak bambang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua baru dugaan, belum ada bukti empiris bahwa rasa pening Farid disebabkab oleh turunnya tekanan darah. Ketika dia minum Unitea, dia mendapatkan efek pening yang lebih sedikit, kemungkinan besar karena di Unitea selain terdapat Oolong Banten tea, juga dicampur dengan teh hijau dan teh putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diekplore lebih lanjut, bila perlu mesti diukur tekanan darah sebelum dan sesudah minum teh. Juga dicoba Oolong jenis lain, apakah memiliki efek yg sama atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tidak mengerti adalah, kalau memang itu efek Theanine, kenapa Farid tidak memiliki reaksi yg sama. Kandungan Theanine dalam teh putih, cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dibanding teh hijau.. Atau barangkali kandungan Theanine di Banten Tea cukup tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali PT. Harendong, selaku pemiliki kebun teh ini perlu membawa teh ke tempat pak Dadan di Gambung, untuk ditakar berapa persen kandungan Theanine, berapa persen kandungan katekin, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diketahui adalah, efek penurunan tekanan darah karena makanan bukanlah bersifat permanen. Seperti kambing misalnya, bagi penderita darah tinggi seperti saya, efek kenaikan tekanan darah setelah makan kambing, tetapi tidak berapa lama akan kembali normal. Inipun juga belum pernah diukur dengan alat tensi meter secara pasti, jadi terkadang saya masih menganggapnya sebagai sugesti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah membaca, teh hitam dengan konsentrasi kepekatan yang tinggi (berarti kandungan kafeinnya juga lebih tinggi), memberi efek menaikkan tekanan darah sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekalipun misalnya nanti terbukti, bahwa Banten tea ini memiliki efek menurunkan tekanan darah, tetap kontrol makanan dan olah raga, tetap dilanjutkan. Yang penting, jangan lupa minum teh minimal 4 cangkir sehari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7940871459011633288?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7940871459011633288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7940871459011633288' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7940871459011633288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7940871459011633288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/09/oolong-ratu-bayah-menurut-pelanggan.html' title='Oolong Ratu Bayah menurut pelanggan kedaiku'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-5236409249726360274</id><published>2010-08-31T22:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T18:44:31.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liputan Media'/><title type='text'>Laresolo: Merayakan Khazanah Teh Dunia</title><content type='html'>Kedai Teh Laresolo at &lt;a href="http://kosmo.vivanews.com/news/read/172788-laresolo--merayakan-khazanah-teh-dunia"&gt;Vivanews&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedai ini memiliki koleksi teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih cukup lengkap.&lt;br /&gt;&lt;div class="lowerdeck"&gt;              &lt;div class="tgl_artikel"&gt;Senin, 23 Agustus 2010, 15:13 WIB                                                  Bonardo Maulana Wahono                &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;VIVAnews &lt;/strong&gt;- Teh, orang bilang, menyimpan harapan.  Sejarah keberadaannya yang berusia ribuan tahun serta menyentuh begitu  banyak kebudayaan telah membuatnya begitu berwibawa. Tapi kurangnya  pengetahuan masyarakat kita terhadap berlapis-lapis varian teh  menyebabkan apresiasi terhadap minuman ini begitu rendah. Sementara di  beberapa tempat kehadiran teh senantiasa dinantikan dengan penuh debar  dan dibarengi upacara istimewa - misal Inggris, Cina, atau Jepang - kita  kerap menganggapnya tak berharga.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/23/94803_kedai-teh-laresolo_300_225.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/23/94803_kedai-teh-laresolo_300_225.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; Di tengah tandusnya penilaian baik itu, Kedai Teh Laresolo seakan  membawa terang dan meneruskan harapan. Tempatnya berdiri mungkin tak  terlihat 'canggih' jika dibandingkan dengan kedai-kedai kopi nomor satu  yang ada di Jakarta. Namun dari pojok yang bersahaja itu, di kompleks  Agri Park, Taman Kencana, Bogor, nan teduh, para pengunjung dapat  mencecap bentangan rasa teh yang didapatkan dari beberapa negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung  yang disusun dari bilah-bilah bambu itu cukup memiliki koleksi lengkap  teh hitam, teh hijau, oolong, serta teh putih. Sebut saja Ti Kuan Yin  (Ti Guan Yin), teh oolong Cina kualitas premium dari provinsi Fujian  yang termasyhur itu. Atau oolong Bengkulu, sebuah varian teh Indonesia  yang juga punya posisi mulia di industri ini. Kita juga dapat dengan  mudah memesan teh putih (white tea) ketika sudah di sana. Teh putih  terbuat hanya dari pucuk dauh teh, yang jumlahnya, dalam satu pohon,  sangatlah sedikit, sesuatu yang mendongkrak harga jualnya. Pue erh juga  tak boleh alpa disebutkan. Di dunia teh, pu erh dapat disejajarkan  dengan anggur (wine) dari segi lama penyimpanan. Laresolo menyediakan  teh pu erh yang sudah berusia empat tahun. Pemilik kedai ini, yang  nyaman dipanggil Bambang Laresolo, memiliki teh yang berusia 15 tahun.&lt;br /&gt;"Suhu amat mempengaruhi proses penyajian teh," tukas Pak Bambang ketika  meracik Wedding Imperial untuk saya. Teh ini berasal dari Sri Lanka dan  diracik oleh pabrik teh ternama asal Perancis, Mariage Freres. Setiap  jenis teh memiliki suhu ideal yang diperlukan untuk mengungkapkan  kelebihannya. Jika suhu air terlalu panas, rasa dan aroma teh akan  rusak. Karena itu, merebus teh dalam air mendidih adalah sebuah  keteledoran, ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh putih, contohnya. Suhu air terbaik  untuk menyiapkan teh jenis itu berkisar antara 70-80 derajat Celsius.  Setelah itu, lama merendam daun teh pada air cukup antara 1 sampai 5  menit. Teh hijau hanya butuh air yang bersuhu kurang lebih 60-70 derajat  Celsius. Teh hijau cukup ditenggelamkan selama satu hingga dua menit.  Sementara teh hitam dan oolong dapat disiapkan pada suhu air 90-95  derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.vivanews.com/images/2010/08/23/94802_bambang-laresolo.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 360px; height: 270px;" src="http://media.vivanews.com/images/2010/08/23/94802_bambang-laresolo.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laresolo, yang secara harafiah berarti Bocah  Solo, resmi menghuni Agri Park pada bulan Juni yang basah tahun 2010.  Dengan luas sekitar 2x2 meter persegi, kedai itu bertetangga dengan  sebuah kolam yang menenangkan serta sehimpunan rumah makan. Pada  awalnya, kedai itu semata merupakan, seperti yang termaktub dalam  blog-nya, "kedai virtual" yang hanya terlibat dalam interaksi di jagat  maya. Sebagaimana pengakuannya, dari internet pula ia berkenalan dengan  dunia teh, yakni di milis jalan-jalan dan makan-makan Jalansutra. Di  milis itu ia bertemu dengan orang-orang yang membuka jalannya untuk  menyelami lebih dalam hal-ihwal teh. Persinggungan yang kian intensif  itu kemudian mendorongnya untuk sering berbagi pengalaman dan  pengetahuannya tentang teh di Jalansutra.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.vivanews.com/images/2010/08/23/94804_teh-pu-erh.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 364px; height: 273px;" src="http://media.vivanews.com/images/2010/08/23/94804_teh-pu-erh.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang ia  bagikan adalah khasiat teh. Pak Bambang mendedahkan bahwa masing-masing  teh menyasar pada bagian tubuh yang berbeda. Sebagai misal, khasiat teh  hijau berbeda dengan teh oolong. "Teh hijau banyak mengandung asam  amino, karena itu dia berguna untuk otak. Ia juga baik untuk kulit  wajah," terangnya. Sedangkan teh oolong banyak berguna untuk kesehatan  jantung. Bagi anda yang memiliki masalah pencernaan, cobalah untuk  mengonsumsi teh Pu Erh secara teratur sebab ia bertanggung jawab pada  wilayah perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan berbagi itu terus ia salurkan di Kedai  Laresolo. Jika kebetulan sedang ada di sana, ia tak sungkan menjawab  berbagai pertanyaan tentang teh. Ia juga tak terlihat ragu untuk  merekomendasikan teh yang kiranya akan cocok dengan lidah para  pelanggannya. Ia mungkin menamai tindakannya sebagai kewajiban melayani.  Saya menyebutnya hospitality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai keramah-tamahan ini, yang kini kian langka  di dunia kuliner. Suatu ketika, ia bercerita, ada seorang gadis SD  datang ke sana dengan seorang temannya. Mereka berniat membeli. Si gadis  menanyakan harga termurah teh di kedai itu kepada salah satu stafnya.  Setelah dijawab, si gadis kemudian beranjak sambil berkata "oh, ya udah.  nggak jadi. Uangnya kurang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bambang sedang menyiapkan  komposisi teh leci yang pas ketika mendengar itu. Setelah sedikit  percakapan, ia memberikan teh leci itu kepada si gadis dan temannya.  "Dia tamu spesial saya. Butuh keberanian dan passion untuk bertanya  apakah uangnya mencukupi," jelasnya. Dua hari kemudian, sang gadis  datang lagi ke sana dengan empat temannya. Dan kali itu, mereka membawa  cukup uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh, memang, menyimpan harapan. Dengan mematok harga  sekitar Rp 5.000 hingga Rp 15.000, Laresolo tidak hanya meluaskan  cakrawala lidah kita akan kekayaan rasa teh yang tak tepermanai. Ia juga  sekaligus menyinggung kita akan kenikmatan berbagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-5236409249726360274?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/5236409249726360274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=5236409249726360274' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5236409249726360274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5236409249726360274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/08/laresolo-merayakan-khazanah-teh-dunia.html' title='Laresolo: Merayakan Khazanah Teh Dunia'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6911266505637847082</id><published>2010-08-28T19:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T19:30:08.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh dan kesehatan'/><title type='text'>Es teh dan Batu ginjal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/23/94787_es-teh_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/23/94787_es-teh_300_225.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di &lt;a href="http://kosmo.vivanews.com/news/read/172747-bahaya-es-teh-bagi-ginjal"&gt;Vivanews&lt;/a&gt;  mengatakan,  di balik kenikmatan es teh menyimpan potensi  merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch  School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih  meningkatkan risiko menderita batu ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari laman &lt;em&gt;Times of India&lt;/em&gt;,  es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia  kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki  kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,"  kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang  tergabung dalam penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milner mengatakan, teh panas  sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian  teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak  akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat  haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya  lebih dari segelas saat haus dan udara panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama rumor mengenai efek negatif teh terhadap ginjal ini beredar. Sebagai pecinta dan peminum teh, saya merasa berkepentingan untuk meluruskan agar kita lebih bijak bagaimana menyikapi rumor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  tulisan tersebut, dapat disimpulkan sebenarnya bukan masalah es&lt;br /&gt;tehnya, tetapi kepekatan teh serta jumlah teh yg diminum. Dengan kata lain&lt;br /&gt;jangan minum teh terlalu banyak. Dikatakan minum es teh bisa lebih dari satu&lt;br /&gt;gelas, karena diminum saat haus. Lha saya minum panas, bisa satu teko sendirian,&lt;br /&gt;haus atau tidak haus. Total jumlah teh yang saya minum dalam satu hari berkisar 1-2 liter. Bagaimana ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda sempat membeli, silahkan cari buka Real Tea Real Hearat, karangan  Prawoto Indarto. Berbagai rumor negatif teh dibahas dan dijawab dengan penuh masuk akal, termasuk teh dan efek buruk terhadap ginjal. Saya akan mencoba  menyarikannya secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama pembentukan batu ginjal terjadi akibat garam dan mineral dalam urine&lt;br /&gt;mengalami kristalisasi. Faktor kualitas air yang sangat berperan. Kepekatan&lt;br /&gt;warna teh (thearubigin)&lt;br /&gt;Sangat dipengaruhi oleh garam mineral dari air yg digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada jenis batu ginjal kalsium oksalat yg dihubungkan dengan kandungan&lt;br /&gt;asam oksalat dlm teh. Dari penelitian yg pernah dilakukan, kemungkinan asam&lt;br /&gt;oksalat dalam teh hitam membentuk batu ginjal sangat kecil. Bahkan, dari&lt;br /&gt;penelitian yg dilakukan selama 2 minggu, peminum teh kadar asam oksalat dalam&lt;br /&gt;urine sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga teh memiliki sifat diuretik, sehingga air selalu bergerak, dan&lt;br /&gt;memperkecil kemungkinan terbentuknya kristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke empat, kandungan kreatin peminum teh tergolong rendah. Ini merupakan indikasi&lt;br /&gt;sehatnya ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya minum teh dari kecil, dan pernah memiliki batu ginjal sehingga harus&lt;br /&gt;dilakukan ESWL. Tetapi faktor pembentukan batu ginjal saya bukan karena teh,&lt;br /&gt;melainkan krn banyaknya kandungan kapur dalam air tanah di daerah saya. Ini&lt;br /&gt;terlihat dari batu ginjal yg terangkat, mirip dengan kerak kapur yg terdapat di&lt;br /&gt;dasar panci masak di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya air putih yg tidak bagus jauh lebih berbahaya dibanding teh.&lt;br /&gt;Setelah batu diangkat, saya hanya minum air putih aqua atau menyeduh teh dng&lt;br /&gt;aqua. Hingga sekarang batu ginjal saya belum terbentuk lagi. Padahal orang yg&lt;br /&gt;memiliki batu ginjal tergolong memiliki bakat terjadinya pembentukan batu&lt;br /&gt;ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pendapat saya, selanjutnya terserah anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6911266505637847082?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6911266505637847082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6911266505637847082' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6911266505637847082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6911266505637847082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/08/es-teh-dan-batu-ginjal.html' title='Es teh dan Batu ginjal'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1577378439656543855</id><published>2010-08-27T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T00:03:00.413-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Oolong Ratu Bayah</title><content type='html'>Banyak yg mengatakan bahwa dunia itu sempit. Seringkali kita menjumpai sesuatu&lt;br /&gt;memerlukan waktu, padahal dia ada disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikaitkan dengan teh, saya pernah menuliskan pengalaman saya menemukan&lt;br /&gt;Oolong Bengkulu. Ternyata hal yg tidak jauh berbeda, terjadi pada Oolong yg&lt;br /&gt;hendak saya ceritakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yg pernah ikut tea gathering di KPB, 2 tahun yg lalu, mungkin masih ingat&lt;br /&gt;disitu kita pernah mencoba Oolong yg dibawa Julian (waktu itu masih menjadi&lt;br /&gt;pertanyaan apakah itu Oolong Bengkulu yg kami cari). Disitu juga pertama kalinya&lt;br /&gt;kami mengenal pak Robby, dimana pada waktu itu beliau membaw teh racikannya&lt;br /&gt;sendiri yg disebut sebagai Robby's Blend, yaitu campuran white tea, Oolong dan&lt;br /&gt;teh hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat mencoba racikan pak Robby (sekarang diberi nama Unitea), saya sempat&lt;br /&gt;terhenyak. Ini Oolong cakep banget. Aroma flowerynya cakep. Saya sempat tidak&lt;br /&gt;percaya kalau dikatakan itu Oolong lokal. Bahkan saya sempat menduga-duga,&lt;br /&gt;apakah ini oolong dari bengkulu. Ditambah lagi saya dapat informasi, bahwa&lt;br /&gt;Chakra, bekerja sama dengan petani oolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan baru semua terjawab. Chakra memang punya kebun di Bengkulu, tetapi&lt;br /&gt;tidak ada hubungannya dengan Oolong bengkulu. Sedikit informasi, bahwa Oolong yg&lt;br /&gt;dipakai pak Robby berasal dari Pelabuhan ratu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memerlukan waktu 2 tahun, kalau akhirnya Oolong tersebut saya temukan&lt;br /&gt;langsung dari sumbernya. Tepatnya Oolong tersebut datang sendiri ke rumah saya,&lt;br /&gt;dan tidak tanggung-tanggung, Presdir dari pemilik Oolong ini sendiri yg datang&lt;br /&gt;ke rumah, diantar oleh staf Marketingnya. Luar biasa. Ini sebuah kehormatan&lt;br /&gt;besar bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Effendi datang bersama pak Alex, presdir dari PT. Harendong. Ketika pak Alex&lt;br /&gt;menyebutkan bahwa produknya adalah teh Oolong dari daerah Bayah, yang dapat&lt;br /&gt;dilalui lewat Pelabuhan Ratu, saya langsung teringat teh Oolong yang pernah saya&lt;br /&gt;coba di Uniteanya pak Robby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia memang sempit benar adanya. Ternyata Oolong yang dibawa pak Alex adalah&lt;br /&gt;Oolong yang sama. Unitea saya pernah review, tetapi Oolongnya sebagai single&lt;br /&gt;Origin membuat saya penasaran dan pingin segera mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehnya bentuknya sama denganteh Oolong pada umumnya, berupa gumpalan kecil&lt;br /&gt;dengan warna hijau Jamrud. Dengan takaran 2 sendok teh China (sekitar 5 gram),&lt;br /&gt;saya seduh tehnya dengan Gaiwan. Aroma bunga langsung menyergap nuansa indera&lt;br /&gt;penciuman saya. Fresh banget.Seduhan pertama saya lakukan 25 detik, liquornya&lt;br /&gt;tampak kuning keemasan. Rasanya fresh banget, tetapi memang lack of sweatness.&lt;br /&gt;Seduhan kedua dan ketiga, taste dan flavour tampaknya tidak bertahan lama&lt;br /&gt;dimulut. Begitu masuk mulut, aftertaste yang lebih mendominasi adalah&lt;br /&gt;astringentnya. Mereka yang gemar dengan rasa sepet teh khas kita, mungkin akan&lt;br /&gt;menyukainya. Dengan sergapan wangi diawal tegukan, diakhiri dengan rasa sepet&lt;br /&gt;yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh ini juga sudah dicoba oleh Marchel. Beliau adalah adik Yohan Handoyo, yang&lt;br /&gt;gemar melakukan wine tasting dan kuliner. Jadi kepekaan lidah mereka beberapa&lt;br /&gt;tingkat diatas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa paramater, seduhan pertama hingga ketiga, mirip dengan apa yang saya&lt;br /&gt;rasakan. Hanya kejutan dari Marchel adalah ketika mencoba seduhan kelims. Fruit&lt;br /&gt;tastenya mulai keluar. Rasa Nanas katanya. Saya penasaran dan ikut mencobanya.&lt;br /&gt;Memang samar-samar, ada hint nanas yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, Oolong ini cukup worthed dengan harganya yang tidak mahal. Saya&lt;br /&gt;menamakannnya Oolong Ratu Bayah, singkatan dari Pelabuhan Ratu dan Bayah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1577378439656543855?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1577378439656543855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1577378439656543855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1577378439656543855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1577378439656543855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/08/oolong-ratu-bayah.html' title='Oolong Ratu Bayah'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7496301333161401403</id><published>2010-08-26T10:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-26T10:22:46.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedai teh Laresolo'/><title type='text'>Young Taster</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 1ex;"&gt;      &lt;div&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Ada yang mengatakan bahwa seorang  tea taster adalah memang dilahirkan. Kepekaan indera perasa dan penciuman  adalah sebuah bakat.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Apakah benar demikian, masih  dapat diperdebatkan. Beberapa orang memang memiliki kepekaan dan memory  yang sangat kuat terhadap aroma dan rasa. Cerita tentang si kecil Bitha,  mungkin bisa menjadi contoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Seperti biasa, p&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs084.ash2/37530_133162683386140_127961013906307_155387_2306333_s.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs084.ash2/37530_133162683386140_127961013906307_155387_2306333_s.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;ada hari minggu,  saya buka mulai jam 8 pagi. Ketika sedang membuka saung, di tenda seberang  kedai saya duduk sebuah keluarga yang sedang memesan mie ayam. Sang  Ibu, bertanya kepada saya, apakah saya menjual minuman teh ready to  drink (sambil menyebutkan merk terkenal).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Oh kebetulan tidak ada  ibu. Tetapi kalau es teh dingin, bisa saya sajikan", jawab saya.  Sang Ibu setuju.&lt;br /&gt;Saya lalu tawarkan lagi, kalau  suka aroma mint, saya juga dapat menyajikan teh hijau mint dingin ditambah  kulit lemon.&lt;br /&gt;Lagi2 sang ibu mengiyakan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena merasa cocok  tehnya, mereka sekeluarga pindah tempat di kedai saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pak Herry, demikian nama dari  kepala keluarga tersebut, mengajak 2 anaknya, Bitha dan Farhan. Bitha  yang kecil tampak menyukai tehnya, tetapi tidak dengan Farhan.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pak Harry minta rekomendasi  teh yang lain.&lt;br /&gt;"Bapak, suka teh manis  dengan aroma kuat?", tanya saya.&lt;br /&gt;Ketika pak Harry mengiyakan,  saya tawarkan Earl Grey, dan saya minta cium dulu aromanya, apakah cocok  atau tidak.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman saya,  para newbie teh, biasanya menyukai Earl Grey. Benar saya, tawaran saya langsung  disambut dengan suka cita. Lagi-lagi Bitha menyukai, tetapi  tidak berlaku buat Farhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Saya bertekad untuk meluluhkan  hati Farhan. Saya suruh dia coba cium aroma Red Berry, salah satu  koleksi  Tisane saya yg cukup banyak penggemarnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tetap saja, Farhan tidak suka.  Wah, tampaknya Farhan tidak suka flavouring. Saya, mesti kasih dia coba  aroma teh asli. Saya keluarkan Sencha Jepang. Ternyata Farhan tetap  saja tidak suka. Saya nyerah deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Yang mencengangkan adalah komentar  Bitha ketika mencium aroma Sencha.&lt;br /&gt;"Ma, kok seperti bau rumput  laut?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Emang Bitha tahu bau  rumput laut?", tanya mamanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Khan pernah dikasih teman  waktu itu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Amazing! Bitha baru sekali  mencium aroma rumput laut, dan dia tetap mengingatnya. Masih banyak  para newbie pecinta teh yang masih belum dapat merasakan aroma teh Jepang  ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bitha,  probably she was born  to be a real taster.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7496301333161401403?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7496301333161401403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7496301333161401403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7496301333161401403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7496301333161401403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/08/young-taster.html' title='Young Taster'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-4118431085443390078</id><published>2010-08-12T20:27:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T18:43:54.337-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liputan Media'/><title type='text'>Kedai teh Laresolo di Femina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TGS8N0KdN1I/AAAAAAAAAaM/kY7AfvBkB4Y/s1600/feminasmall.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TGS8N0KdN1I/AAAAAAAAAaM/kY7AfvBkB4Y/s320/feminasmall.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504731590080411474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-4118431085443390078?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/4118431085443390078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=4118431085443390078' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/4118431085443390078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/4118431085443390078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/08/kedai-teh-laresolo-di-femina.html' title='Kedai teh Laresolo di Femina'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TGS8N0KdN1I/AAAAAAAAAaM/kY7AfvBkB4Y/s72-c/feminasmall.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1836640252721495341</id><published>2010-07-26T17:39:00.001-07:00</published><updated>2010-08-26T21:13:04.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedai teh Laresolo'/><title type='text'>My Special guest</title><content type='html'>Para pelanggan di kedai teh Laresolo terdiri dari berbagai usia dan&lt;br /&gt;kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa hingga keluarga. Tentu&lt;br /&gt;saja, teh kesukaan mereka juga berbeda-beda. Untuk kalangan remaja hingga&lt;br /&gt;mahasiswa, Madzabnya masih madhab teh manis. Senchapun mereka tambahkan&lt;br /&gt;gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah salah satu calon pelanggan yang membuat saya terkesan. Dia adalah&lt;br /&gt;seorang gadis kecil, kira-kira kelas 4 SD. Dia datang bersama temannya.&lt;br /&gt;Bukannya di depan kedai, tetapi langsung ke belakang, dibagian dapur kami,&lt;br /&gt;dan diterima oleh salah satu staff kedai teh Laresolo, Yulia.&lt;br /&gt;Si gadis, menanyakan teh paling murah berapa? Di Jawab Yulia, 5000 dik,&lt;br /&gt;tambah pajak, jadi 5,500.&lt;br /&gt;"Oh ya udah, gak jadi uangnya kurang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang meracik komposisi Lechy tea yang pas, ketika itu. Dari dalam&lt;br /&gt;kedai saya lihat si gadis tampak murung meninggalkan kedai. Dalam hati saya&lt;br /&gt;mengatakan, dia adalah tamu special saya. Butuh suatu keberanian dan&lt;br /&gt;passionate, ketika tidak punya uang dan memaksakan diri untuk bertanya,&lt;br /&gt;apakah uangnya akan mencukupi untuk mencicipi teh di Kedai Teh Laresolo.&lt;br /&gt;Saya panggil dia.&lt;br /&gt;"Dik, kesini".&lt;br /&gt;"Uangnya kurang pak"&lt;br /&gt;"Gak papa, sini aja"&lt;br /&gt;"Tapi saya mau dibawa pulang"&lt;br /&gt;"Baik, saya akan bungkuskan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tuangkan lechy tea yang baru selesai diracik, kedalam kantong plastik.&lt;br /&gt;"Uangnya pak?"&lt;br /&gt;"Ambil saja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pergi sambil mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut, terjadi pada hari Jumat. Hari Sabtu, saya libur, karena&lt;br /&gt;ikut acara Bazar Jalan sutra.&lt;br /&gt;Hari minggu, saya datang sekitar jam 8 untuk buka warung. Saya lihat si&lt;br /&gt;Gadis kecil, sudah duduk menunggu disamping kedai saya sambil mengajak 4&lt;br /&gt;temannya. Awalnya saya pikir, dia cuma sekedar main saja disitu, karena&lt;br /&gt;kebetulan kedai saya terletak di taman umum Agripark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika warung saya sudah siap, si Gadis kecil seperti biasa, dia bertanya&lt;br /&gt;lewat pintu belakang.&lt;br /&gt;"Pak, teh yang paling murah berapa?, saya lihat ditangannya ada beberapa&lt;br /&gt;lembar ribuan. Rupanya dia ajak temannya untuk patungan beli teh.&lt;br /&gt;Saya hargai effort mereka, dengan menerima mereka sebagai paying customer.&lt;br /&gt;"Lima ribu dik, tapi bisa kok untuk berempat"&lt;br /&gt;Saya persilahkan mereka duduk di depan, sama seperti pelanggan tetap&lt;br /&gt;lainnya. Saya layani mereka dengan sebaiknya-baiknya. Kalau standar saya&lt;br /&gt;satu teko hanya saya isi 400cc air, sengaja saya penuhi menjadi 600cc agar&lt;br /&gt;cukup untuk berempat. Mereka tampak antusias duduk di depan sambil menikmati&lt;br /&gt;tehnya. Saya berikan mereka kompliment 1 piring Singkong Manis ala Thai.&lt;br /&gt;Makin bersemangat mereka. Ketika satu teko tampaknya belum cukup, saya&lt;br /&gt;tawarkan refill lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika refill habis, salah satu teman si gadis kecil ternyata masih punya&lt;br /&gt;uang, dan dia memesan satu teko lagi untuk mentraktir teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, what a wonderful kids. I Love their effor &amp;amp; passion.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1836640252721495341?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1836640252721495341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1836640252721495341' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1836640252721495341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1836640252721495341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/07/my-special-guest.html' title='My Special guest'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6267401324799664696</id><published>2010-07-21T19:52:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T19:56:28.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Seni dan Budaya'/><title type='text'>SAYA TEH JALANSUTRA</title><content type='html'>Dengan intonasi yang berbeda, judul di atas dapat memiliki dua arti. Kalau kita baca dengan logat dan intonasi Sunda, mungkin dapat dibaca begini, Saya teh, Jalansutra ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bisa menjadi semacam pengakuan atau kebanggaan telah menjadi salah satu bagian dari milist jalansutra. Nama jalansutra, memang sering saya gunakan ketika meminta izin melakukan pemotretan entah tempat atau makanan kepada pemilik restaurant. Bukan bermaksud untuk mendapatkan servis lebih atau Discount, tetapi lebih kepada kemudahan memberikan alasan kenapa saya harus motret tempat mereka.&lt;br /&gt;Hal tersebut saya lakukan, karena iasanya, ketika meminta izin, pasti akan ditanya, “Bapak dari mana?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mungkin menjawab dari sebuah media, karena memang bukan wartawan. Satu jawaban yang masuk akal, adalah saya jawab, dari klub jalansutra, sebuah klub pencinta jalan-jalan dan makan-makan. Kebutuhan saya untuk memotret adalah untuk sharing kepada teman-teman lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama jalan sutra secara tidak sengaja juga saya gunakan sebagai kartu pers. Ceritanya dalam rangka ulang tahun Urasanke Indonesia,  diadakanlah sebuah CHANOYU,  yaitu upacara minum teh ala Jepang yang diselenggarakan di Hotel Nikko. Kebetulan salah satu panitia acara ini adalah ibu Suwarni yang saya kenal lewat kegiatan jalansutra. Lewat ibu Diah, dari teh Malino (yang saya kenal berkat tulisan saya di jalansutra juga), saya diundang dan ditanya mau duduk di kursi tamu atau pers? Karena saya ingin bebas memotret, saya pilih duduk di kursi Pers. Oleh karena itu, ketika saya datang, saya mendapatkan kartu pers dengan tulisan JALANSUTRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua orang kenal dengan nama  jalansutra. Untuk menghadapi situasi seperti ini,  untuk mempermudah biasanya memang saya pinjam nama pak Bondan Winarno, yang memang jauh lebih dikenal. Saya katakan klub jalansutra adalah asuhan pak Bondan Winarno, pengasuh acara wisata Kuliner. Banyak dari  mereka yang  langsung memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya memang alasan pertama saya masuk klub ini karena kesukaan saya membaca tulisan pak Bondan Winarno. Saya menyukai tulisan pak Bondan, bahkan jauh sebelum beliau menulis tentang jalan-jalan dan makan. Saya mengikuti tulisan beliau semenjak beliau menulis KIAT, yang membahas tentang manajemen dengan gaya yang ringan tetapi sangat menarik (kalau gak salah sekitar tahun 80-an). Kebetulan, saat masih kuliah, saya ikut aktif dalam Bulletin Kampus, dimana saya sering menulis tentang pemasaran dan periklanan dalam buletin tersebut. Tulisan KIAT pak Bondan, banyak memberi inspirasi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak tulisan KIAT menghilang dari majalah Tempo, (dan walaupun saya telah mengkoleksi 2 buah buku kumpulannya), saya merasa kehilangan tulisan beliau. Baru pada tahun 2005, saya menemukan kembali tulisan beliau di Kompas On-line di kolom jalansutra. Hanya kali ini memang apa yang ditulis jauh berbeda dengan sebelumnya.Beliau tidak lagi menulis tentang manajement, tetapi menulis tentang makanan dan tempat makan, tetap dengan gaya yang sama menariknya. Dalam kolom ini, di pokok kanan atas ada satu banner kecil bertuliskan Milist Jalansutra. Banner itulah yang menjadi titik awal saya  bergabung dengan milist jalansutra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti kedua dari judul di atas dapat dibaca SAYA, TEH dan JALANSUTRA. Faktanya, lewat jalansutra akhirnya saya menemukan passion khusus mengenai teh, yang pada akhirnya membuat saya banyak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan teh. Walaupun belum merubah jalan hidup saya, tetapi paling tidak telah memberi arah, mimpi dan cita-cita saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan ulang tahun jalan sutra pada tanggal 22 besok, saya coba  merenungi dan menelusuri perjalanan saya di milist ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sempat membuat  saya terkejut adalah pertanyaan tentang teh merupakan  postingan saya ketiga di awal-awal saya bergabung dengan jalan sutra. Postingan pertama saya adalah menjawab pertanyaan tentang Rafting (dimana menjadi passion saya pada waktu itu), dan postingan kedua adalah tentang pengalaman rafting saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tentang teh  tersebut saya posting setelah membaca tulisan pak Bondan tentang Etika minum teh. Dari postingan tersebutlah, akhirnya saya berkenalan dengan mas Arie Parikesit, yang kata cak Uding,  koleksi tehnya satu lemari penuh. Beliaulah yang membukakan mata saya betapa teh ada banyak macamnya. Dapat saya katakan mas Arie merupakan mentor pertama saya khusus mengenai teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itu, saya rajin mencoba berbagai merk teh (merk, bukan jenis teh), dan menuliskan pengalaman saya di milist ini. Sewaktu saya menuliskan pengalaman saya mencoba teh cap Mawar, Tiurlan Sitompul, salah satu Jser yang juga pecinta teh, mengirimkan saya 2 bungkus teh. Sebagai barter, beliau minta saya mengirimkan cap mawar saya. Walaupun Tiur tidak menulis jenis teh apa yang dia kirim, tetapi lewat hasil searching di Google dan berdasarkan photo-photo yang ada, saya tahu dia kirim Silver Needle atau Teh putih, yang tentu saja harganya cukup mahal. Teh kedua yang dia kirm adalah teh Puerh. Sedangkan barter yang dia minta Cuma teh cap mawar (kelak, saya akan mengetahui bahwa teh ini jenis teh hitam, grade II, finest dust yang diberi aroma mawar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itu, minat saya terhadap teh semakin besar. Bukan sekedar jenis dan macam-macam teh, tetapi berikut budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya belajar tentang budaya teh adalah belajar Gong Fu cha di tempat ibu Suwarni yang terselenggara berkat bantuan dari Elisa Sutanujaya. Beliaulah yang menjadi mentor kedua setelah mas Arie.  Saya semakin giat untuk mengekplore berbagai macam jenis teh dan menuliskan pengalaman saya, baik di Jalansutra maupun di blog saya. Kalau sebelumnya saya menuliskan semua jenis tulisan, baik review tentang makanan, tentang keluarga juga teh di http://laresolo.multiply.com saya memutuskan untuk membuat blog khusus tentang teh di http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat tulisan-tulisan di jalansutra dan di Blog, makin banyak yang membaca tulisan saya sehingga, sehingga kiriman teh juga semakin banyak. Selain dari beberapa perkebunan teh, juga dari pribadi-pribadi yang memang menggemari teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah pak Yopie Hendrik, Jser yang mengirim saya Ceylon Silver tip tea (White tea dari Ceylon), juga Long Tjing grade premium, Dragon pearl, Blooming tea, serta beberapa jenis teh lainnya. Ibu Lim Kim Soan, yang sering saya titipi beberapa peralatan teh dari Jepang, dan baru-baru ini mengirimkan teh Sincha untuk saya. Masih banyak teman-teman yang lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat teh pula akhirnya saya dipertemukan dengan Ratna Somantri. Beliau selain seorang pecinta teh, juga profesional di bidang teh. Pernah mengelola Tea Gallery dan menjadi konsultan dan pembicara khusus mengenai teh.  Kami sering ketemu lewat beberapa event tea class yang diselenggarakan oleh Jalansutra. Karena persamaan visi dan misi (kayak partai aja), akhirnya kami sepakat membuat sebuah milist khusus tentang teh. Nama milistnya adalah Pecinta_teh@yahoogroups.com. Salah satu Visi dari milist ini adalah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, member dari milist ini adalah member jalansutra juga. Milist ini tak ubahnya sebuah kelompok kecil dari jalansutra. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, member milis ini makin luas, walau ditinjau dari jumlah masih dapat dikatakan sangat kecil sekali. Beberapa produsen teh, peneliti teh, Dewan teh dan para profesional dibidang teh yang turut pula bergabung, membuat milist ini makin berwarna. Belum lama ini, milist ini juga sempat masuk dalam tulisan di harian Jakarta Post ( http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/14/that-tantalizing-taste-tea.html ). Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat merupakan langkah awal untuk dapat mewujudkan visi dan cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang saya tidak pernah lupa, Captain Gatotlah  yang selama ini mengencourage saya untuk tekun mempelajari teh.&lt;br /&gt;“Suatu saat nanti, saya yakin anda akan menjadi salah satu tempat bertanya khusus mengenai teh”, itu kata-kata beliau yang selalu saya kenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kata-kata pak Gatot memang menjadi pertanyaan. Beberapa media atau pribadi sering menanyakan saya hal-hal yang berkenaan dengan teh. Ada yang untuk bahan skripsi, ujian akhir, dsb. Satu hal yang membuat saya suka tersenyum simpul adalah beberapa pertanyaan sederhana, seperti tentang jenis-jenis teh, apa beda teh hijau dan teh hitam, karena ternyata pertanyaan-pertanyaan itu pula yang pada awal-awalnya juga saya tanyakan di milist ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada banyak hal yang masih ingin saya lakukan. Pelajaran masih jauh dari usai. Saya masih ingin mendalami Chanoyu, serta budaya-budaya lain yang berkaitan dengan teh. Masih banyak cita-cita yang masih jauh dari jangkauan. Salah satunya adalah, bagaimana kita sendiri masyarakat Indonesia, dapat menikmati teh kualitas nomor satu hasil produksi kita sendiri. Sebagai contoh, teh hitam Orange Pekoe dari Malabar, adalah termasuk teh hitam kualitas nomor satu. Teh tersebut saya temukan di sebuah situs dan hanya dapat dibeli di perancis sana. Bukan satu hal yang mudah untuk meyakinkan para trader teh atau produsen teh untuk memasarkan teh premium mereka di Indonesia. Kalau secara hitung-hitungan rugi laba, memang cita-cita tersebut belumlah berhasil mendapatkan angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat jalansutra pada akhirnya membuat saya suatu perenungan, bahwa lewat support, effort,  dukungan, pengalaman dan kesempatan,  membuat kita terpacu untuk melakukan sesuatu yang dapat memberi nilai tambah kepada diri kita sendiri pada khususnya, dan memberi manfaat kepada orang banyak pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh bukanlah sekedar minuman pelepas dahaga belaka, lebih dari itu teh merupakan sebuah budaya. Sejauh mana  nilai dari budaya tersebut, tergantung dari bagaimana kita mengapresiasinya. Apakah sekedar menjadikannya minuman komoditas belaka, atau sebuah kegiatan yang memiliki nilai spritualitas yang bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih jalansutra, yang menjadikan telah hidup saya jauh lebih bermakna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6267401324799664696?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6267401324799664696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6267401324799664696' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6267401324799664696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6267401324799664696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/07/saya-teh-jalansutra.html' title='SAYA TEH JALANSUTRA'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-3588400256828926316</id><published>2010-07-11T09:12:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T13:07:04.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedai teh Laresolo'/><title type='text'>Hari pertama kedai Teh Laresolo</title><content type='html'>Dengan sedikit grudak-grudak, akhirnya hari ini Kedai Teh Laresolo buka. Pagi hari, saya sempat stress juga. Kedai saya tidak dilirik sama sekali. Bahkan ketika saya coba ngobrol dengan bule yang berkunjung ke situ, dia tampak antusias, tetapi juga tampak tidak mau beli. Ketika ditawari sample for free, diterima dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa, alangkah menyedihkannya kalau dalam sehari sampai nol sama sekali tidak ada yang beli. Ditambah lagi, kabar buruk dari rumah, Croisant agak overbaking, Fermipan yang saya beli kemarin ketlisut, sehingga tidak dapat membuat dough lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tamu tampaknya sepi-sepi saja, akhirnya saya lari sebentar ke Yuk,toko kue langganan kami, yang tidak terlalu jauh dari kedai. Ternyata Yuk sudah tutup, larilah saya ke Surya Kencana (baca ngebut:Karena pakai motor). Mau Belum sampai kebun Raya, antrian kendaraan sangatlah panjang. Bujubuset! Baru teringat, hari ini hari terakhir liburan.&lt;br /&gt;Setelah berjibaku belok kanan kiri, akhirnya berhasillah saya menembus kemacetan, dan mendapatkan fermipan. Karena saya mesti pulang bawa mobil,jadi saya mesti kembali ke Saung untuk mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Saung, ternyata tamu sudah mulai banyak.Bahkan ada sekelompok tamu dengan asyiknya duduk lesehan dipinggir kolam (tanpa tikar pula), disampingnya tampak tray Gongfucha, dan teko teh yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyenangkan. Asistant saya, ternyata cukup sigap juga,walaupun dia baru sebentar belajar. Bahkan tamu saya cukup puas dengan penjelasan banu mengenai menu-menu yang ada di kedai saya.&lt;br /&gt;Mereka bilang, mereka tidak merasa beli kucing dalam karung. Mereka order white tea, Morrocant lemon mint tea, dan paling favorite apalagi kalau bukan white tea. Apalagi ketika saya recommend untuk mencoba Oolong Bengkulu, tambah puas mereka. Senang rasanya tamu saya dapat menikmat teh yang saya sajikan. Salah satu diantara mereka adalah seorang bule dari Rumania, dia berkata, "I'll bring my girlfriend here"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian beberapa teman dari FB, Milist pada datang. Itulah gunanya network. Dukungan dan suport selalu mengalir. Mango green tea dan Original Chai, mendapat pujian.&lt;br /&gt;Malamnya sebenarnya berencana tutup warung agak awal. Badan sudah terlalu lelah, karena hari sebelumnya sudah seharian jalan (tambah nonton bola pula)."Kita tutup habis magrib ya Banu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat tutup, datang serombongan tamu yang ingin melihat-lihat. Saya coba tawarkan minuman teh,adalah salah seorang berbadan gempal yang jawabannya bikin ilfill:&lt;br /&gt;"Saya tidak minum teh, tidak ngopi"&lt;br /&gt;"Oh, jadi minum apa?""Air putih saja," Jawabnya singkat.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, silahkan ngobrol saja disini gak papa" Saya pikir, dia mungkin olahragawan pingin menjalanai hidup sehat.&lt;br /&gt;Teman-temannya mulai bertanya-tanya tentang teh. Setelah saya jelaskan aneka macam teh yang ada disitu,langsung deh mulai borong white tea untuk diminum dirumah. Satu lagi pingin teh hitam plain saya tawarkan Tambi.&lt;br /&gt;Satu lagi mau coba Earl grey, satu lagi mau coba white tea untuk diminum ditempat.&lt;br /&gt;Rata-rata setelah minum white tea, langsung pada jatuh cinta. Dan Lucunya si Gempal,mulai tertarik komen-komen temannya yang mencoba white tea. Akhirnya tidak tahan dia dan mememesan white. Benar saja, kesinisannya terhadap teh langsung luruh,dan mulai banyak bertanya tentang teh.&lt;br /&gt;Akhirnya obrolan menjadi hangat dan lancar. Sehangat teh-teh yang saya sajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, hari yang melelahkan tetapi menyenangkan. Benar kiranya moto kedai saya, EVERY DAY IS TEA GATHERING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs037.ash2/35193_411751494626_566119626_4298221_4526516_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 426px; height: 410px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs037.ash2/35193_411751494626_566119626_4298221_4526516_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs056.snc4/35175_409663317678_675662678_4216166_3570404_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 547px; height: 410px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs056.snc4/35175_409663317678_675662678_4216166_3570404_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs015.snc4/34096_411746609626_566119626_4297969_1080673_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 530px; height: 353px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs015.snc4/34096_411746609626_566119626_4297969_1080673_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-3588400256828926316?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/3588400256828926316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=3588400256828926316' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/3588400256828926316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/3588400256828926316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/07/hari-pertama-kedai-teh-laresolo.html' title='Hari pertama kedai Teh Laresolo'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1537489323862714643</id><published>2010-07-07T15:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T15:52:08.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Dari Virtual menjadi Actual</title><content type='html'>Seringkali saya mendapatkan email yang menanyakan, dimana lokasi kedai teh Laresolo. Banyak juga wartawan yang menanyakan hal serupa. Saya selalu jawab, kedai teh laresolo adalah kedai virtual, kedai masa depan. Suatu saat, saya bermimpi untuk memiliki kedai teh sendiri, yang menjual teh Indonesia kualiatas premium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mimpi itu sebentar lagi menjadi kenyataan. Akhirnya telah berdiri sebuah kedai teh actual ditempat yang nyaman, Komplek Agripark, Jl.Taman Kencana No. 3 Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Soft Opening tanggal 11 July. Bagi yang rumahnya jauh dari Bogor, kami juga melayani pembelian teh kering lewat TIKI.&lt;br /&gt;Terima kasih pembaca setia. Atas kesetiaan anda membaca blog saya memberi spirit luar biasa untuk mewujudkan visi dan misi saya : Meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap teh.&lt;br /&gt;Bagi yang berkunjung ke Bogor, silahkan mampir. Moto kedai saya adalah : Every day is Tea gathering.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUCUkqQkfI/AAAAAAAAAZc/D6eN5AuCwg8/s1600/P1120785+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUCUkqQkfI/AAAAAAAAAZc/D6eN5AuCwg8/s320/P1120785+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491297873109750258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUEMLwNKoI/AAAAAAAAAZk/Ofk_2WUV4vA/s1600/P1120973+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUEMLwNKoI/AAAAAAAAAZk/Ofk_2WUV4vA/s320/P1120973+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491299928008108674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUEpPaZ8bI/AAAAAAAAAZ0/nbb-w9jdNIU/s1600/P1120966+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUEpPaZ8bI/AAAAAAAAAZ0/nbb-w9jdNIU/s320/P1120966+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491300427206619570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1537489323862714643?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1537489323862714643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1537489323862714643' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1537489323862714643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1537489323862714643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/07/dari-virtual-menjadi-actual.html' title='Dari Virtual menjadi Actual'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TDUCUkqQkfI/AAAAAAAAAZc/D6eN5AuCwg8/s72-c/P1120785+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6506254472138686631</id><published>2010-06-12T18:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T18:35:13.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Grey Dragon</title><content type='html'>&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa waktu yang lalu saya iseng-iseng googling teh premium &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya ketika di searching keyword “Orange Pekoe &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;”. Ini merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;grade teh hitam full leaf yang cukup tinggi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak berapa lama kemudian, Google menginformasikan adanya situs tentang Orang Pekoe Malabar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wah tentunya ini sangat menarik. Tenyata Malabar, ada memproduksi teh Orange Pekoe. Ketika saya klik, ternyata teh tersebut dijual di Paris. :-(&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata orang perancis banyak yang menyukai teh hitam grade orange pekoe. Belum lama ini, dikebun teh Dewata, saya bertemu dengan Franquize. Beliau adalah seorang penulis, yang juga pecinta teh. Dia membawa sample teh dari Malabar untuk kami coba bersama-sama. Sample yang dia bawa, adalah OPS atau orange Pekoe Souchung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di Paris, ada satu cafe teh yang cukup terkenal, yaitu Mariage Freres. Disana dijual teh-teh kualitas premium. Cafe ini cabang, salah satunya di Ginza Jepang. Belum lama ini rekan saya Ratna Somantri, berkunjung ke &lt;st1:place&gt;Ginza&lt;/st1:place&gt;. Menurut Ratna, cafenya sangat ramai. Orang pada antri untuk membeli teh. Salah satu teh yang dibeli Ratna adalah, teh hitam dari Talun Sentosa. Grade yang dibeli adalah TGFOP (Tippy Golden Flower Orange Pekoe), satu grade yang belum pernah saya dengar diproduksi di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Biasanya grade-grade ini diproduksi untuk teh-teh dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Darjeeling&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menuliskan pengalaman saya tasting white dari beberapa tempat, seperti Dewata dan Malino. Dalam tulisan tersebut, saya menjanjikan akan mengulas salah satu grade teh yang menarik, yaitu Grey Dragon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus terang saya masih cukup bingung untuk mengklasifikasikan teh ini, dan bagaimana treatmen yang mesti saya lakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Grey Dragon, terbuat dari pucuk daun teh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang belum mekar, sama seperti halnya white tea, hanya prosesnya yang sedikit berbeda. Grey Dragon mengalami semi oksidasi, jadi mirip-mirip teh Oolong. Tetapi tidak mengalami proses pelayuan seperti halnya teh Oolong. Dari bentuk dan warna, sebenarnya teh ini lebih cocok kalau masuk klasifikasi teh hitam. Bukan sekedar Orange Pekoe, menurut saya mestinya bisa disamakan dengan grade STGFOP (Super Tippy Golden Flower Orange Pekoe).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi bedanya, proses produksinya tidak sama dengan teh hitam. Bingung bukan....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Warna teh ini sangat menarik. Warna ungu kehitaman dengan seleret putih di tengahnya. Bentuknya yang runcing seperti jarum, dan agak melengkung, memang memberi kesan seperti bentuk naga. Ditambah seleret putih, memberi kesan perut. Jadi memang cocok, kalau disebut sebagai Grey Dragon. Dari sebuah sumber, saya mendapatkan info, bahwa teh Grey Dragon ini telah menjadi salah satu koleksi dari Mariage Freres. Cukup membanggakan bukan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TBQ05iy_VjI/AAAAAAAAAY0/HsdKmjjAySs/s1600/Grey+Dragon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TBQ05iy_VjI/AAAAAAAAAY0/HsdKmjjAySs/s320/Grey+Dragon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482064809614595634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengenai treatmen menyeduh teh ini, saya diberitahu oleh pak Iskandar salah satu pejabat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari PTPN 8, bahwa teh ini diseduh dengan air mendidih 100 derajat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi treatment yang dilakukan kurang lebih mirip dengan teh hitam. Dibanding teh dengan White tea, aromanya tentu masih kalah. Bingung juga kenapa bisa begitu, mengingat dari material yang sama. Rasanya sedikit ada kemiripan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya grey dragon karena semi fermented, jadi lebih bold. Dengan seduhan yang tepat, bisa didapatkan slighty rasa antara lengkeng dan lechy.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6506254472138686631?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6506254472138686631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6506254472138686631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6506254472138686631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6506254472138686631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/06/grey-dragon.html' title='Grey Dragon'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/TBQ05iy_VjI/AAAAAAAAAY0/HsdKmjjAySs/s72-c/Grey+Dragon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-145997810455465978</id><published>2010-05-06T20:38:00.001-07:00</published><updated>2010-05-07T01:36:24.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Unitea: Teh segala rasa</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin judulnya sedikit lebay. Judul ini saya buat karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terinpirasi dari cerita tentang permen segala rasa di buku Harry Potter. Dalam Novel tersebut, diceritakan bahwa tiap permen yang dimasukkan kemulut, memberi kejutan rasa yang berbeda-beda. Teh ini, sesuai dengan namanya, Unitea, merupakan campuran dari tiga macam teh, yaitu Oolong, Hijau dan White tea. Teh ini dapat juga disebut sebagai unik tea. Karena, memang unik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keunikan pertama adalah, campuran teh ini sedikit keluar dari pakem. Blend tea, biasanya menggunakan teh dari jenis yang sama. Jadi teh hijau blend dengan teh hijau, atau dengan herbal lain. Misalnya teh hijau dengan daun mint.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semula sedikit bingung, bagaimana cara seduh teh ini. White tea dan green tea biasanya diseduh menggunakan air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekitar 70 derajat, sedangkan Oolong, membutuhkan air yang lebih panas, sekitar 90 derajat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika saya tanyakan kepada pak Mustopha dari PT. Chakra (beliaulah yang mengkreasi teh ini), saya diberitahu untuk di treatment seperti halnya teh hijau. Oolong yang digunakan, masih kategori Oolong green, begitu asalannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keunikan lain adalah, ketika kita menyendok teh untuk diseduh, akan tersusun komposisi yang berbeda untuk teko yang lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kebetulan sendok saya mendapatkan komposisi Oolong yang lebih banyak, beberapa helai white tea dan teh hijau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketika saya seduh, rasanya memang dominan Oolong. Rasa fruity, cukup menonjol, tetapi ada litle bit bitter khas teh hijau. White tea, kurang begitu terasa, karena kebetulan komposisinya tidak terlalu banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi itu yang saya maksud teh segala rasa. Anda bisa mendapatkan seduhan yang berbeda dari tiap takaran sendok teh yang diambil.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMAXJVKII/AAAAAAAAAYM/vWyx-iqk6rc/s1600/P1120462+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMAXJVKII/AAAAAAAAAYM/vWyx-iqk6rc/s320/P1120462+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468368310398953602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMAt84ueI/AAAAAAAAAYU/3yc9Ijiy6lo/s1600/P1120463+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMAt84ueI/AAAAAAAAAYU/3yc9Ijiy6lo/s320/P1120463+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468368316520774114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMBOyB5aI/AAAAAAAAAYk/h7V0yKYF-X4/s1600/P1120475+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMBOyB5aI/AAAAAAAAAYk/h7V0yKYF-X4/s320/P1120475+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468368325333607842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMA2-h1-I/AAAAAAAAAYc/7YpEM_Z1zvU/s1600/P1120474+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMA2-h1-I/AAAAAAAAAYc/7YpEM_Z1zvU/s320/P1120474+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468368318943582178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-145997810455465978?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/145997810455465978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=145997810455465978' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/145997810455465978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/145997810455465978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/05/teh-segala-rasa.html' title='Unitea: Teh segala rasa'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S-OMAXJVKII/AAAAAAAAAYM/vWyx-iqk6rc/s72-c/P1120462+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6037668927013394054</id><published>2010-04-19T16:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T17:05:28.837-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Africa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh Timur tengah'/><title type='text'>Morrocan Mint tea</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada awalnya, sebenarnya saya kurang begitu suka dengan aroma mint. Sampai akhirnya, saya mencoba teh yang diblend dengan daun mint, selera saya jadi berubah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya pertama kali mengenal blend teh dengan daun mint, ketika ada acara Warna-warni teh Indonesia, dimana pada waktu itu bekerja sama dengan jalansutra, saya dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ratna Somantri ikut pameran dan mengisi talk show tentang teh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah satu koleksi teh Ratna Somantri yang dipamerkan saat itu adalah Morrocan mint tea, keluaran Twinning. Morrocant mint Twinning merupakan blend teh hijau grade Gun Powder1, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan daun mint kering. Satu hal yang membanggakan (atau mungkin menyedihkan), teh yang digunakan, produksi perkebunan teh Dewata di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;daerah Jawa Barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Morrocan mint, merupakan teh yang sangat digemari dan menjadi budaya ngeteh tersendiri di daerah Afrika Utara dan sebagian Arab. Teh ini disebut sebagai Tuareg Tea. Dalam dialel Arab disebut sebagai Attay&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teh yang digunakan adalah teh hijau pan Frying, grade Gun Powder atau Chunmee, kemudian ditambahkan daun mint segar dan gula.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cara penyeduhan, kurang lebih sama dengan penyeduhan teh wangi ala &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, walaupun jenis teh hijau, tetapi digunakan air mendidih.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S8zvGRR8XfI/AAAAAAAAAYE/Mkqaa3Ctfzg/s1600/gp+%26+Chunmee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S8zvGRR8XfI/AAAAAAAAAYE/Mkqaa3Ctfzg/s320/gp+%26+Chunmee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462003339090484722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Step pertama penyeduhan, mirip dengan penyeduhan teh china, seduhan pertama dibuang airnya untuk menghilangkan debu yang timbul akibat rusaknya teh selama transportasi, dan juga sedikit mengurangi rasa sepat. Kemudian ditambahkan gula dan daun mint segar, seduh sekitar 3-menit, tuang ke gelas. Terkadang dari gelas, tuang kembali ke teko, tuang ke gelas, diulang sampai tiga kali supaya rasanya lebih tercampur.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teko yang digunakan adalah teko tradisional dengan leher panjang berbentuk V. Dengan teko model seperti itu,memungkinkan teh dituang ke dalam gelas kecil dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketinggian sekitar ½ meter, sehingga teh yang tertuang di cangkir akan sedikit muncul busa dipermukaannya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S8zvF-tSHyI/AAAAAAAAAX8/5oQHzJbR-NM/s1600/P1120413+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S8zvF-tSHyI/AAAAAAAAAX8/5oQHzJbR-NM/s320/P1120413+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462003334104882978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya mulai menyukai mint tea, ketika bersama teman-teman dari milist pecinta teh berkunjung ke kebun teh Dewata, sebelum terjadi bencana longsor. Disana kami disuguhi teh hijau Yabukita, dengan ditambahkan daun mint segar. Entah karena suasana yang dingin, daun mint terasa sangat menyegarkan dan membuat lebih fresh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada waktu itu saya juga baru tahu, kalau ternyata di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; banyak sekali ditanam daun mint. Kuper ya. Bahkan, istri saya bercerita, kalau di Garut, daerah asal nenek moyang dia, daun mint biasa dibuat lalapan. Disana disebutnya daun colgate, karena rasanya mirip salah satu merek pasta gigi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa waktu yang lalu, pak Robby Baddudin, pemilik kebun teh Dewata, memberi saya sample Teh hijau mint produksi mereka sendiri. Berbeda dengan Morrocan minta buatan Twinning, grade yang digunakan kali ini adalah Chunmee. Sedangkan daun mint yang digunakan diambil dari kebun sendiri, yang kemudian dikeringkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perbedaan Gun Powder dan Chunmee adalah bentuknya. Gun Powder berbentuk bulat-bulat, sedangkan chunmee bentuknya memanjang. Ketika saya buka kemasannya, aroma mint langsung menyeruak menyegarkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Segera saya siapkan air mendidih untuk menyeduhnya. Saya bilas sebentar dengan air mendidih untuk mengurangi debu remukan teh yang rusak. Karena saya tidak minum teh manis, lama seduhan Cuma sekitar 90 detik saja. Dengan waktu seduh 90 detik, aroma teh dan mint sudah keluar, tetapi rasa sepat khas teh hijau assamica tidaklah terlalu mengganggu. Kecuali kalau memang mau ditambahkan gula, seduhan bisa dilakukan 3-5 menit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Segar sekali rasanya. Aroma mint dan rasa khas sepat teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; berbaur menjadi satu. Aroma mint ini, juga berfungsi menghilangkan bau langu yang biasa terdapat dalam teh hijau varians assamica. Kalau biasanya, kita hanya mengenal teh hijau dengan flavouring wangi melati, ternyata ditambahkan daun mint okay juga. Bagi yang masih menjadi anggota peminum teh manis, teh ini masih cocok juga. Mau coba?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya anda bisa menambahkan sendiri daun mint segar kedalam teh hijau anda. Cuma agak hati-hati, jangan sampai daun mintnya kena panas langsung. Ini akan mengakibatkan daun mint berwarna kehitaman, dan baunya agak kurang menyenangkan. Sedikit kelemahan menggunakan daun mint segar, teh tidak bisa diseduh lebih dari satu kali. Seduhan kedua, aroma daun mint sudah kurang nyaman. Kecuali anda ganti daun mintnya dengan yang baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6037668927013394054?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6037668927013394054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6037668927013394054' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6037668927013394054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6037668927013394054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/04/morrocan-mint-tea.html' title='Morrocan Mint tea'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S8zvGRR8XfI/AAAAAAAAAYE/Mkqaa3Ctfzg/s72-c/gp+%26+Chunmee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-9120448962312550708</id><published>2010-03-22T09:47:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T10:24:43.825-07:00</updated><title type='text'>White tea tasting</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tampaknya white tea akhir-akhir ini sedang naik daun. Kandungan EGCG yang tinggi, yang bermanfaat untuk aktioksidan, banyak yang mengasosiasikannya bermanfaat buat kecantikan. &lt;span style="" lang="DA"&gt;Banyak sekali produk komestik yang menambahkan kandungan white tea ke dalam produk mereka. Mungkin saja ada benarnya, mengingat antioksidan bermanfaat buat penangkal kerusakan sel dari pengaruh radika&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;l bebas. Dengan dijagan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;ya sel-sel dari kerusakan, white tea dipercaya dapat membuat awet muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa white palin&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;g banyak bermanfaat sebagai anti kanker. Juga disebutkan bahwa white tea memiliki kandungan an&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;tiviral dan antibakterial lebih tinggi dibanding teh hijau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;Kepopuleran white tea, makin bertambah seiring dengan musibah yang menimpa kebun teh Dewata. Entah apa sebabnya dalam berita yang disajikan, disebutkan Kebun teh Dewata sebagai penghasil teh putih, walau sebenarnya kebun ini juga menghasilkan jenis teh lain seperti green tea Gun Powder dan juga Sencha. Bahkan beberapa orang yang baru saya kenal, dan ketika saya ajak ngobrol soal teh, mereka langsung menanyakan, apa itu teh putih. Saya katakan dari mana tahu tentang teh putih. Mereka jawab, dari berita di Televisi yang meliput musibah longsor di kebun teh Dewata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak kurang dari Malino Tea rupanya juga mencoba membuat white tea. Beberapa waktu yang lalu saya sempat di Undang oleh salah satu direksi dari Malino, ibu Diah untuk diperlihatkan hasil percobaan produksi teh putih mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Apakah white tea harus selalu putih?”, demikian pertanyaan pertama yang tercetus. Pertanyaan itu muncul, karena white yang diperlihatkan kepada saya berwarna kehitaman, dengan seleret putih, yang mengingatkan saya dengan Grey Dragon punya kebun teh Dewata (tulisan berikutnya saya akan mereview tentang Grey Dragon ini).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Logikanya, disebut white tea, dikarenakan warna daun teh keringnya berwarna putih keperakan. Di China white tea disebut sebagai Yinzhen, kalau diartikan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Silver Needle. Bentuknya yang runcing seperti jarum, dengan warna putih keperakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;White tea dari Malino ada dua macam, yaitu dari varians Assamica Klon TRI, dan varians Sinensis dari klon Yabukita. Saya teringat, bahwa saya juga memiliki stock white tea Sinensis dari Fujian China, dan Assamica dari Dewata. Semula saya mengira klon yang digunakan oleh Dewata adalah Klon Gambung, seperti kebanyakan kebun teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tetapi menurut pak Robby dari Kabepe Chakra, klon yang digunakaan adalah Klon Dewata 27. Klon ini merupakan hybrid antara varians Sinensis dan Assamica.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6emIyRvHAI/AAAAAAAAAXU/pE3xo2Sk708/s1600-h/Dewata+27+white+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6emIyRvHAI/AAAAAAAAAXU/pE3xo2Sk708/s320/Dewata+27+white+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451508543820602370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6emteJ28nI/AAAAAAAAAXc/X9y7oRCNR38/s1600-h/TRI+white+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6emteJ28nI/AAAAAAAAAXc/X9y7oRCNR38/s320/TRI+white+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451509174074012274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6enM_i1QZI/AAAAAAAAAXk/k7kEFd7Y_PU/s1600-h/Yinzhen+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6enM_i1QZI/AAAAAAAAAXk/k7kEFd7Y_PU/s320/Yinzhen+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451509715613073810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6enVOcCJdI/AAAAAAAAAXs/RlTKWHG0TpA/s1600-h/Yabukita+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6enVOcCJdI/AAAAAAAAAXs/RlTKWHG0TpA/s320/Yabukita+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451509857050043858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Supaya tahu perbedaan dari masing-masing white tea tersebut, saya lakukan tea tasting bersama-sama. Dari beberapa pengalaman saya, ternyata treatment penyeduhan white tea assamica dan sinensis sedikit berbeda. Untuk Assamica, lama brewing cukup 3 menit. &lt;span style="" lang="DA"&gt;Lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari itu akan overbrew, dan menimbulkan astringency yang kurang menyenangkan. Sedangkan untuk varians Sinensis, justru 3 menit, belum keluar semua rasa dan aroma. Minimal seduh 5 menit, baru keluar semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Supaya lebih adil, membandingkan dari dua jenis varians yang sama. Jadi pertama-tama saya seduh white tea assamica TRI dan Dewata 27.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara appearance, Dewata 27 paling cantik. Teh hanya terdiri dari pucuk daun yang masih kuncup, dengan warna putih jernih. TRI, seperti yang saya ceritakan di awal, tampaknya memang teroksidasi, sehingga warnanya kehitaman. Walaupun begitu, secara aroma memang wangi sekali, mengingatkan saya wangi rose, hanya sedikit grassy.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Warna seduhan, Dewata 27 kelihatan jernih dan bening, sedang TRI putih kecoklatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk rasa, saya membenarkan pendapat beberapa teman mengenai white tea assamica, ada rasa buah lengkeng. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apalagi ketika sedikit bersendawa, rasa buah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lengkengnya terasa banget. Beberapa orang luar, mengatakan rasanya Peachy. Mungkin karena mereka belum kenal buah lengkeng ya, tahunya buah peach. Kalau dibandingkan dengan rasa peachy di teh &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Darjeeling&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, tentu beda. Kalau mereka kenal buah lengkeng, mungkin akan menyebutnya rasanya Lengky he..he... &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedang TRI, rasa fruity ada Cuma perbendaharaan memory saya belum ketemu buah apa yang pas. Aroma wanginya terasa panjang, tetapi juga grassy.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rasa grassy, mungkin karena proses pengeringan yang belum sempurna. Hal ini juga tampak dari daun teh kering yang terasa agak lembek belum terlalu kering. Mengingat ini masih percobaan, dan kondisi cuaca juga tidak bagus, mungkin saya hasil percobaannya belum terlalu sempurna. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikutnya saya seduh white tea dari &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;Fujian&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dan Yabukita. White tea &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;Fujian&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; saya dapat dari Terry, member milis pecinta teh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk lebih mudahnya White tea &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;Fujian&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; saya sebut Yinzhen, sedangkan Malino saya sebut Yabukita white. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Warna Yinzhen putih sedikit kehijauan. Beberapa daun sedikit hancur. Kemungkinan karena pada saat terima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kondisinya dipacking dengan sistem vakum. &lt;span style="" lang="DA"&gt;White tea memang sangat rapuh banget, kalau divakum akan banyak yang hancur. Yabukita white, kondisinya sama mirip dengan TRI, tampak teroksidasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Warna seduhan Yinzhen, bening, sedikit kuning keemasan. &lt;/span&gt;Warna Yabukita white, lebih tebal cenderung kekuningan. Aroma seduhan, tidak seperti white tea lainnya yang biasanya flowery, Yinzhen jutru aromanya nutty, demikian juga rasanya, dan diakhiri dengan rasa manis. Rasa Nutty, sangat mirip dengan Longjing, dari Huang Zhou. Dari beberapa pengalaman saya menyeduh green tea dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, kebanyakan memang rasa dan aroma nutty.Mungkin itu salah satu ciri khas teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan rasa Yabukita juga cukup manis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kebetulan tema gathering dari milist pecinta teh adalah White tea, nanti saya akan membawa teh ini untuk dicoba bersama-sama. Kalau dulu pernah dilakukan tea tasting white tea dari beberapa grade (semuanya sinensis), seperti Yinzhen, Bai Mudan, Shou Mei, gathering nanti juga akan dicoba White tea dari varians yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedikit catatan mengenai perbedaan white tea varians Assamica dan Sinensis. Untuk takaran, tetap digunakan takaran yang sama, dan jumlah takaran 2 kali dari takaran teh jenis lainnya. Waktu seduh Assamica cukup 3 menit seduhan pertama, dan hanya enak diseduh 2 kali saja. Seduhan kedua bisa 4 menit. Seduhan ketiga, biasanya rasa sepetnya sudah cukup mengganggu. Hanya sebagian orang justru suka dengan rasa sepet ini. Selain itu, rasa sepet bisa juga sebagai pertanda bahwa kandungan katekinnya tinggi. Dalam tulisan terdahulu, pernah saya singgung, bahwa kandungan katekin teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memang jauh lebih tinggi dibandingkan teh Varians Sinensis dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; maupun Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;White tea varians Sinensis, seduhan pertama minimal 5 menit, dan dapat &lt;span style="" lang="DA"&gt;diseduh ulang 3-4 kali. &lt;/span&gt;Untuk aroma, saya lebih suka varians assamica, karena aroma wanginya sangat kuat. Hanya untuk rasa dan after taste varians Sinensis tidak ada rasa sepet yang bagi saya terkadang cukup mengganggu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-9120448962312550708?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/9120448962312550708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=9120448962312550708' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/9120448962312550708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/9120448962312550708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/03/white-tea-tasting.html' title='White tea tasting'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S6emIyRvHAI/AAAAAAAAAXU/pE3xo2Sk708/s72-c/Dewata+27+white+%28Small%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7972207849893266520</id><published>2010-03-14T10:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T11:09:58.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Duka di Lembah Dewata</title><content type='html'>“Saya suka bekerja disini, karena pemilik kebun ini sayang sama kita semua.Tetapi, sekarang kami harus bagaimana”, begitulah sekilas wawancara salah seorang korban longsor Kampung Dewata yang saya lihat di Televisi.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya tercenung. Saya paham, apa yang dirasakan oleh pekerja tersebut. Dia sudah bekerja bertahun-tahun disitu. Bahkan mungkin entah sudah berapa generasi, mereka beranak pinak disitu. Saya yang baru 2 kali mengunjungi Lembah Dewata, sudah dapat merasakan betapa kedamaian, keakraban dan kesahajaan, seluruh warga kampung dewata, termasuk pejabat-pejabat perkebunan bahkan hingga pemiliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi ketika saya mendengar kabar adanya longsor di kampung Dewata pada hari Selasa , saya pikir Cuma longsor biasa yang tidak terlalu parah. Tetapi ketika mendengar berita betapa jumlah korban yang meninggal maupun hilang cukup banyak, apalagi ketika saya melihat photo di kompas dibawah ini, hati saya terasa sangat pilu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cXl6_PvI/AAAAAAAAAUs/mG5ZNt8fjeY/s1600-h/lembah+dewata+%28Large%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cXl6_PvI/AAAAAAAAAUs/mG5ZNt8fjeY/s320/lembah+dewata+%28Large%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448542315830263538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Coba bandingkan dengan photo yang diambil Willy Suwandi, rekan dari komunitas pecinta teh ketika berkunjung ke tempat ini bulan October 2009, sungguh sangat menyedihkan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cXyiUqbI/AAAAAAAAAU0/sfoB8Og0bMY/s1600-h/DSC_0549+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cXyiUqbI/AAAAAAAAAU0/sfoB8Og0bMY/s320/DSC_0549+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448542319216470450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50eAe-5m3I/AAAAAAAAAVk/do6A4-tzsv4/s1600-h/P1110760+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50eAe-5m3I/AAAAAAAAAVk/do6A4-tzsv4/s320/P1110760+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448544117853887346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50eAK3ZZkI/AAAAAAAAAVc/3S2zcDTEEuM/s1600-h/DSC_0312+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50eAK3ZZkI/AAAAAAAAAVc/3S2zcDTEEuM/s320/DSC_0312+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448544112453707330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cYYZkxnI/AAAAAAAAAU8/e_zbWbCWoi8/s1600-h/cakra+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 249px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cYYZkxnI/AAAAAAAAAU8/e_zbWbCWoi8/s320/cakra+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448542329380324978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50d_kzFvlI/AAAAAAAAAVU/yJdL369_FkE/s1600-h/DSC_0415+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50d_kzFvlI/AAAAAAAAAVU/yJdL369_FkE/s320/DSC_0415+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448544102235094610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50d_JzLAdI/AAAAAAAAAVM/DjRIwH1Am6M/s1600-h/DSC_0265+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50d_JzLAdI/AAAAAAAAAVM/DjRIwH1Am6M/s320/DSC_0265+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448544094987682258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cYwrt0AI/AAAAAAAAAVE/AfST14dc8_E/s1600-h/DSC_0261+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cYwrt0AI/AAAAAAAAAVE/AfST14dc8_E/s320/DSC_0261+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448542335898865666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                          &lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ingatan saya melayang beberapa bulan silam, awal-awal sa&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;ya berkenalan dengan pak Robby Baddrudin, salah seorang putra dari Rahmad Baddrudin, pemilik kebun teh Dewata ini.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pak Atik Dharmadi, salah seorang mantam tea scientist dari Bandung, yang membawa dan memperkenalkan pak Robby dengan komunitas pecinta teh. &lt;span style="" lang="DA"&gt;Pada waktu itu kami mengadakan gathering di Kantor Pemasaran Bersama, Gondangdia Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Saya pikir, Cuma sekedar basa-basi ketika pak Robby menawarkan kami untuk datang berkunjung ke kebunnya. Apalagi menurut beliau, jalanan yang ditempuh medannya cukup berat, dan harus menggunakan mobil offroad untuk mencapainya dengan lebih nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Cerita tentang kunjungan ke kebun mungkin saya akanceritakan di lain waktu. Yang saya ingat adalah, keramahan dari seluruh pekerja kebun. Mereka menyiapkan kedatangan kami dengan sepenuh hati. Bahkan pak Irvan, salah seorang Administratur kebun, rela meminjamkan rumah dinasnya kepada kami, sementara beliau dan keluarga mengungsi ke tempat lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Dan ternyata rumah yang dulu kami inapi, sekarang sudah tertutup dengan tanah. Yang lebih menyedihkan, putra terkecil dari pak Irvan menjadi salahsatu korban yang tidak selamat dari bencana tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Kali kedua saya berkunjung ke Lembah Dewata adalah ketika saya mengikuti acara program jurnalistik yg diadakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bu Maria dari kantor berita Antara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Di kali kedua, tersebut saya merasa sudah menjadi bagian dari keluarga Dewata. Bahkan saya menginap satu kamar bersama pak Darso dan pak Robby di mess 2, yg sekarang hanya tampak gundukan tanah seperti halnya Mess 1 dan rumah pak Irvan. &lt;/span&gt;Disitu kami sempat ngobrol semalaman bicara mengenai visi, filosofy serta impian-impian kami.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50ieqaYi9I/AAAAAAAAAW8/lwLjfKJmCK4/s1600-h/P1110839+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50ieqaYi9I/AAAAAAAAAW8/lwLjfKJmCK4/s320/P1110839+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448549034364537810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya teringat, betapa ceria dan gembiranya wajah para pemetik teh, ketika kami memotret mereka. ”Nanti dikirim ya pak”, kata mereka sambil tersenyum lebar.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Saya teringat, betapa sepanjang jalan, mereka melambaikan tangan kepada kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Betapa menyedihkannya, ketika melihat betapa mereka sekarang harus mengungsi dari kampung yang telah mereka tinggali entah berapa generasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50kvOv2zYI/AAAAAAAAAXM/XlOTBZKYTbY/s1600-h/P1110742.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50kvOv2zYI/AAAAAAAAAXM/XlOTBZKYTbY/s320/P1110742.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448551518019440002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50g2VIUgYI/AAAAAAAAAWk/CZHRt-AOwQo/s1600-h/P1110754.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50g2VIUgYI/AAAAAAAAAWk/CZHRt-AOwQo/s320/P1110754.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448547241945235842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50g2EU9NOI/AAAAAAAAAWc/6Sa2dtn6-U8/s1600-h/P1110752+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50g2EU9NOI/AAAAAAAAAWc/6Sa2dtn6-U8/s320/P1110752+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448547237434832098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Saya teringat, betapa saya telah bersama-sama memasak di dapur mess mereka, ketika menyiapkan baberque untuk makan malam. Kemana ikan-ikan super besar hanya mau memakan rumput saja. Kemana sekarang sebuah pohon teh besar yang telah berusia 50 tahun lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Hal yang membuat saya gundah, demikian juga dengan pertanyaan Nilam Zubir, salah satu peserta loka karya menulis di Lembah Dewata, yaitu kenapa sebuah bukit penuh pepohonan bisa runtuh? Bukankah alam dan manusia telah bersahabat sebelumnya. Betapa pohon-pohon tersebut dirawat, dan tidak ada ekploitasi alam yang berlebihan. Bukankah akar-akar pohon teh tersebut akar yang kuat. Bahkan para tamu, diwajibkan menanam pohon sebagai kenangan dan juga pelestarian lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50ie2MoLdI/AAAAAAAAAXE/B-4fGhJVH84/s1600-h/TNG_0423+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50ie2MoLdI/AAAAAAAAAXE/B-4fGhJVH84/s320/TNG_0423+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448549037528067538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Beberapa analisa para ahli sedikit menjawab kegundahandan pertanyaan saya. Gempa Tasik yang melanda pengalengan beberapa waktu yang lalu, ternyata telah menyebabkan retakan tanah. Ketika turun hujan, dimana pada masa-masa sebelum bukit tersebut runtuh, air hujan mengisi retakan tanah tersebut, sehingga menyebabkan ikatan antar tanah jadi melunak. Selainitu, menurut pak Robby, memang terjadi hujan yang curahnya hujannya sangat hebat, sekitar 5 kali dari curah hujan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Menurut teman saya, Pak Dhe Rovicky, si pendongeng Gempa, pepohonan, terkadang memang bisa menjadikan beban tanah makin berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apapun analisanya, yang terpenting adalah, lembah Dewata segera dapat pulih kembali.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50ieHTrCVI/AAAAAAAAAW0/ipVdV5L37so/s1600-h/P1110830.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50ieHTrCVI/AAAAAAAAAW0/ipVdV5L37so/s320/P1110830.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448549024941148498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50g1fCGm8I/AAAAAAAAAWM/eXrlfe2Z4KI/s1600-h/P1100819+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50g1fCGm8I/AAAAAAAAAWM/eXrlfe2Z4KI/s320/P1100819+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448547227423644610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7972207849893266520?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7972207849893266520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7972207849893266520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7972207849893266520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7972207849893266520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/03/duka-di-lembah-dewata.html' title='Duka di Lembah Dewata'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/S50cXl6_PvI/AAAAAAAAAUs/mG5ZNt8fjeY/s72-c/lembah+dewata+%28Large%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6193026773429022393</id><published>2009-12-14T16:34:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T16:38:11.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Warna-warni budaya minum teh di Indonesia</title><content type='html'>Seringkali saya mendapatkan pertanyaan, kira-kira ada nggak sih, budaya minum&lt;br /&gt;teh ala Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pecinta teh, dan khususnya tertarik untuk mendalami seni dan&lt;br /&gt;budaya teh, pertanyaan tersebut sangat menggelitik rasa ingin tahu saya. Kalau&lt;br /&gt;di China punya Gong Fu cha, di Jepang ada Chanoyu, di Korea memiliki Panyaro, di&lt;br /&gt;Inggris tempat lahir Afternoon tea, High tea dan tea break, Indonesia punya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi keluarga saya, minum teh menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan tiap pagi&lt;br /&gt;dan sore. Walau sekilas kegiatasan ini mirip-mirip dengan afternoon tea di&lt;br /&gt;Inggris, tetapi sifatnya lebih personal dan terbatas pada lingkungan keluarga&lt;br /&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kegiatan yang bersifat lebih luas, teh juga menjadi minuman yang selalu&lt;br /&gt;disajikan disetiap acara hajatan. Bahkan hingga kini, ketika di perkotaan&lt;br /&gt;menyediakan air putih dalam kemasan gelas karena kepraktisan, kami masih tetap&lt;br /&gt;menyajikan teh. Walaupun sebenarnya kegiatan ini juga sifatnya regional, yang&lt;br /&gt;mungkin saja memiliki tata cara yang berbeda diantara masing-masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah saya, khususnya di desa Nambangan, kabupaten Wonogiri, dalam setiap&lt;br /&gt;hajatan, ada seseorang yang bertugas untuk menyeduh teh, jabatannya disebut&lt;br /&gt;Jayeng. Ruang kerjanya disebut Jayengan. Jayeng dibantu Sinoman yang bertugas&lt;br /&gt;untuk mengantarkan teh untuk para tamu dengan nampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang Jayeng mulai dari memasak air, menyeduh teh, dan menyiapkan teh ke&lt;br /&gt;dalam gelas belimbing. Uniknya, proses penggulaan dilakukan tiap gelas. Jadi&lt;br /&gt;semisal ada 100 tamu, gula akan dituang sendok demi sendok ke dalam 100 gelas,&lt;br /&gt;dan diaduk satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini, juga berlaku bagi keluarga saya. Ibu saya kalau menyeduh tiap&lt;br /&gt;buat keluarga, selalu menuang gula ke masing-masing gelas. Dan hingga sekarang,&lt;br /&gt;kebiasaan ini selalu saya bawa ketika saya menyeduh teh buat keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan keluarga saya, keluarga istri yang kebetulan anggota keluarganya&lt;br /&gt;juga banyak memiliki cara menyeduh yang berbeda. Karena mereka hidup&lt;br /&gt;diperkotaan, tentu saja teh yang mereka gunakan adalah teh celup. Teh diseduh&lt;br /&gt;dalam pitcher, dan kemudian langsung diberi gula ke dalam pitcher tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain keluarga, lain kebiasaannya. Apalagi daerah. Kalau di daerah Jawa tengah&lt;br /&gt;dan sebagian Jawa Timur, teh yang diminum adalah teh hijau wangi melati. Banyak&lt;br /&gt;diantara mereka yang fanatik terhadap merk-merk tertentu seperti teh cap Sepeda&lt;br /&gt;Balam, Sintren, Dandang , Nyapu, Tong Tji, 66, dsb Ada pula sebagian yang&lt;br /&gt;melakukan blend, yaitu mencampur teh dengan beberapa merk yang berbeda. Teh-teh&lt;br /&gt;tertentu aroma wanginya yang diambil, sedangkan teh merk lain, diambil warnanya&lt;br /&gt;yang lebih merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di daerah Jawa Barat, peminum teh hijau dan sebagian teh hitam.&lt;br /&gt;Berbeda dengan dengan jawa tengah yang hampir selalu minum teh manis, di daerah&lt;br /&gt;jawa barat seduhan tehnya sangat bening, dan diminum tanpa gula. Di daerah&lt;br /&gt;Garut, bukan bunga melati yang dicampurkan melainkan Chamomile, yang mereka&lt;br /&gt;sebut sebagai kembang teh. Berbeda dengan proses pewangian teh wangi melati,&lt;br /&gt;yang dilakukan proses khusus, pencampuran chamomile mirip dengan proses tea&lt;br /&gt;blending. Bunga Chamomile langsung ditabur disatukan dengan daun teh kering.&lt;br /&gt;Uniknya, di Garut, teh dijualnya layaknya tea house, hanya dengan penampilan&lt;br /&gt;yang lebih sederhana. Beberapa penjual teh menjual teh dengan berbagai varian&lt;br /&gt;grade yang berbeda-beda, dan dijual kiloan. Jadi kita bisa memilih sendiri,&lt;br /&gt;apakah mau batang saja, daun saja, atau mau dicampur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Sumatera, familiar dengan teh hitam rasa Vanilla. Itu sebabnya teh&lt;br /&gt;merk Bendera dan Prenjak cukup populer disana. Beberapa kebiasaan minum teh juga&lt;br /&gt;cukup unik. Di Medan teh dicampur susu, dituang ke cangkir lain secara&lt;br /&gt;berulang-ulang sehingga menyebabkan susu menjadi berbusa. Proses ini mirip&lt;br /&gt;sekali dengan teh tarik yang ada di Malaysia. Entah Malaysia atau Medan yang&lt;br /&gt;duluan, tetapi tampaknya budaya ini dipengaruhi oleh kebiasaan minum teh susu di&lt;br /&gt;India. Bedanya kalau di India, teh dan susu langsung direbus bersama dengan&lt;br /&gt;rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, jahe dan Kayu Manis. Teh ini terkenal&lt;br /&gt;dengan nama Masala Chai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di padang lain lagi. Disini teh dicampur dengan telur, yang terkenal dengan&lt;br /&gt;sebutan teh talua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kebiasaan minum teh yang cukup terkenal dan memiliki nilai filosofi&lt;br /&gt;adalah teh poci. Kebiasaan ini berlaku di daerah tegal dan sekitarnya, dan&lt;br /&gt;menyebar ke beberapa daerah lainnya. Di sini, teko yang digunakan adalah teko&lt;br /&gt;tanah liat, dengan ukuran personal. Satu teko, hanya untuk 2 cangkir saja,&lt;br /&gt;karena menyeduh teh disini merupakan sesuatu yang personal. Entah bagaimana&lt;br /&gt;sejarahnya, tampaknya kebiasaan ini merupakan adapatasi dari Kebudayaan Gong Fu&lt;br /&gt;cha di China. Gong fu cha, juga dilakukan secara personal, bahkan ukuran tekonya&lt;br /&gt;jauh lebih kecil lagi. Teko yang digunakan juga teko tanah liat, hanya memang&lt;br /&gt;teh Poci tidak sedetail dan seribet cara-cara Gong Fu cha, yang memerlukan&lt;br /&gt;pengetahuan teh dan cara-cara penyeduhan khusus, karena masing-masing jenis teh&lt;br /&gt;mempunyai treatment yang berbeda. Teh yang digunakan juga sebagian besar adalah&lt;br /&gt;teh Oolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang teh poci, walau teh yang digunakan sebenarnya teh hijau wangi melati,&lt;br /&gt;tetapi treatment yang dilakukan mirip dengan penyeduh hitam. Kalau di China, teh&lt;br /&gt;hijau digunakan air yang tidak terlalu panas (sekitar 70-80 ºC), teh hijau wangi&lt;br /&gt;melati digunakan air mendidih (sekitar 100 ºC). Keunikan lain adalah pemanis&lt;br /&gt;yang digunakan adalah gula batu, dan tidak boleh di aduk, melainkan cukup&lt;br /&gt;digoyang sedikit cangkirnya. Dan hal ini memiliki nilai filosofi tersendiri,&lt;br /&gt;yaitu hidup ini awalnya pahit. Kita mesti bersabar, sehingga di akhir nanti kita&lt;br /&gt;akan mendapatkan manisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keanekaragaman budaya kita, mestinya masih banyak lagi yang digali seni&lt;br /&gt;dan budaya minum teh khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menambahkan, budaya minum teh di daerah masing-masing?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6193026773429022393?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6193026773429022393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6193026773429022393' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6193026773429022393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6193026773429022393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/12/warna-warni-budaya-minum-teh-di.html' title='Warna-warni budaya minum teh di Indonesia'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-481882858126275651</id><published>2009-11-14T08:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T08:44:45.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Oolong, Kepahiang Bengkulu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Dunia memang sempit itu benar adanya. &lt;span style="" lang="DA"&gt;Terkadang beberapa ha&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;l terjadi secara kebetulan bak sebuah drama sinetron saja. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pertemuan saya dengan Oolong bengkulu adalah salah satu contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Oolong bengkulu adalah salah satu teh Oolong yang dulu pernah kami cari-cari.&lt;br /&gt;Ceritanya, pada waktu itu mbak Ratna tanya kepada saya, apakah saya mengetahui kebun teh Oolong di Bengkulu yang hasil produksinya semua di ekpor ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;span style="" lang="DA"&gt;Seperti biasa, segala macam pertanyaan biasanya saya teruskan ke Om Google. Atas saran Om Google saya diminta menghubungi PT. Trisula Ulung Megasurya. Saya juga dapat nomor telponnya, tetapi tidak pernah berhasil melakukan kontak bicara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Sebuah kebetulan kalau akhirnya saya bisa mengenal lebih dekat dengan Julian Julindra. &lt;/span&gt;Dia 'menemukan' saya di tengah belantara booth teh sewaktu acara tea festival di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada tahun 2008. Setelah pertemuan itu, Julian akhirnya menjadi peserta Gathering yang paling aktif. Kami ketemu di acara gathering yang dilakukan di Festival teh di Kemajoran. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari gathering Kemayoran, secara kebetulan, saya dan Julian ngobrol tentang teh Oolong dari Bengkulu, dan Julian mengatakan bahwa dia punya teman dimana bapaknya punya kebun teh di Bengkulu. Wah, jangan-jangan dia, pikir saya. Berkat Julian pula akhirnya saya berkenalan dengan pak Surya Dharmadi. Ternyata benar dugaan saya, setelah pak Surya mengeluarkan kartu nama, tertera nama perusahaannya PT. Trisula Ulung Megasurya. Dunia benar-benar sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, saya rasa prolog yang cukup panjang perlu saya tulis, untuk menggambarkan perjalanan untuk menemukan teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kualitas premium memang terkadang dibarengi oleh beberapa keberuntungan. Untung ada Julian, untung ada mbak Ratna yang menanyakan teh tersebut, untuk ada milist pecinta teh, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kata sederhana yang dapat saya ungkapkan ketika mencoba Oolong bengkulu, memang benar-benar singkat saja : Sumpah, enak banget!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar-benar teh aromatik &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang pernah saya coba. Aromatik yang saya maksud disini bukannya ditambah aroma dari bahan lain, tetapi benar-benar rasa asli teh yang mengeluarkan aroma dan rasa yang sangat exotic.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Daun teh keringnya berwarna hijau emerald, dan aromanya wangi sekali. Hasil seduhan, berwarna kuning keemasan. Ketika diteguk, rasa Fruitynya begitu terasa, seperti buah ranum yang segar, dan ada sedikit rasa kesat dan slighty sepet, mengingatkan saya pada buah apel ranum. Saya suka sekali dengan Oolong bengkulu ini. Benar apa yang dikatakan mbak Ratna, Oolong bengkulu ini tidak kalah dengan teh-teh Olong dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8CWHeBI/AAAAAAAAAT4/6P7dEWo81lY/s1600-h/P1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8CWHeBI/AAAAAAAAAT4/6P7dEWo81lY/s320/P1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403999526871070738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah kalau akhirnya pak Surya mau bergabung dengan milist pecinta teh, dan dapat membantu kita semua untuk dapat menikmati teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8Z1AIsI/AAAAAAAAAUA/ymGmGhzILA0/s1600-h/P2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8Z1AIsI/AAAAAAAAAUA/ymGmGhzILA0/s320/P2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403999533174629058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8uFEnQI/AAAAAAAAAUQ/XRNEtrGQgcs/s1600-h/P4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 219px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8uFEnQI/AAAAAAAAAUQ/XRNEtrGQgcs/s320/P4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403999538610740482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8rOn1RI/AAAAAAAAAUI/1cL7LR9X8ZE/s1600-h/P3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 260px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8rOn1RI/AAAAAAAAAUI/1cL7LR9X8ZE/s320/P3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403999537845490962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8xM_CGI/AAAAAAAAAUY/LzmW2ogkiLQ/s1600-h/P5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8xM_CGI/AAAAAAAAAUY/LzmW2ogkiLQ/s320/P5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403999539449235554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7dVgStgDI/AAAAAAAAAUg/PZjE5f7O0oE/s1600-h/P6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7dVgStgDI/AAAAAAAAAUg/PZjE5f7O0oE/s320/P6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403999964406579250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-481882858126275651?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/481882858126275651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=481882858126275651' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/481882858126275651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/481882858126275651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/11/oolong-kepahiang-bengkulu.html' title='Oolong, Kepahiang Bengkulu'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Sv7c8CWHeBI/AAAAAAAAAT4/6P7dEWo81lY/s72-c/P1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6974075616140805985</id><published>2009-08-29T16:09:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T19:40:50.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Seni dan Budaya'/><title type='text'>Make a delicious bowl of tea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Spnl7SwoqsI/AAAAAAAAATY/If4W_bMipqc/s1600-h/photosh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Spnl7SwoqsI/AAAAAAAAATY/If4W_bMipqc/s320/photosh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375580437054270146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Make a delicious bowl of tea", Itu jawaban pertama dari Sen No Rikyu ketika ditanya muridnya tentang hal yang terpenting yang harus dipahami dan tersimpan dari dalam pikiran kita ketika kita sedang melakukan tata cara upacara minum teh. Jadi tak heran kalau sensei Uchida, salah seorang pengajar Chanoyu di JF Indonesia mengatakan hal tersebut kepada muridnya, karena hal tersebut merupakan bagian dari Seven Rules of Rikyu's yang menjadi fondamental bagi seseorang yang berhubungan perilaku kita sewaktu latihan Chanoyu.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Walau tampaknya sederhana, tetapi membuat teh yang lezat, tampaknya begitu sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan effort, knowledge dan kesungguhan hati dari Otemae. Simplenya, untk membuat teh yang paling lezat, tentu kita sajikan teh yang paling mahal. Mahal disini bukan sekedar dari nilai uang yang kita gunakan untuk membeli teh tersebut, tetapi juga valueable dri teh tersebut. Apakah teh tersebut mahal karena kemasannya? Karena langka? Karena susah prosesnya? &lt;span style="" lang="DA"&gt;Karena dibuat dari bahan baku terbaik, lokasi yang baik, proses yang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah semua itu cukup hanya dengan memiliki teh terbaik dan mahal kita bisa menyajikan teh yang paling lezat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya teh-teh yang mahal (baca kualitas tinggi), seringkali membutuhkan pengetahuan dan treatment yang khusus. Kualiatas air, suhu yang tepat, lama seduh (khusus untuk Chanoyu tentunya keterampilan dalam menggunakan chasen), adalah langkah-langkah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui ini semua, selain membutuhkan ilmu tersendiri juga pengalaman dan jam terbang. Bagaimana kita tahu teh tersebut yang terbaik, kalau belum mencoba yang kurang baik. Kita juga mesti tahu, bagaimana seharusnya teh tersebut diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi make a delicous bowl of tea, lebih bermakna filosofis, untuk menunjukkan kesungguhan dan terlebih passionate kita untuk membuatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Chanoyu atau Chado bukan sekedar ritual ceremony dalam bahasa simbolisasi, melainkan sebuah jalan hidup yang memang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip dasar dari Rikyu, yaitu Wa (keselarasan), Kei (rasa hormat), Sei (kesucian) dan Jaku (ketenangan) itulah dasar-dasar kita dapat menjadi otemae yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah ceremony, beberapa memang dilakukan dalam simbolisasi. Seperti Keselarasan peralatan yang digunakan, yang mesti disesuaikan dengan musim sesuai kehendak alam. Keselarasan gerak, yang presisi namun penuh nilai seni tinggi. Seorang Otemae seperti Uchida, dimata saya gerakannya seperti penari yang lembut, tetapi tegas dan khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat, diaplikasikan dengan beberapa macam cara hormat seperti Sin, So atau Gyo. Tetapi prinsip dasar dari rasa hormat disini adalah sincerity, atau ketulusan untuk membawa kita kesuatu hubungan yang terbuka dan intim dengan lingkungan, kemanusian dan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa rasa hormat dan ketulusan hati, niscaya sulit kita dapat menyajikan teh dengan baik, yang mesti dilakukan dengan tata cara dimana dimata orang awam terlihat ribet dan lama. Begitu juga sebagai tamu, tanpa ada rasa hormat dan ketulusan, sang tamu tidak akan dapat menikmati teh yang disajikan. Karena kesemua itu tidak hanya dinikmati di mulut, tetapi juga dipikiran dan dihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemurnian, dapat terlihat dari awal penyajian disiapkan, mulai dari merendam chakin (lap chawan) dan chasen (pengocok teh) dalam air panas, kemudian simbolisasi pembersihan Natsume (tempat teh), Chashaku (sendok teh), Chawan (mangkok teh), dan Chasen. Dalam upacara lengkap, bahkan simbolisasi ini dimulai ketika kita masuk pintu gerbang menuju Chasitsu (rumah teh), dimana kita sudah disediakan Tsukubai (tempat simbol pembersihan). &lt;/span&gt;Di tempat ini disediakan air di dalam wadah batu, lengkap dengan peralatan pembersihan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua itu dilakukan dalam suasana penuh ketenangan dan kedamaian, jauh dari hiruk pikuk dunia. Dalam ketenangan, di dalam ruang penyajian teh, kita seakan masuk ke dalam dunia microcosmos penuh dengan kedamaian. Dalam ketenangan kita renungkan kembali, sejauh mana Wa, Kei dan Sei telah dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6974075616140805985?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6974075616140805985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6974075616140805985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6974075616140805985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6974075616140805985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/08/make-delicious-bowl-of-tea.html' title='Make a delicious bowl of tea'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Spnl7SwoqsI/AAAAAAAAATY/If4W_bMipqc/s72-c/photosh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-5962996450210850305</id><published>2009-08-29T16:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T16:17:26.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Qualitea life</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Spm2MTp8cYI/AAAAAAAAATQ/RhSBB42diAM/s1600-h/IMG00168-20090716-1623.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Spm2MTp8cYI/AAAAAAAAATQ/RhSBB42diAM/s320/IMG00168-20090716-1623.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375527952794284418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Belum lama ini, saya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ratna Somantri, Julian dan Renny, mewakili milist pecinta teh, mendapat kehormatan untuk menghadiri acara launching Teh Celup Sosro dalam&lt;/span&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt; kemasan baru dengan tajuk TEACHNOLOGY CELEBRATION, dengan tagline Qualitealife.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Acara ini diselenggarakan oleh Gunung Slamat, yang memproduksi teh celup Sosro, dan juga teh lainnya (Teh Cap Botol, Teh Cap Poci).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Tentu kami merasa bangga bahwa perusahaan sebesar group Sosro turut mengundang kami. Paling tidak kami merasa, milist pecinta teh kami sudah di dengar oleh perusahaan sebesar Gunung Slamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Dalam presentasinya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pak Soehartono Gunawan, marketing Director Gunung Slamat mengatakan bahwa dengan dedikasi selama 70 tahun di dunia teh, mereka sangat berkomitment dengan kualitas. Komitmen ini didukung dengan kepemilikan kebun sendiri, sehingga mampu mendapatkan source teh yang berkualitas, yang mereka lakukan mulai dari awal pembibitan sehingga didapatkan bahan mentah teh basah yang berkualitas yang nantinya dioleh menjadi teh kering. Dukungan lain kepemilikian pabrik modern yang menggunakan tehnologi modern dan sistem kualitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Management Sosro secara umum, selain terkenal memiliki jaringan distribusi yang handal, mereka handal dalam strategi pemasaran yang selalu mengikuti perkembangan jaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Berawal dari kepercayaan mereka bahwa budaya minum teh sudah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, mereka mencoba terus mengikuti gaya hidup masyarakat yang terus berkembang.&lt;span style="color:red;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:red;"   lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Khusus untuk teh kering Celup Sosro, mereka mencoba menghubungkannya dengan gaya hidup modern yang mobile. Dengan target market wanita usia 19-49 tahun, kaum urban dan modern moms,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka mencoba memadukan teh dan gaya hidup dengan Miracle Packaging concept yang diharapkan dapat memberikan sentuah emosi, gampang diingat, interaktif dan menambah pengalaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Berkaitan dengan perkembangan gaya hidup modern yang mobile, mereka memanjakan pelanggan setia teh Celup Sosro dengan mengeluarkan aplikasi Handphone yang merupakan qualitea life mobile guide. Aplikasi tersebut berisi fitur-fitur menarik dan bermanfaat mengenai cerita-cerita yang mengundang inspirasi, wisata budaya, wisata kuliner, hotel serta percakapan dalam bahasa setempat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk saat ini baru Jakarta, Bandung dan Bali yang masuk ke dalam directory.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Untuk menunjang semua itu, mereka juga merubah kemasan dengan tema Augmented Reallity, yang merupakan terobosan tehnology yang memukau yang diharapkan dapat menampilkan ”Keajaiban kemasan teh celup Sosro”, menjadi sebuah kemasan yang hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Sebuah strategi marketing yang sangat menarik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Walaupun begitu saya akan memberikan catatan sesuai dengan opini saya terhadap dua program mereka, Qualitea Life Mobile Guide dan Augmented Reality.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Menawarkan aplikasi dalam gadget untuk penunjang gaya hidup modern memang sangat menarik. Hanya saya masih belum begitu mengerti sejauh mana hal ini akan memberi efek terhadap teh celup Sosro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Sebelum memberikan pandangan saya terhadap program ini, saya akan mengelompokkan pasar-pasar para peminum berdasarkan versi saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, golongan kelompok peminum teh, saya bagi menjadi tiga bagian, yaitu Tea Connoisseur, Executive moderate dan Urban Pop. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Tea Connoisseur saya kelompokkan untuk mereka yang sangat mengerti tentang teh, memiliki waktu dan mau menyeduh teh dengan tata cara tertentu sesuai dengan jenis teh ataupun budaya menyeduh teh yang berbeda-beda di masing-masing negara. Paling tidak mereka memiliki pengetahuan, tentang hal tersebut. Kelompok ini begitu concern terhadap kualitas teh, sehingga mereka hampir selalu menggunakan teh kering, bukan teh celup. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Executive moderate saya kelompokkan untuk mereka yang menyukai teh-teh Import, terutama teh Inggris. Mereka biasanya lebih mengenal merk dari pada jenis teh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Teh-teh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bermerk terkenal seperti Twining, Tetley atau Dilmah sangat mereka gemari. Kelompok ini di dominasi kalangan menengah ke atas,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaum executive yang suka nongkrong di Cafe-cafe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Urban Pop saya kelompokan untuk mereka yang &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; hidupnya lebih ngepop, sebagian kalangan komuter yang banyak menghabiskan waktunya di jalan,.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Sebagian dari mereka terjebak dalam pola hidup tidak sehat, stress karena presure pekerjaan, sering makan makanan junk Food, pola makan tidak teratur. Mereka mulai tahu dan sadar bahwa minum teh cukup bermanfaat buat kesehatan, dan menganggap minum teh adalah sebagai penyeimbang dari pola hidup mereka yang kurang sehat. Mereka juga suka hal-hal yang praktis yang tidak buang-buang waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam kelompok versi saya, peminum teh Celup Sosro masuk dalam golongan Urban Pop. Sedangkan dalam target market versi Gunung Slamat, golongan yang mereka bidik adalah gabungan executive moderate dan Urban pop.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sekarang saya coba bahas, bagaimana program Qualitea life dan Augmentend really, dalam hubungannya dengan target market yang dibidik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pertama soal kemasan, sebagai orang yang dapat dikatakan awam terhadap design, saya memang tidak menemukan sesuatu yang baru dalam perubahan kemasan mereka. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Bahkan, kalau tidak membandingkan dengan kemasan yang lama, tidak terlalu tampak perbedaannya. Penggunakan logo, gambar, pilihan Font dapat dikatakan hampir sama. Hanya warna yang memang berubah, dimana dalam kemasan lama warnanya sangat merah, dalam kemasan baru warnanya merupakan gradasi warna merah, oranye dan kuning.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemasan baru memang terasa fresh dan modern. Evolusi kemasan (kalau dapat dikatakan demikian), memang merupakan salah satu strategi yang digunakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menurut pak Daniel Surya, Country Director dari the Brand Union Jakarta, walau kemasan baru, tetap tidak melupakan asal muasal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Walau secara sekilas tidak ada perubahan yang mencolok, tetapi sebenarnya kemasan baru tersebut secara tekhnologi dapat dikatakan revolusioner. Mereka menyebutnya Augmented Reallity. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Dengan bantuan tehnologi komputer, setelah kita menginstall software khusus di komputer kita, kemasan tersebut mampu menampilkan gambar bahkan video.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Dengan mengarahkan webcam pada kemasan Teh Celup Sosro, di komputer kita seakan memunculkan suatu gambar rahasia yang tersembunyi di balik kemasan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Entah mungkin karena saya melihatnya sepintas, atau memang ini masih dalam taraf pengembangan, gambar atau video yang ditampilkan dalam keajaiban kemasan tersebut, belum memberikan pesan khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Padahal gambar-gambar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, mengenai manfaat teh misalnya. Atau tip trik cara seduh teh yang baik dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kedua qualitea life mobile guide, tentunya merupakan sebuah kebutuhan bagi mereka yang selalu mobile. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Anda dapat mengunduh fasilitas ini secara gratis lewat &lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;www.qualitealife.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ke ponsel Anda. &lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Bluetooth, infrared, data kabel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dari ponsel dan komputer anda dapat menginstall program tersebut ke dalam ponsel anda. Dalam program in janda akan mendapatkan fitur-fitur direktori tempat-tempat, seperti lokasi dan peta restoran, hotel, &lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;tourist&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;spot&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, lokasi budaya dan wisata, bahkan ada daftar nomor telepon darurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Sebuah usaha yang cukup menarik untuk meningkatkan citra teh celup Sosro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt; Ibu Meicy, dari Gunung Slamat menjelaskan, bahwa  untuk kualitas tehpun  dilakukan peningkatan kualitas. Kalau dulu digunakan grade dust, sekarang sudah  digunakan grade fanning. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Akan lebih mengesankan lagi, kalau perubahan kemasan juga dibarengi peningkatan kemasan di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Beberapa kelemahan dasar produk-produk teh Indonesia adalah tidak diperhatikannnya kemasan sebagai alat untuk menjaga aroma dan rasa teh itu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;Teh, seperti halnya kopi, kesegaran daun teh keringnya harus selalu terjaga. Musuh utama dari teh adalah udara dan cahaya langsung. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain itu sifat teh juga menyerap aroma yang ada disekitarnya. Itu sebabnya beberapa produk teh kualitas tinggi selalu membungkus teh dalam kemasan aluminium foil. Kemasan ini, hingga saat ini masih merupakan bahan terbaik untuk melindungi teh dari oksidasi udara dan pengaruh aroma dari luar teh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kebanyakan, teh-teh kita hanya dibungkus plastik bening, atau sekedar dimasukkan begitu saja ke dalma kemasan luarnya. Dapat dibayangkan, perjalanan panjang teh hingga sampai ke tangan pembeli akhir, harus melewati beberapa moda angkutan. Kemudian di tangan pengecer, melewati beberapa macam ruangan dengan aneka aroma segala rupa. Ketika dipajang di supermarketpun bercampur dengan aneka aroma lain yang ada disana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pada saat teh tersebut pindah ke tangan pengguna akhir, di tempat penyimpanan keluarga, boleh jadi teh tersebut disimpan di dapur, dimana disana sudah menunggu aroma bumbu masak lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seringkali saya mendapatkan teh-teh yang semestinya tidak terlalu buruk, tetapi dengan sangat sederhanya kemasan, membuat teh ini cepat berbau apek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nah dengan adanya perubahan kemasan dan tehnologi, peningkatan kualitas produk yang digunakan, juga inner kemasan, mestinya akan menjadikan teh Celup Sosro bisa berdiri setingkat di atas pesaingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-5962996450210850305?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/5962996450210850305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=5962996450210850305' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5962996450210850305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5962996450210850305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/08/qualitea-life.html' title='Qualitea life'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Spm2MTp8cYI/AAAAAAAAATQ/RhSBB42diAM/s72-c/IMG00168-20090716-1623.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7287365754375523524</id><published>2009-05-12T07:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T07:44:22.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh Jepang'/><title type='text'>Sincha</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Teh hijau Jepang adalah teh yang unik dan memiliki rasa dan aroma yang unik pula. Negara Jepang merupakan negara kepulauan yang tentu saja dikelilingi oleh lautan. Kondisi geographis inilah yang mempengaruhi cita rasa teh hijau jepang yang memiliki aroma rumput laut, dengan rasa yang sedikit amis. Aroma dan cita rasa ini, juga dipengaruhi oleh masa dimana teh tersebut di panen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itu sebabnya, pengelompokan kualitas teh hijau Jepang, selain dari ukuran daun juga ditentukan oleh waktu panen. Pengelompokan lain, juga dibedakan apakah sebelum dipanen, pohon teh tersebut diberi naungan penuh atau tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sencha adalah teh hijau jepang yang paling dikenal. Bentuknya yang lurus, seperti jarum kecil-kecil, dengan warna hijau Jamrud. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sencha yang di panen pertama (sekitar bulan April), dinamakan Sincha. Ini merupakan teh sencha kualitas terbagus, walaupun juga masih terbagi lagi dengan utuh tidaknya daun. Makin utuh daun, makin bagus kualitasnya. Kalau makin banyak bubuknya, berarti bukan kualitas terbagus. Bubuk ini selain memberi warna seduhan lebih gelap, juga menyebabkan rasa teh lebih pahit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum lama ini saya mendapat kiriman Sincha dari ibu Lim Kim Soan, sahabat saya dari &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/pecinta_teh/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#0b5eb4;"&gt;Milist Pecinta Teh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . Beliau memang tinggal di Jepang, sehingga acap kali kalau ada teman beliau yang datang ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, beliau sering titip sesuatu untuk saya. Saya juga mendapatkan kiriman buku tentang teh. Tampaknya buku ini cukup lengkap dengan photo-photo yang sangat bagus. Sayangnya saya tidak dapat membacanya, karena hurufnya kanji semua. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sincha, harus disimpan di dalam refrigerator, kalau tidak aromanya akan cepat hilang. Agar supaya tidak terpengaruh oleh aroma lain yang ada di dalam refrigerator, sebaiknya Sincha tetap di dalam bungkus aluminium foilnya, lalu dimasukkan lagi ke dalam wadah plastic. Lebih bagus lagi wadah tersebut wadah yang kedap udara.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgmKdu_0hxI/AAAAAAAAASo/rf7ZEZIrQ78/s1600-h/P1100151sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 132px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgmKdu_0hxI/AAAAAAAAASo/rf7ZEZIrQ78/s320/P1100151sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334947477033617170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena panenan pertama, aroma Sincha lebih kuat, dan warna daun tehnya juga berwarna jamrud. Saya biasanya menggunakan takaran 1 sendok teh, untuk air volume air sekitar 200 cc. Seduhan pertama 2 menit, seduhan kedua empat menit. Biasanya memang hanya 2 kali seduh, karena seduhan ketiga aroma dan rasanya sudah berkurang cukup banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sincha rasa cukup lembut, dengan aroma sea weed lebih halus. Sekalipun ada hint rasa pahit, tetapi after tastenya cukup manis. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ampas Sincha, juga sangat lembut. Kalau dalam tulisan sebelumnya saya mencoba membuat peyek dari ampah Sencha, sekarang saya coba makan begitu saja ampas sinchanya. Sedikit mirip rasa bayam, dengan sisa aroam rumput laut. Rasa pahit juga sudah mulai menghilang (mungkin karena sudah diseduh 2 kali). Daunnya begitu muda dan lembut. Bahkan tangkai daunnya juga cukup lembut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau istri saya memiliki cara lain memanfaatkan ampas daun Sincha. Dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dicampur sedikit telor, jadilah masker yang menurut beberapa penelitian, kandungan Cathecinnya memiliki manfaat anti oxidant yang cukup tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi minum Sincha, bukan sekedar minum air seduhannya, tetapi juga sekaligus dapat dimakan daunnya, atau digunakan sebagai masker. Mudah-mudahan semua cathecin, baik yang sudah terektrak di air dan tersisa di ampas, masih cukup bermanfaat buat tubuh. Sebenarnnya kandungan cathecin teh hijau jepang, tidak setinggi kandungan cathecin teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, tetapi walaupun begitu, saya belum memiliki keberanian untu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencoba makan ampas daun teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgmKdePDKlI/AAAAAAAAASg/1bSYPm40DVA/s1600-h/P1100149sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgmKdePDKlI/AAAAAAAAASg/1bSYPm40DVA/s320/P1100149sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334947472534088274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7287365754375523524?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7287365754375523524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7287365754375523524' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7287365754375523524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7287365754375523524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/05/sincha.html' title='Sincha'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgmKdu_0hxI/AAAAAAAAASo/rf7ZEZIrQ78/s72-c/P1100151sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-2203893864170400313</id><published>2009-05-06T08:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T09:00:41.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep teh'/><title type='text'>Rempeyek teh</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Teh adalah minuman nomor dua di dunia setelah air putih. Di beberapa negara, teh bukan hanya sekedar minuman, tetapi juga dimakan. Dalam tulisan saya tentang  &lt;a href="http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/11/myanmar-tea.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(11, 94, 180);"&gt;teh Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, pernah saya ceritakan bahwa di negara tersebut teh dibuat semacam asinan dan dibuat kudapan sambil menonton televisi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jepang merupakan jagonya teh hijau. Di negara ini, ditemukan sistem penghentian proses oksidasi dengan cara steam, sebagai pengganti cara pan frying seperti yang dilakukan di china. Dengan cara ini, selain menjaga kandungan cathecin tidak banyak terbuang dalam proses produksi, juga membuat warna daun teh menjadi lebih segar dan lebih hijau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam gambar, dapat anda lihat untuk teh Sencha, warna ampas tehnya lebih hijau dan segar. Sedangkan teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yang menggunakan sistem pan frying, ampasnya berwarna coklat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgGyPajw8_I/AAAAAAAAASQ/jr-Dl0x1OyM/s1600-h/ampas+teh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 307px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgGyPajw8_I/AAAAAAAAASQ/jr-Dl0x1OyM/s320/ampas+teh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332739411680490482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Khusus untuk teh Jepang kualitas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tertentu, ampas daun teh hasil seduhan, selain dapat digunakan sebagai bahan perawatan kecantikan (untuk masker misalnya), juga dapat dapat dimakan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda memiliki Sencha kualitas Fine,. Untuk daun teh Sencha kualitas tinggi, digunakan daun teh yang sangat muda coba anda kunyah ampas daun tehnya. Karena daun teh yang digunakan sangat muda, ketika dikunyah terasa lembut dan tidak pahit.. Nah, anda juga dapat mencoba membuatnya menjadi makanan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan sekali Istri saya sedang membuat risole, yang menggunakan bahan tepung terigu, mentega dan telur. Untuk percobaan, saya ambil sebagian adonan tadi, dan saya campur dengan ampas teh Sencha, lalu digoreng.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hasilnya mirip dengan rempeyek teh. Tetapi, karena adonan tersebut dominan rasa telur dan menteganya, rasa tehnya memang kurang begitu terasa. Kemungkinan lain, karena teh tersebut sudah diseduh 3 kali, sehingga sudah banyak berkurang aroma dan rasanya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgGyPoVqcuI/AAAAAAAAASY/uKG1ZCBNZ1k/s1600-h/peyek+teh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgGyPoVqcuI/AAAAAAAAASY/uKG1ZCBNZ1k/s320/peyek+teh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332739415379440354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat saja berkreasi dengan mencampur ampas teh dengan bahan makanan lain, sebagai campuran pecel, asinan atau gado-gado misalnya?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Paling tidak, kita masih mendapatkan sisa-sisa cathecin yang mungkin masih terkandung di dalam ampas teh tersebut. Hanya yang perlu diperhatikan hanya daun teh yang benar-benar muda yang enak untuk dijadikan bahan makanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-2203893864170400313?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/2203893864170400313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=2203893864170400313' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2203893864170400313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2203893864170400313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/05/rempeyek-teh.html' title='Rempeyek teh'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SgGyPajw8_I/AAAAAAAAASQ/jr-Dl0x1OyM/s72-c/ampas+teh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-2492139109684327242</id><published>2009-03-26T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T17:21:24.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh Cap Botol Premium</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kalau anda dilahirkan dan dibesarkan di Jawa, tentunya sudah tidak asing lagi dengan teh wangi. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; berbagai merek yang masing-masing memiliki penggemar fanatik. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; merek-merek yang menguasai pasar regional seperti Dandang, Nyapu, Balap, Sintren. Beberapa merek lain yang cukup dikenal di perkotaan adalah Cap Botol, Tong Tji dan 2 Tang dan Gopek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya pernah mereview khusus ke empat merk terakhir. Walau kesimpulan terakhir saya lebih memilih cap Botol, tetap saja saya merasa belum puas karena tangkai dan batang teh cukup mengusik dan mengganggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya sempat bermimpi, apa mungkin kalau saya pesan kualitas premium, dimana saya&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOQuSlNI/AAAAAAAAASI/uOuhKNUx3FY/s1600-h/premium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 190px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOQuSlNI/AAAAAAAAASI/uOuhKNUx3FY/s320/premium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317517752885482706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; mendapatkan daun-daun utuh tanpa batang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk bermimpi, karena beruntung sekali saya dapat berkenalan dengan pak Budi HS, marketing manager dari Gunung Slamat, sebuah perusahaan teh yang memproduksi teh cap Botol dan Poci. Beliau mengundang saya untuk melakukan tea tasting di kantornya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Kami masih pasarkan di supermarket kecil, macam Naga dan Gelael pak”, demikian penjelasan pak Budi. “Untuk pasaran lokal memang kurang disukai, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;karena teh ini tidak bisa n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;asgithel seperti halnya cap Botol warna hijau atau biru. Teh inilah yang digunakan untuk membuat teh botol Sosro”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Disini terjawab dengan jelas, bahwa kalau selama ini orang banyak menduga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; teh botol Sosro adalah teh hitam adalah salah besar. Penjelasan pak Budi juga menjawab beber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;apa persepsi yang keliru yang mengatakan bahwa teh wangi adalah teh hitam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menurut pak Budi, bahan dasar yang dipakai untuk membuat teh wangi adalah teh hijau. Khusus untuk kualitas premium, digunakan grade Pekoe Super.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam situs Sosro, dijelaskan bahwa untuk teh hijau mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada tiga macam sortiran, yaitu Peko, Jikeng (daun tua), Kempring (remukan daun) dan tulang. Sedangkan untuk teh hijau kualitas tinggi, seperti teh cap pucuk sari misalnya, kualitas Peco dibagi lagi menjadi beberapa grade, yaitu Gun Powder, Pekoe Super dan Pekoe. Dibawah itu adalah grade Fanning dan Dust, yang biasanya digunakan untuk bahan teh celup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Proses pewangian teh adalah dengan cara terlebih dahulu melembabkan te&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;h hijau (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;yang sebenarnya telah dikeringkan). Tujuan proses pelembaban ini adalah agar supaya teh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; dapat menyerap aroma melati yang akan dicampurkan. Yang perlu diketahui adalah, bunga melati hanya diambil aromanya saja. Setelah dibiarkan semalaman, bunga melati tersebut akan diblow up dan terpisah dari teh daun tehnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kalau ada yang tercampur di dalam teh, kalau tidak “katutan” mungkin sebagai hiasan untuk menandai bahwa teh tersebut beraroma melati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bunga melati yang digunakan juga bukan bunga melati sembarangan. Bunga yang dipakai adalah bunga yang siap mekar. Menurut pak Budi ada jenis macam bunga melati yang dipakai, yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bunga Melati &lt;span style="color:black;"&gt;(jasminum sambac) yang diambil dari daerah pantura (pemalang, pekalongan) dan bunga melati gambir (jasminum Officinale) diambil dari daerah pegunungan di dekat Slawi. Bunga ini harus diambil dalam keadaan segar, sebab kalau tidak bisa-bisa aromanya sudah menghilang ketika mau digunakan. Itu sebabnya, kenapa pabrik teh wangi selalu berada di daerah pantura seperti tegal, slawi, pekalongan dikarenakan lebih mendekatkan kepad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;a sumber b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;nga melatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penambahan bunga melati juga bukannya tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan pohon teh yang di tanam di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; adalah varians dari Assamica. Varians ini ditanam dan disebar luaskan d &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, karena kebetulan Belanda yang pada waktu itu membudidayakan teh di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, ingin menjual tehnya di pasar Eropa, yang kebetulan lebih suka te&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;h hitam varians Assamica.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Teh varians Assamica, ketika dibuat menjadi teh hijau, aroma dan rasanya kurang enak. Kalau dalam bahasa Jawa disebut sebagai langu. Untuk mengatasi rasa enak tersebut, maka dicampurlah dengan melati. Selain itu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebenarnya teh hijau Assamica juga terlalu sepat. Itu sebabnya teh wangi melati, kalau diseduhnya pekat, lebih enak diminum dengan gula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Inilah keunikan teh hijau wangi melati. Sekalipun teh hijau treatment yang dilakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;mi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;rip teh hitam. Selain diseduh dengan air mendidih (sekitar 100ºC), juga diminum d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;engan gula. Teh wangi melati inilah yang digunakan untuk menyeduh teh ala teh poci, yang menjadi tradisi di Tegal dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam photo dibawah, saya lampirkan photo teh cap botol dan cap botol premium. Tampak jelas dari daun teh kering cap Botol, tampak besar-besar (Jikeng?), dengan ranting yang besar pula, Selain itu tampak juga serpihan warna putih, bunga melati. Sedangkan photo cap Botol premium, gulungan daun terlihat lebih kecil. Tangkai daun masih terlihat juga, dengan ukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih kecil. Sama sekali tidak tampak serpihan bunga melati. Aroma melatinya tidak terlalu tajam.. Daunya masih berwarna hijau tua, dan ukurannya masih cenderung utuh, sekalipun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; masih tercampur tangkai daun kecil-kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Khusus teh hijau cap botol Premium, aroma melatinya tidak terlalu tajam. Kalau dilihat dari daun teh keringnya, sama sekali tidak tampak serpihan bunga melati di dalamnya. Daunya masih berwarna hijau tua, dan ukurannya masih cenderung utuh, sekalipun masih ter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;campur tangkai daun kecil-kecil. Seduhan yang disarankan adalah satu sendok makan teh, untuk ukuran 30&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;0 ml air, dengan lama seduh 3-5 menit. Ampas bekas seduhan terlihat daun hijau segar dan cenderung utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagi penggemar teh wangi, teh cap Botol premium merupakan teh wangi kualitas tertinggi diantara teh wangi dipasaran yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mungkin teman-teman pernah beberapa kali mencoba membuat es teh manis, tetapi kok tidak mendapatkan rasa yang mendekati rasa teh botol Sosro (baca tea tasting di Gunung slamat). Karena merupakan bahan yang sama yang digunakan untuk proses prod&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;uksi teh botol, seduhan teh ini sangat terasa teh botol Sosro sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Beberapa teman dan keluarga saya langsung jatuh cinta ketika mencoba teh ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sama halnya dengan beberapa teh kualitas tinggi lainnya, pertanyaan yang susah dijawab adalah ketika mereka menanyakan, “Dapat dibeli dimana?”&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOKXs3vI/AAAAAAAAAR4/mJLqWCqumsY/s1600-h/teh+cap+botol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOKXs3vI/AAAAAAAAAR4/mJLqWCqumsY/s320/teh+cap+botol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317517751180123890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueNqqk_3I/AAAAAAAAARw/eQVgQYjNrqE/s1600-h/teh+cap+botol+premium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueNqqk_3I/AAAAAAAAARw/eQVgQYjNrqE/s320/teh+cap+botol+premium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317517742669365106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueNVrf_pI/AAAAAAAAARo/_FFbXgAoNzA/s1600-h/perbandingan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueNVrf_pI/AAAAAAAAARo/_FFbXgAoNzA/s320/perbandingan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317517737036086930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOaG-ouI/AAAAAAAAASA/0-7hGYln_48/s1600-h/ampas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOaG-ouI/AAAAAAAAASA/0-7hGYln_48/s320/ampas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317517755404952290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-2492139109684327242?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/2492139109684327242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=2492139109684327242' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2492139109684327242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2492139109684327242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/03/teh-cap-botol-premium.html' title='Teh Cap Botol Premium'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/ScueOQuSlNI/AAAAAAAAASI/uOuhKNUx3FY/s72-c/premium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-2102566892197823241</id><published>2009-02-15T07:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:52:22.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Taiwan'/><title type='text'>Dayuling Oolong tea</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Regina&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan Halomoan adalah pasangan suami istri pecinta teh, yang terkadang saya anggap lebih maniak dibanding saya. Berbagai macam teh dan peralatannya mereka borong dari pelbagai tempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Baru-baru ini Halomoan memesan teh Oolong Dayuling dari &lt;a href="http://www.teafromtaiwan.com/"&gt;http://www.teafromtaiwan.com/&lt;/a&gt;, atas rekomendasi dari mbak Ratna Soemantri, kolega saya di milist Pecinta teh. Sungguh beruntung saya mendapatkan kesempatan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencicipinya. Terima kasih ya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dayuling adalah teh Oolong yang ditanam di pegunungan Li Shan, Taiwan, dengan ketinggian Elevasi mencapai 2400 meter. Teh ini merupakan teh semi fermented yang mendekati teh hijau. Artinya fermentasi dilakukan tidak terlalu lama, sehingga warna daun teh keringnya masih berwarna hijau Jamrud.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya coba seduh dengan seduhan ala Gong Fu cha, dan sekalian mencoba Gaiwan set saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari daun teh kering saya cium aroma flowerynya cukup menonjol, khas teh-teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Pertama-tama saya lakukan warming pada Gaiwan dan cangkir. Air panas yang saya gunakan 90 ºC. Teh saya tuang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga semua permukaan Gaiwan tertutup dengan teh. Kemudian tuang air panas, diamkan 1-2 detik, lalu airnya dibuang. Proses ini adalah proses pembersihan teh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian baru dituang air panas lagi untuk menyeduhnya. Seduhan pertama saya lakukan dalam waktu 60 detik. Pada seduhan pertama, duan teh belum terlalu mengembang, karena baru sebentar tetapi warna dan aroma sudah keluar. Warnanya kuning kehijauan, cantik sekali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aroma flowery masih menonjol, walau tidak seharum Ti Kuan Yin. Rasanya manis dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mellow, seperti rasa buah muda yang ranum. Menurut referensi, teh ini bisa diseduh berulangkali bahkan hingga sepuluh kali. Seduhan kedua, saya tambahkan 15 detik, yaitu 75 detik. Demikian pula seduhan berikutnya, saya tambakan 15 detik dari waktu seduhan kedua, dan seterusnya. Dan hingga seduhan kesepuluh rasa manis masih cukup terasa, warna masih bagus, walupun aroma sudah banyak berkurang. Saya mampu minum hingga seduhan ke sepuluh, karena kebetulan Gaiwan saya ukurannya cukup kecil, yaitu kurang dari 100 ml.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg8JYAlvyI/AAAAAAAAARA/0MTeKq9xd7U/s1600-h/P1090862+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg8JYAlvyI/AAAAAAAAARA/0MTeKq9xd7U/s320/P1090862+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303054692990172962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg-U2IT6KI/AAAAAAAAARY/oFldV5cdQxE/s1600-h/P1090868+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg-U2IT6KI/AAAAAAAAARY/oFldV5cdQxE/s320/P1090868+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303057089077438626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg8_P-Va6I/AAAAAAAAARI/U_uRH0cVjNA/s1600-h/P1090865+%28Medium%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg8_P-Va6I/AAAAAAAAARI/U_uRH0cVjNA/s320/P1090865+%28Medium%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303055618546166690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg9dTlURsI/AAAAAAAAARQ/tawormzv6FQ/s1600-h/P1090866+%28Medium%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg9dTlURsI/AAAAAAAAARQ/tawormzv6FQ/s320/P1090866+%28Medium%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303056134911051458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-2102566892197823241?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/2102566892197823241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=2102566892197823241' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2102566892197823241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2102566892197823241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2009/02/dayuling-oolong-tea.html' title='Dayuling Oolong tea'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SZg8JYAlvyI/AAAAAAAAARA/0MTeKq9xd7U/s72-c/P1090862+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-8139306562142873989</id><published>2008-11-18T21:43:00.001-08:00</published><updated>2008-11-18T21:52:38.927-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Seni dan Budaya'/><title type='text'>The Way of Tea (3)</title><content type='html'>&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;&lt;/w:view&gt;&lt;w:compatibility&gt;&lt;w:breakwrappedtables&gt;&lt;w:snaptogridincell&gt;&lt;w:wraptextwithpunct&gt;&lt;w:browserlevel&gt;&lt;/w:browserlevel&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;Sensei&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelas Chanoyu di Japan Foundation adalah hasil kerja sama dengan Urasenke, salah satu aliran Chanoyu yang cukup terkenal di Jepang, yang memiliki cabang di beberapa negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cabang urasenke di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bernama Urasenke Tankokai Indonesia Association (UTIA).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Founder adalah ibu Sany Soendoro, sedangkan ketuanya adalah ibu Kumiko Pohan. Ibu Suwarni, pemiliki Siang Ming Tea house berlaku sebagai secretaris UTIA. Merekalah pengajar-pengajar utama kami, disamping pengajar lain seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibu Sitanggang, Uchida San, Sugihara San, dan lain-lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam setiap pelajaran, biasanya dibagi menjadi dua group. Saya lebih sering diajar oleh ibu Sanny, Ibu Sitanggang dan Uchida San. Sedangkan group lain diajar oleh Ibu Kumiko Pohan, ibu Suwarni dan pengajar lain secara bergantian.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.laresolo.multiply.com/image/5/photos/104/500x500/35/P1090016.jpg?et=Ddm62tQSIlTdxvLQLhPGfQ&amp;amp;nmid=127062167"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 348px; height: 261px;" src="http://images.laresolo.multiply.com/image/5/photos/104/500x500/35/P1090016.jpg?et=Ddm62tQSIlTdxvLQLhPGfQ&amp;amp;nmid=127062167" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa pengajar atau biasa kami memanggilnya sensei memiliki karakter yang berbeda-beda. Ibu Sanny orangnya lembut dan sangat sabar. Ibu Suwarni tegas, tetapi banyak sekali filosophy yang diajarkan oleh beliau. Uchida san, sangat santun dan rendah hati, khas wanita-wanita Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanpa bermaksud mengecilkan peranan sensei yang lainnya, saya memang sangat terkesan dengan Uchida San. Gerakan-gerakan ketika menyiapkan dan menyajikan teh sangat indah seperti halnya seorang penari, dan penuh presisi. Dan yang pailng mengesankan adalah kocokan tehnya. Dari beberapa kali mencoba minum teh, kocokan Uchida Sanlah yang paling lembut dan menawan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;Peralatan yang dibutuhkan dalam Usucha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara harafiah, Chanoyu artinya hot water for tea. Dalam pengertian luas, Chanoyu adalah serangkaian upacara untuk mempersiapkan, menyajikan dan minum teh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam penyajian ini, selain dibutuhkan peralatan khusus, juga keahlian khusus untuk menggunakannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam chanoyu ada dua macam, yaitu Usucha atau teh encer dan Koicha atau teh kenthal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perbedaan utama adalah selain dari jumlah penggunaan teh, dalam Koicha teh disajikan dalam satu chawan dan diminum bersama-sama secara bergantian. Sedangkan dalam Usucha, teh disajikan percawan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk penyajian Usucha, digunakan dua macam cara, yaitu menggunakan Ketel , dan menggunakan Hishaku (gayung) dan &lt;st1:place&gt;Kama&lt;/st1:place&gt; semacam kuali tempat merebus air.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.laresolo.multiply.com/image/3/photos/103/500x500/32/P1080839.jpg?et=ayYBxq8POBw2ywmmgTijKg&amp;amp;nmid=127060528"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 296px; height: 386px;" src="http://images.laresolo.multiply.com/image/3/photos/103/500x500/32/P1080839.jpg?et=ayYBxq8POBw2ywmmgTijKg&amp;amp;nmid=127060528" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tata caranya sedikit berbeda. Kami baru mempelajari Usucha dengan menggunakan Ketel..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa peralatan lain yang wajib digunakan adalah, Chawan (mangkok teh), Chasaku (sendok teh), Natsume (tempat bubuk teh), Matcha (teh hijau bubuk), Chasen (alat pengocok teh), Chakin (linen untuk membersihkan chawan), fukusa (sapu tangan untuk membersihkan peralatan teh), Daisu (nampan) dan Kensui (tempat pembuangan air kotor), dan tentu saja kompor untuk merebus air.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa peralatanan tambahan lainnya adalah Kobukusa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(kain untuk tatakan chawan), Kaishi (semacam tisu), Tatami (tikar), dan masih banyak lagi peralatan lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara garis besar cara penyajian Usucha dengan ketel adalah kita siapkan Chawan, Natsume, Chakin dan Cashaku dalam sebuah nampan. Pertama-tama tuan rumah, dengan fukusa tergantung disamping obinya (semacam stagen untuk mengikat kimono, yang juga berfungsi sebagai ikat pinggang), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan mengantarkan kue untuk dimakan sebelum minum teh.. Setelah itu, Tuan rumah akan kembali ketempat awal sebelum naik tatami untuk mengambil nampan berisi peralatan untuk membuat teh, untuk diletakkan di dekat kompor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah itu, tuan rumah akan kembali ke belakang untuk mengambil kensui. Setelah itu Tuan rumah mengambil Fukusa, dan mulai membersihkan peralatan mulai dari Natsume dilanjutkan dengan membersihkan chasaku. Setelah itu Tuan rumah akan Chasen dengan air,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan dilanjutkan dengan membersihkan chasen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan chakin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sambil memegang chasaku, tuan rumah akan mempersilahkan tamu untuk makan kuenya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah itu, tuan rumah akan mengambil Matcha dari natsume kira-kira 2,5 sendok, tuang air panas kemudian di kocok dengan chasen. Mengocok teh kelihatan mudah dan sederhana, tetapi ternyata membutuhkan tehnik khusus untuk dapat menghasilkan hasil kocokan yang halus dan lembut, dan tentu saja tidak mematahkan ujung dari Chasen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah mengocok sekitar 50 kali atau ketika dirasa hasil kocokannya sudah bagus, Tuan rumah memutar chawan dua kali, agar supaya gambar dalam chawan menghadap kepada tamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau ada assisten, tugas asistenlah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyajikan teh tersebut kepada tamu. Kalau tidak ada asisten pihak tamu akan mengambil sendiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah selesai, tamu akan mengembalikan teh kepada tuan rumah, dan mulai dibersihkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudah barang tentu kesemua tata cara tersebut menggunakan gerakan-gerakan khusus yang khidmat dan terukur. Untuk dapat mengingat urut-urutan gerakan, membutuhkan latihan ektra dan memerlukan waktu yang tidak pendek.Bahkan untuk mencapai kesempurnaan, dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk melatihnya.&lt;/p&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-8139306562142873989?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/8139306562142873989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=8139306562142873989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8139306562142873989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8139306562142873989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/11/way-of-tea-3.html' title='The Way of Tea (3)'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-2027780701766703466</id><published>2008-11-16T21:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T21:41:27.886-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Seni dan Budaya'/><title type='text'>The Way of Tea (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.laresolo.multiply.com/image/5/photos/104/500x500/10/P1080892.jpg?et=wufiN43RLD%2CklQRAPDFpgw&amp;amp;nmid=127062167"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 375px; height: 500px;" src="http://images.laresolo.multiply.com/image/5/photos/104/500x500/10/P1080892.jpg?et=wufiN43RLD%2CklQRAPDFpgw&amp;amp;nmid=127062167" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, ketertarikan saya dengan Chanoyu hanyalah sebatas ingin ikut dalam Ceremonynya saja. Di dukung oleh minat teman-teman dari milist pecinta teh untuk dapat mengikuti acara ini, salah satunya adalah Frisca Saputra, saya direkomendasikan untuk menghubungi ibu Nurul Japan Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayung bersambut. Atas usulan saya, Japan Foundation malah berniat membuka kelas Kursus Chanoyu.  Kelas ini untuk umum, dan sudah barang tentunya tempatnya terbatas. Untuk hal itu, karena saya yang mengusulkan, saya mendapatkan kehormatan untuk mendapatkan informasi lebih awal, tetapi prosedur pendaftaran tetap sama berlaku seperti umum, yaitu kita mesti datang sendiri dengan ketentuan siapa cepat dia dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, ketika saya datang 1 jam setelah jam pendaftaran dibuka, saya sudah mendapatkan nomor 10, dari 15 tempat yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama pelajaran, kami melihat dulu demo yang dilakukan oleh Uchida San. Dan karena saya duduk di paling depan, saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi tamu. Sungguh menyenangkan, tetapi sangat menyakitkan. Betapa tidak, karena sebagai tamu mau gak mau harus duduk secara formal ala Jepang, dan itu membuat kaki bukan hanya pegal dan kesemutan, tetapi benar-benar menjadi mati rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Seiza sitting style&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran pertama Chanoyu adalah cara menghormat dan cara berjalan.Cara menghormat ada 3 macam, yaitu Sin, Gyo dan So. Masing-masing cara menghormat digunakan sesuai kondisinya. Dari ketika cara menghormat tersebut, Sin merupakan cara penghormatan tertinggi yang paling formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah belajar cara menghormat, kami diajari cara berjalan, cara duduk dan cara bangkit dari duduk. Hal terberat, bahkan dari semua  pelajaran Chanoyu adalah cara duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dilakukan upacara minum teh, baik Tuan rumah  maupun tamu harus duduk dengan Seiza style. Ini adalah cara duduk paling formal, yang memang digunakan dalam agama zen untuk meditasi. Kita duduk bertumpu pada dua kaki, posisi pantat di atas tumit kaki, dimana telapak kaki kanan diletakkan di atas telapak kaki kiri. Dengan duduk seperti ini, kita lebih mudah mengontrol pikiran dan konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan cara duduk Seiza, cara duduk seperti ini sangat menyakitkan. Kaki bukan hanya kesemutan, tetapi menjadi mati rasa. Ketika mencoba bangkit, kaki amat susah digerakkan dan sakit sekali. Perlu latihan yang inten dan continue untuk dapat duduk dengan cara seiza. Bahkan tidak semua orang Jepang juga mampu duduk Seiza dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri melakukan latihan duduk seiza dengan cara mengaplikasikannya dalam ibadah agama saya, yaitu sholat, berdoa, membaca quran dan mendengarkan kutbah jumat.Mulai dari tahan 1 menit, 5 menit, ½ jam, hingga akhirnya saya bisa tahan duduk seiza hingga kutbah jumat selesai.Dan satu hal yang saya rasakan manfaat nyata dari duduk seiza ini, yaitu konsentrasi. Kalau biasanya saya duduk bersila, sementara Khotib berkotbah dengan penuh semangat, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi kepala saya untuk terkulai ke depan dan terbang ke alam mimpi maya Kesadaran baru tergugah ketika kotib membaca doa, atau bahkan ketika qomat sudah dikumandangkan.&lt;br /&gt;Dengan duduk seiza, konsentrasi lebih terjaga, dan nyatanya saya bisa terjaga hingga kotbah usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula saya sempat khawatir, cara duduk seiza yang saya aplikasikan dalam ibadah saya ini melanggar aturan dan dikatakan bid’ah. Untuk memastikannya, saya berdiskusi dengan kakak saya, yang nota bene ilmu agamanya sudah cukup tinggi, sehingga dapat saya percaya untuk menjadi tempat bertanya.&lt;br /&gt;Jawaban kakak saya membuat saya terkesima. Ternyata duduk seiza juga ada dalam ajaran agama islam. “Namanya iftiros”, begitu penjelasan kakak saya.&lt;br /&gt;“Bahkan dalam suatu riwayat, diceritakan pada pernah pada waktu Nabi Muhammad menerima wahyu dari Jibril, mereka duduk berhadapan, duduk iftiros dan lutut saling menempel. Duduk iftiros juga dilakukan ketika kita duduk di antara dua sujud ketika sembahyang”, lanjutnya.”Saya sendiri, ketika berdoa juga lebih suka dengan duduk iftiros, daripada bersila. Lebih konsentrasi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Ternyata aplikasi latihan yang saya lakukan memberikan manfaat, bahkan menyadarkan saya dari beberapa kekeliruan. Seperti duduk di antara dua sujud, biasanya saya lakukan seperti halnya duduk tahiyat awal, padahal seharusnya duduk iftiros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo-photo lengkap klik&lt;br /&gt;&lt;a href="http://laresolo.multiply.com/photos/album/104/Chanoyu_Demo_Farewel"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#0b5eb4;"&gt;Chanoyu Demo &amp;amp; Farewel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://laresolo.multiply.com/photos/album/103/Chanoyu_Ujian_di_Japan_Foundation"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#0b5eb4;"&gt;Chanoyu: Ujian di Japan Foundation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-2027780701766703466?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/2027780701766703466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=2027780701766703466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2027780701766703466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/2027780701766703466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/11/way-of-tea-2.html' title='The Way of Tea (2)'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-5550765414567481494</id><published>2008-11-16T21:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T21:56:48.442-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Seni dan Budaya'/><title type='text'>The Way of Tea (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.laresolo.multiply.com/image/4/photos/96/500x500/22/P1080129.jpg?et=SCAiZ8cMx5yNbPxtG5pMyA&amp;amp;nmid=103888451"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 352px; height: 263px;" src="http://images.laresolo.multiply.com/image/4/photos/96/500x500/22/P1080129.jpg?et=SCAiZ8cMx5yNbPxtG5pMyA&amp;amp;nmid=103888451" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Sejarah Chanoyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Chado atau the way of tea adalah suatu jalan atau cara memahami upacara minum teh dan segala estetikanya untuk dapat diaplikasikan dalam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Chado sering juga disebut sebagai Chanoyu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Chanoyu sendiri, kalau diartikan secara harafiah artinya adalah air panas untuk teh. Tradisi ini berkembang seiring dengan sejarah panjang masuknya teh ke Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejarah perkembangan teh di Jepang tidak bisa dipisahkan dari peranan para biksu Jepang. &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; biksu ini, sepulangnya mereka dari belajar agama Budha di China, mereka juga membawa bibit pohon teh berikut juga budayanya yang dikembangkan untuk keperluan meditasi agama zen dengan membawa adat istiadat Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah seorang Biksu yang dikenal sebagai pendiri Zen Budha Jepang adalah Myōan Eisei. Dialah yang telah membawa dan membudiyakan teh di Jepang, sekembalinya dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada tahun 1911.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau sebelumnya, teh dibudidayakan untuk pengobatan, Eisei membudidayakan untuk upacara keagamaan. Apakah Eisei budi daya teh ini dilakukan oleh Eisei sendiri memang masih menjadi perdebatan. Tetapi tidak diragukan lagi, bahwa Eiseilah yang telah membawa budaya teh bubuk ke Jepang. Dia mengajarkan bagaimana cara menggiling teh menjadi bubuk yang halus, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada perkembangan berikutnya Chanoyu menjadi suatu kebiasaan dan kegemaran yang biasa dilakukan para Daimyo di Jepang. Acara minum teh juga menjadi acara tebak-tebakan tempat asal air, yang pada akhirnya berkembang menjadi sarana perjudian. Selain itu Chanoyu juga menjadi ajang pamer kekayaan, karena menggunakan peralatan yang mewah dan mahal yang didatangkan dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dari dinasti Tang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kebiasaan ini ditentang oleh Murata Juko. Menurut dia, acara minum teh tidak boleh ada minuman keras dan perjudian. Acara minum haruslah menjadi ajang pertukaran pengalaman spiritual kedua belah pihak. Acara teh yang diperkenalkan oleh Juko akhirnya berkembang menjadi aliran Wabicha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wabi secara literal artinya kesunyian, dan ini disimpulkan dalam sebuah kesederhanaan dan keheningan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Oleh Takeno Shoo dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kemudian diteruskan oleh muridnya Sen No Rikyu, Wabicha makin berkembang dan populer di kalangan samurai. Wabicha berkembang menjadi upacara minum teh yang sederhana, tetapi penuh kekhidmatan dan filosofi yang tinggi. Beberapa peralatan dibuat dari bahan sederhana. Seperti sendok teh, pengocok teh, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dibuat dari bambu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sen No Rikyulah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meletakkan dasar-dasar filosofi Chado,yaitu Wa, Kei, Sei dan Jaku, yang artinya adalah Harmoni atau keselarasan, Penghormatan, Kemurnian dan Ketenangan. Dasar pijakan Chanoyu adalah keselarasan dengan alam. Rumah teh dan taman dibuat selaras dengan alam sekitarnya. Rumah teh bisa dibuat dari balok kayu berikut kulit kayu yang masih menempel, atau pilar kayu tanpa diserut dan dicat. Dinding dipoles dengan acian tanah liat. Untuk jalan-jalan setapak di taman menuju rumah teh digunakan batu-batu alam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kei atau penghormatan adalah dasar pijakan kedua. Dalam chanoyu, manusia tidak ada lagi kelas-kelas. Tidak ada perbedaan status sosial, agama, strata, karena semuanya adalah setara. Ketika mereka duduk dalam satu ruang teh, mereka harus saling menghormati. Tuan rumah menghormati tamunya, begitu juga sebaliknya, apapun status sosial dan perbedaan lainnya. Penghormatan juga ditunjukan terhadap keindahan karya seni manusia. Chawan-chawan yang sekalipun tampak sederhana, tetapi tampak begitu indah karena dibuat oleh seorang ahli tembikar sejati. Dalam buku Novel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Musashi, Eiji Yoshikawa bahkan menggambarkan bahwa seorang ahli tembikar tak ubahnya seorang ahli pedang. Goresan kape di Chawan yang tergurat, sama dengan potongan bunga peoni yang dilakukan oleh seorang ahli pedang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sei adalah kemurnian yang muncul dari ketulusan hati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesungguhan tuan rumah dalam menyiapkan teh, adalah inti sari kemurnian dari Chanoyu. Tanpa ketulusan dan kesungguhan, mustahil tuan rumah mau melakukan suatu ritual yang begitu detail dan ribet Cuma sekedar menyiapkan semangkok teh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan diantara kesemua dasar tersebut dilakukan dengan ketenangan dan sangat khusuk. Itu sebabnya dalam sebuah upacara, hampir dikatakan tidak ada suara sama sekali. Tak ada alunan musik, tak ada suara obrolan riuh rendah yang tidak perlu.Itu sebabnya dalam aliran wabicha, digunakan ruang teh yang kecil dengan jumlah tamu yang tidak terlalu banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sepeninggal Rikyu, ajarannya berkembang menjadi beberapa aliran. Sansenke adalah aliran yang dimulai oleh Shen No Soan , yang merupakan anak dari istri muda Rikyu dan diteruskan oleh garis keturunannya, hingga sekarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Urasenke adalah sebuah nama sekolah dari Upacara minum teh Jepang. Ini merupakan aliran dari San Senke, salah seorang dua saudara keturunan Sasenke lainnya, Omotesenke dan Mushanokejisenke.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dimulai dari Sen No Rikyu, generasi keturunannya sudah mencapai generasi ke 16, yaitu Genmoku Shositsu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Urasenke selain di negara asalnya, juga berkembang di negara lain, termasuk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada awalnya, Urasenke di Indonesia bernama Urasenke Dookookai Indoneisia, yang didirikan pada tahun 1987. Pada tahun 1997, namanya berubah menjadi Urasenke Indoneisa Shibu, dan terakhir berubah menjadi Urasenke Tankokai Indonesia Association. Tujuan dari pendirian assosiasi ini adalah untuk memperkenalkan Chado menurut tradisi Urasenke kepada masyarakat luas di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, termasuk warga asing yang berdiam di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Selain itu tujuan lain adalah untuk merintis pemakaian peralatan buatan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang dapat mendukung seni tersebut, sehingga tercapai suatu keterpaduan yang baik kebudayaan Jepang dan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah satu contoh yang sudah dipraktekkan secara nyata adalah penggunaan batik sebagai bahan kimono wanita. Selain itu urasenke juga memperkenalkan tradisi Chanoyu ke kampus-kampus dan pesantren. Menurut ibu Suwarni, secretaris Urasenke Tankokai Indonesia Association, karena tujuan memperkenalkan chanoyu bukan sekedar budaya dan tata caranya, tetapi juga kandungan filosofi yang dibawanya, lebih mudah kalau diperkenalkan kepada pelajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kesempatan lain Urasenke juga diperkenalkan kepada masyarakat luas lewat beberapa demo di beberapa tempat, seperti di hotel Nikko bulan beberapa waktu yang lalu, bertepatan dengan ulang tahun Urasenke. Sungguh suatu kesempatan yang langka, karena saya bisa langsung menyaksikan Genshitsu Sen, Grand Master Urasenke generasi ke 15 menyajikan teh.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo lengkap klik &lt;a href="http://laresolo.multiply.com/photos/album/96/Chanoyu_di_Hotel_Nikko"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#0b5eb4;"&gt;Chanoyu di Hotel Nikko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-5550765414567481494?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/5550765414567481494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=5550765414567481494' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5550765414567481494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5550765414567481494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/11/way-of-tea-1.html' title='The Way of Tea (1)'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-4348399873639302797</id><published>2008-10-09T17:09:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T16:10:21.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Mengungkap rahasia teh botol Sosro</title><content type='html'>&lt;href="file: xml=""&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City" downloadurl="http://www.5iamas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/href="file:&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Popularitas teh botol Sosro tentunya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan beberapa pemain besar seperi Coca Cola masih tak berdaya dibuatnya. Distribusi Coca cola belum bisa menggeser pasar teh botol. Beberapa pemain yang mencoba memasuki pasar tersebut juga masih terengah-engah untuk mengejarnya. Teh Kita, sudah ada tidak kabar beritanya. Fresh tea masih mencari-cari jati diri.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya apa sih yang membuat teh botol ini begitu popular?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari beberapa sumber memang banyak yang mengatakan bahwa kekuatan Sosro ada pada sistem distribusi mereka. Dimana-mana dengan mudahnya dapat ditemukan teh botol sosro. Di kaki &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, di warung makan, warteg, nasi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, restoran, hampir selalu tersedia teh botol. Hanya memang belakangan ini ada sedikit strategi monopoli dari pesaing, sehingga beberapa tempat di Mall atau warung makan hanya menjual teh merk tertentu. Walau sedikit menggoyahkan sistim distribusi teh botol sosro, tetapi tampaknya belum dapat menggoyang brand image dari teh botol.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya, memang selain dari kekuatan distribusi, brand image teh botol sudah terlanjur melekat kuat di benak konsumen. Beberapa slogan yang kreatif dan kuat tampaknya cukup berhasil meninggalkan citra yang kuat. Seperti slogan terbaru sekarang, apapun makannya minumnya teh botol sosro, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hari-hari teh botol, dsb.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah dengan iklan dan promosi saja sudah cukup untuk menjaga loyalitas konsumennya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kekuatan lain dari teh botol adalah pada rasanya. Beberapa konsumen teh botol yang loyal selalu mengatakan rasa teh botol adalah yang terbaik. Wangi melati tidak terlalu kuat, kekenthalan dan rasa manis yang pas, adalah kombinasi terbaik yang dirasakan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa pesaing dikatakan ada yang tehnya terlalu entheng, wangi melatinya seperti air rendaman melati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi tampaknya slogan Sosro ahlinya teh memang bukan sekedar omong kosong belaka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya sudah lama saya pingin tahu lebih banyak bagaimana tentang teh Sosro. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa isue dan pertanyaan yang mesti saya buktikan kebenarannya. Salah satunya adalah teh botol itu teh hijau atau teh hitam?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa teman berpendapat bahwa teh botol adalah teh hitam, atau paling tidak dicampur dengan teh hitam (untuk mendapatkan warna yang gelap). Pendapat ini didasarkan pada beberapa fakta yang mengatakan bahwa Sosro juga membeli teh dari beberapa perkebunanan teh Nusantara, yang nota bene kebanyakan produksinya adalah teh hitam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pucuk dicinta ulam tiba, begitu peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keberuntungan saya. Beberapa waktu yang lalu, pak Budi HS, Marketing Manager dari PT. Gunung Slamat, mengundang saya untuk tea tasting di kantornya di bilangan Artha Gading, Jakarta. PT. Gunung Slamat adalah perusahaan yang memproduksi dan memasarkan teh kering dalam kemasan. Sedangkan PT. Sinar Sosro adalah sebagai beverage company yang hanya memproduksi teh dalam bentuk Liquid alias siap minum. Kebutuhan teh kering untuk memproduksi liquid tea dari PT. Sinar Sosro di supply dari PT. Gunung Slamat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PT. Gunung Slamat memiliki perkebunan teh yang menghasilkan teh hitam dan teh hijau. Khusus untuk teh hitam, mereka juga membeli dari beberapa perkebunan lain di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kesempatan tea tasting tersebut saya diperkenalkan dengan bapak Ernest. Beliau adalah tea taster yang sangat berpengalaman. Beliau pernah bekerja di PT. Lipton di kawasan Nuwara Eliya, yang dikenal sebagai the campagne of &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Ceylon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tea.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.laresolo.multiply.com/image/4/photos/92/500x500/4/P1080036.jpg?et=1KBA6aFpnk%2B1NBEvCy%2B93A&amp;amp;nmid=102604443"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut pak Ernest, teh hitam untuk digunakan untuk produksi Fruit Tea. Sedangkan untuk teh botol digunakan teh hijau wangi melati.Khusus untuk fruit tea liquid selalu digunakan grade BOP. Sedangkan grade dust dan fanning digunakan untuk produksi teh celup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Teh memerlukan 2/3 ruangan untuk mengembang”, demikian penjelasan pak Ernest. “Itu sebabnya, untuk teh celup hanya digunakan grade dust dan Fanning. Kalau digunakan grade BOP, membutuhkan kantong yang besar, dan tentunya tidak efiesien lagi kalau dijual dalam bentuk teh celup”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6kyPgn8_I/AAAAAAAAAPU/dGeD0xY0azA/s1600-h/P1080035.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6kyPgn8_I/AAAAAAAAAPU/dGeD0xY0azA/s320/P1080035.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255318998251729906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6k5suJtZI/AAAAAAAAAPk/yhE5_dNYMSw/s1600-h/teh-cap-botol-premium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6k5suJtZI/AAAAAAAAAPk/yhE5_dNYMSw/s320/teh-cap-botol-premium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255319126352180626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6k2HP8QII/AAAAAAAAAPc/WKx4tXrxqq0/s1600-h/P1080036.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6k2HP8QII/AAAAAAAAAPc/WKx4tXrxqq0/s320/P1080036.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255319064753750146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Khusus untuk teh kering hitam, digunakan grade broken mix. Teh ini dipasarkan dengan merk teh Poci.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan untuk teh botol digunakan teh hijau wangi melati premium grade. Grade ini dihasilkan dari proses flavoring teh hijau grade pekoe super dengan melati gambir, atau melati dari gunung. Sedangkan teh hijau wangi melati grade dust digunakan untuk teh wangi melati celup.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Inilah biangnya teh botol”, kata pak Budi sambil memberikan saya sample teh cap botol premium. Teh ini sebenarnya mirip dengan teh cap botol warna hijau dan biru yang biasa ditemukan dipasaran, bedanya teh ini hampir semua daun besar, dan sangat sedikit sekali terdapat tangkai daun. Wangi melatinya yang tidak terlalu tajam, mengingatkan saya pada aroma dragon pearl, chinese jasmine tea.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami hanya mengambil aroma melatinya saja,” begitu penjelasan pak Budi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; “Bunga melati keringnya kami sisihkan.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penjelasan pak Budi benar adanya. Meskipun teh cap botol premium ini beraroma lembut wangi melati, tetapi tidak tampak ada serpihan bunga melati di dalam tehnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengenai beberapa isue yang mengatakan teh botol Sosro dicampur dengan teh hitam, dari awal saya menduga bahwa kemungkinan itu kecil. Salah satu prosedur dalam melakukan tea blending adalah hanya mencampur teh yang sejenis. Jadi teh hitam hanya diblend dengan teh hitam, teh hijau dengan teh hijau.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; Saya pernah mencoba mencampur teh putih dengan teh hitam untuk maksud mengambil aroma teh putih yang sangat wangi. Hasilnya saya mendapatkan rasa yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kacau balau.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal ini dibenarkan oleh pak Ernest. Jadi menurut beliau tidak mungkin mereka mencampur teh hitam dengan teh hijau. Menanggap isue tentang pembelian teh hitam dari perkebunan nusantara dikatakan bahwa hal tersebut untuk keperluan produksi fruit tea dan teh hitam celup.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selesai tea tasting, saya mendapatkan bingkisan satu set teh poci dan teh wangi melati cap botol grade premium (khusus teh ini akan saya review dalam tulisan tersendiri).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Nanti dilain kesempatan saya undang bapak ke Slawi. Disana tea tasting teh wangi melati beda dari tea tasting pada umumnya”, pak Budi memberikan penawaran yang tentu saja saya akan dengan senang hati menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Photo-photo lain dapat dilihat di&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://laresolo.multiply.com/photos/album/92/Tea_Tasting_di_kantor_Gunung_Slamat&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-4348399873639302797?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/4348399873639302797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=4348399873639302797' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/4348399873639302797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/4348399873639302797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/10/mengungkap-rahasia-teh-botol-sosro.html' title='Mengungkap rahasia teh botol Sosro'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SO6kyPgn8_I/AAAAAAAAAPU/dGeD0xY0azA/s72-c/P1080035.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-9126339658614462655</id><published>2008-05-30T16:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T16:35:28.483-07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan dari pendengar Delta FM</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sewaktu siaran bersama mbak Ida Arimurti beberapa waktu yang lalu, ada beberapa SMS dari pendengar Delta FM yang tentu saja tidak bisa dijawab semuanya karena keterbatasan waktu. Saya sudah janji ke mbak Ida untuk menjawab di Blog saya. Berikut beberapa pertanyaan tersebut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;Photo diambil dari Photo album Facebooknya mbak Ida Arimurti.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-413.ll.facebook.com/photos-ll-sf2p/v253/133/77/686071413/n686071413_944632_4210.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://photos-413.ll.facebook.com/photos-ll-sf2p/v253/133/77/686071413/n686071413_944632_4210.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;" &gt;Anonym:&lt;br /&gt;Kalo saya suka teh putih yg dr &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;, di rumah ada satu tuh&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Ini maksudnya teh beneran apa si Teteh yang putih? .. ;-)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;Teh Putih produksi &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; saya dengar memang dihasilkan dari kebun teh di &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;. Teh ini di produksi oleh PT. Sariwangi (Bukan merk teh celup ya, itu khan produksi eh packaging Unilever). Di pasarkan dengan merk Ashley. Pelanggannya adah Estee Lauder. Apakah bisa di beli di &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;? Nitip atuh....&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bambang Cinere:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;klo mau bikin es teh tawar yg enak gimana ya? Pakai teh apa?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;J&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;awab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Mas Bambang, es Teh dikembangkan dan di populerkan di Amerika, dan kebanyakan mereka peminum teh hitam. Apakah teh hijau tidak cocok? Ini masalah selera, tetapi teh hitam adalah teh yang lebih banyak improvisasinya. Dia bisa dicampur dengan apa saja.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jadi menurut saya yang paling cocok tentunya teh hitam, dan pasti harus yang berkualitas ya. Anda bisa coba Walini BOP atau Walini Orthodox, bisa coba teh Tambi. Untuk sedikit variasi rasa, coba infus es teh anda dengan sepotong Serai yang ujungnya telah digeprek. Hmm.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Santi, Depok : minum teh hijau lebih baik sebelum atau sesudah makan ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;awab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Apapun jenis tehnya sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong. Kandungan kafein yang ada di teh, dapat memberikan reaksi tidak nyaman di perut kalau diminum dalam kedaaan perut kosong. Tetapi juga tidak baik diminum sehabis makanan utama, karena sifatnya yang menghambat penyerapan zat besi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Fitri Depok:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Mbak ida, sy bingung apa maksudnya seduh teh 5 mnt, apa lgs d mnm? Sy selalu nyeduh teh, trus stlh dngn br d minum, dr fitri d depok, tks&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Dear Fitri, teh enaknya diminum dalam keadaan hangat, kecuali es teh tentunya. Maksudnya menyeduh maksimal &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt; menit adalah ampasnya atau kantong celup teh harus diangkat dari cangkir. Lebih dari 5 menit, akan keluar zat tannin lebih banyak sehingga menyebabkan rasa teh lebih pahit. Apalagi khusus untuk teh celup, kandungan klorin dalam kantong teh akan keluar lebih banyak kalau diseduh terlalu lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Lisna: sy mau tnya mana yg lbh baik teh htam ato teh hijau ?apa teh baik utk pndrita maag?tks&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Apa ukuran baik atau tidak baiknya? Kalau untuk manfaat kesehatan sebenarnya hampir sama hanya saja teh hijau kandungan katekinnya lebih banyak. Jadi bedanya Cuma misalnya dengan 4 cangkir teh hijau sudah cukup banyak mendapatkan manfaat katekin teh, kalau teh hitam mungkin butuh 8 cangkir misalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Kandungan Kafein dalam teh, terkadang memang sedikit mengganggu lambung. Kalau memang sedang kambuh magnya usahakan minum teh lebih encer, atau mungkin teh putih yang kandungan kafeinnya lebih rendah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:Arial;" &gt;A.Soebandrio 55 &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;: Setelah 5 menit diseduh, ampas yg sdh dipisahkan apakah boleh diseduh ulang?&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;J&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;awab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Untuk teh hijau bisa diseduh hingga 3 kali (tergantung kualitas tehnya). Seduhan pertama 3 menit, kedua 4 menit, ketiga 5 menit. Kalau teh hitam, karena seduhan pertama memerlukan waktu 5 menit (supaya aroma keluar semua), seduhan kedua biasanya sudah kurang enak.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Meru: aku ingin tau d mana bs mncari teh putih.krn aku br mnemukan teh putih ini saat expo teh d bdg.trus terang aku ketagihan sm teh putih ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Di Tea Gallery Kelapa Gading mungkin bisa anda dapatkan. T&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;etapi kalau produksi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; mungkin tidak terlalu banyak, stoknya sering kosong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Dody : apa betul air teh basi bisa jadi obat? Malah ada yg bilang bisa buat gedein alat vital lk2 kalo direndem teh basi tiap pg.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jawab:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Khasiat utama dari teh adalah terletak pada kandungan poliphenol di dalamnya. Polyphenol ini memiliki banyak turunan, mulai dari Flavonol, Flavonid, Katekin, dsb. Sifat dari Katekin ini adalah sangat rentan dengan apa yang dinamakan udara. Makin lama bersinggungan dengan udara, dia akan terokidasi. Apalagi kalau teh sudah menjadi basi, selain tentunya sudah mengandung microba, saya ragu kalau kandungan katekin masih seperti sediakala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Apakah mampu untuk membesarkan alat vital? Wah, kebanyakan orang malah mempercayai khasiat teh untuk menurunkan berat badan alias mengurangi lemak. Hati-hati, bukannya bertambah besar jangan-jangan malah jadi menyusut ... ;-)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;IIN: Mlm delta, sya pndgr stia..Sklgs pnggmr teh trutma teh daun mlhn skrgpun smbl minum teh..Bhkn shri bs 2-3 gls..Kra2 ada efknya ga ya mas?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Minum teh idealnya 3-4 cangkir perhari untuk mendapatkan khasiat dari teh. Bagaimana kalau lebih dari itu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Teh sifatnya individual. Masing-masing orang bisa memiliki efek yang berbeda. Secara normal, tubuh kita sendiri yang akan memberikan alarm kapan kita berhenti minum teh. Kalau perut terasa sudah mulai tidak nyaman (karena kandungan kafeinnya), sebaiknya stop dulu. Banyak-banyak minum air putih untuk menetralisir efek dari kafein itu sendiri. Tentu saja ini berlaku bagi orang normal, kecuali penderita ginjal, wanita hamil, anak-anak dan penderita anemia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Chandra: 39th karawaci apa wadah untk menyeduh teh berpengaruh dgn rasa? Apa wadah yg paling baik? Thks&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;J&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;awab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wadah, alat atau tempat menyeduh teh tergantung dari jenis teh yang digunakan. Teh hitam karena memerlukan suhu yang panas, dapat menggunakan teko yang terbuat dari gelas, tanah liat atau logam. Teh Oolong paling bagus menggunakan teko dari tanah liat. Tetapi karena sifat tanah liat yang menyerap dari rasa, penggunaan teko tanah liat disarankan hanya untuk satu jenis teh saja. Itu sebabnya penggemar teh sejati, juga kolekter teko.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Teko tanah liat tidak boleh dicuci dengan sabun. Cukup di bilas dengan air panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Sedangkan untuk teh hijau, karena membutuhkan suhu yang tidak terlalu panas, sebaiknya digunakan teko terbuat dari keramik. Seperti kita ketahui, keramik adalah penghantar panas yang buruk. Dengan sifat seperti itu, teko ini paling baik untuk menyeduh teh hijau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;Ada pertanyaan lain? Silahkan ajukan lewat email&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-9126339658614462655?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/9126339658614462655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=9126339658614462655' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/9126339658614462655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/9126339658614462655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/05/sewaktu-siaran-bersama-mbak-ida.html' title='Pertanyaan dari pendengar Delta FM'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1491934727806839430</id><published>2008-05-25T08:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T08:47:45.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh China'/><title type='text'>Kuding Cha, teh apa sih?</title><content type='html'>Diskusi mengenai teh hijau di milist jalan sutra, berujung pada disinggungnya tentang Kuding Cha. Sebenarnya sudah lama pingin nulis tentang teh ini, dan tampaknya ini moment yang tepat untuk mewujudkan keinginan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama mengenal teh ini, adalah dari blognya mas Arie Parikesit, dimana dalam album photo tersebut tampak gambar sebuah lintingan daun panjang. Karena pada waktu itu saya masih cukup awam tentang teh, apalagi teh china, pertanyaan comment saya di blog tersebut Cuma sebuah pertanyaan, “Ini teh bener atau bukan mas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau beberapa tulisan sebelum saya pernah menuliskan jenis teh berdasarkan proses produksinya, perlu saya jelaskan lagi, bahwa teh juga bisa digolongkan berdasarkan bahan bakunya. Teh yang biasa kita kenal adalah berasal dari Camelia Sinensis. Sedangkan teh yang bukan dari jenis pohon tersebut digolongkan sebagai Tisane atau Herbal tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu saya mendapatkan kesempatan belajar Gong Fu cha di Siang Ming tea house bersama-sama mbakElisa, disana juga diperlihatakan Kuding Tea, hanya sayangnya tidak sempat dicicipi. Dan atas dasar rasa penasaran, akhirnya saya beli Ku Ding tea dari Tea Galery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu kopdar milist pecinta teh di Gunung Mas, saya juga sempat bawakan Kuding Cha untuk di cicip bersama-sama. Menurut pak Dudhie, dari Gunung Mas, berdasarkan bentuk daunya, mestinya masih satu family dengan Camelia Sinensis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar seperti itu? Berikut beberapa informasi hasil perburuan saya di kebunnya paman Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuding Cha, dikenal sebagai Chinese Tisane, artinya dia bukan dari pohon Camelia Sinensis. Ku dalam bahasa china artinya pahit. Ding, adalah sebuah character huruf china yang berbentuk menyerupai paku. Dalam bahasa Inggris, Kuding cha disebut sebagai bitter spike atau paku pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak sedikit membingungkan mengenai daun dari jenis pohon apa yang dipakai ini.  Ada dua jenis pohon yang memiliki karakter yang sama, bentuk daun yang sama, tetapi sebenarnya merupakan 2 species yang berbeda. Yang pertama adalah dari pohon Holly (species Ilex), yang kedua adalah pohon Wax (species Ligustrum). Sekitar 90% Kuding Cha di China menggunakan daun dari Ilex, kecuali di provinsi Sichuan dan sebagian di Jepang digunakan daun Wax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis pohon ilex banyak tumbuh di Provinsi Guangxi, di China bagian barat Daya. Seperti halnya pohon teh Camelia Sinensis, pohon ini kalau dibiarkan akan tumbuh tinggi hingga mencapai puluhan meter. Di daerah ini pernah ditemukan sebuah pohon Ilex yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo disamping yang saya ambil dari website Imtonline Article "KU DING CHA" m&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHVXJFfuI/AAAAAAAAAJo/f8mQ-pAOqxs/s1600-h/Kudingchatree.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHVXJFfuI/AAAAAAAAAJo/f8mQ-pAOqxs/s320/Kudingchatree.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204339645462445794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;enunjukkan betapa tingginya pohon tersebut (http://www.imtonline.org/arts/kudingcha.htm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudingcha banyak digunakan sebagai minuman obat kepala dan mata. Teh ini dipercaya dapat mengatasi penyakit seperti masuk angin, flu, Rhinitis, gatal mata dan sakit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian modern, teh ini dapat membantu peredaran darah, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar kholesterol. Teh ini juga dipercaya dapat memperbaiki fungsi hati dan otak. Teh ini juga dipercaya dapat memelihara berat badan untuk selalu dalam kondisi ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh ini kebanyakan berbentuk seperti paku runcing, tetapi ada juga yang berbentuk gulungan. Untuk sekitar 500 ml air, cukup satu linting teh yang digunakan, karena rasanya sangat pahit. Gunakan air mendidih 100 derajat, seperti halnya untuk menyeduh teh hitam. Air seduhan secara perlahan akan berubah warna menjaid kehijauan, mirip-mirip hijau lumut, tetapi masih bening. Daun teh yang awalnya Cuma satu linting, perlahan-lahan akan mekar menjadi tiga pucuk daun. Pada saat daun sudah mekar seperti ini, angkat dan pisahkan daun dari air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa teh ini terasa pahit dari ujung hingga pangkal lidah, tetapi memiliki after taste semburat manis. Bagi yang tidak terbiasa minum teh pahit, mungkin akan kurang menyukai teh ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHWHJFfyI/AAAAAAAAAKI/l6uM84ZK0kQ/s1600-h/Kudingcha.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHWHJFfyI/AAAAAAAAAKI/l6uM84ZK0kQ/s320/Kudingcha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204339658347347746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHVnJFfvI/AAAAAAAAAJw/Ee-0grcBluM/s1600-h/Kudingcha2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHVnJFfvI/AAAAAAAAAJw/Ee-0grcBluM/s320/Kudingcha2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204339649757413106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHV3JFfwI/AAAAAAAAAJ4/-00k14odMk4/s1600-h/Kudingcha3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHV3JFfwI/AAAAAAAAAJ4/-00k14odMk4/s320/Kudingcha3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204339654052380418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHxHJFfzI/AAAAAAAAAKQ/AfL-1J1HXNg/s1600-h/Kudingcha5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHxHJFfzI/AAAAAAAAAKQ/AfL-1J1HXNg/s320/Kudingcha5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204340122203815730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHV3JFfxI/AAAAAAAAAKA/czFCcLh7_iI/s1600-h/Kudingcha4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHV3JFfxI/AAAAAAAAAKA/czFCcLh7_iI/s320/Kudingcha4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204339654052380434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1491934727806839430?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1491934727806839430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1491934727806839430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1491934727806839430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1491934727806839430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/05/kuding-cha-teh-apa-sih.html' title='Kuding Cha, teh apa sih?'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SDmHVXJFfuI/AAAAAAAAAJo/f8mQ-pAOqxs/s72-c/Kudingchatree.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-8120029559749070278</id><published>2008-05-18T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T03:05:22.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep teh'/><title type='text'>GULLALIO TEAPUCINO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SC_880S0MjI/AAAAAAAAAJg/T1YDU2paSD8/s1600-h/P1070890sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SC_880S0MjI/AAAAAAAAAJg/T1YDU2paSD8/s320/P1070890sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201654216396124722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Minuman ini sebenarnya terinpirasi dari salah satu menu minuman di Starbuck Cafe. Saya tidak ingat namanya, tetap isinya kurang lebih Decafeine Coffee, Foam Susu dan Karamel.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada waktu itu saya langsung terpikir, mestinya teh juga bisa dibuat seperti ini.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kebetulan, beberapa waktu yang lalu, dimilist jalan sutra sedang ramai diskusi mengenai teh tarik. Isinya kurang lebih bagaimana membuat teh tarik yang mantap, dan bagaimana mendapatkan foam susu yang banyak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Entah bagaimana penjelasan kimiawinya, yang jelas komponen susu memang mudah menjadi busa ketika terjadi gerakan. Ketika dituang ke wadah lain, langsung terbentuk busa susu. Makin sering dipindah tuang, dengan tehnik tarikan yang yahut, tentunya akan menghasilkan busa susu yang makin banyak. Beberapa orang mempercayai bahwa ketika proses tarik menarik dan susu bersinggungan dengan udara, akan membuat rasa teh tarik lebih enak. Benarkah? Walauhuallam. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut pengalamanan saya, yang membuat terasa beda ya busa susunya tadi. Ini saya rasakan ketika teh hanya sekedar dicampur susu dan di aduk saja, hampir tidak menghasilkan busa akan terasa bedanya dengan susu yang busanya lebih banyak. Efek di lidah terasa berbeda, karena ketika busa susu diseruput, terasa lembut, baru setelah itu terasa tarikan teh susunya. Sedangkan kalau Cuma sekedar di aduk, yang langsung terasa adalah teh susunya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bagaimana caranya menghasilkan busa susu yang banyak?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalau di cafe-cafe sudah barang tentu ada alat tersendiri untuk membuat busa susu. Sewaktu bekerja di salah satu restoran Itali, saya pernah melihat coffe  maker, dimana ada alat pembuat foam susu. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; semacam pipa kecil yang menghasilkan uap panas. Caranya adalah dengan menyemprotkan uap panas tekanan tinggi ke cangkir susu. Karena tekanan tinggi ini, menurut saya terjadi gerakan susu yang lebih cepat, sehingga busa susu yang dihasilkan lebih banyak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan analogi yang sama, semestinya busa susu bisa didapatkan dengan hasil mengocok susu, baik dengan shaker, mixer atau blender. Kali ini saya gunakan alternatif terakhir untuk mendapatkan busa susu. Kebetulan pagi itu, saya cuma berduaan saja dengan keponakan saya, Sandi yang berusia 9 tahun. Cocok rasanya membuat minuman baru untuk kami nikmati berdua.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Teh yang saya gunakan, adalah teh hitam Tambi. Karena kebetulan Stock BOP sudah habis, saya gunakan stock yang tersisa yaitu Pekoe Souchong. Grade ini aromanya lebih light dibanding grade BOP. Saya seduh teh hitam dengan waktu 5 menit, setelah itu baru saya campurkan susu kental, baru diaduk biasa. Takaran susu, tentunya disesuaikan selera. Kalau suka manis, susunya bisa ditambahkan lebih banyak, tetapi resikonya aroma tehnya mungkin tidak terlalu menonjol karena kalah sama manisnya susu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah mendapatkan rasa manis yang diinginkan, baru teh susu dimasukkan ke dalam Blender, kocok beberapa saat sampai didapat busa susu yang diinginkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah selesai baru tuang teh ke dalam cangkir perlahan-lahan, agar busa susunya tertinggal, sehingga menjadi paling akhir dituang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hopla! Selesai sudah teapucinonya. Busa susunya cukup banyak, jauh lebih banyak kalau dibandingkan dengan cara ditarik-tarik. Nah, untuk pemanis tinggal buat karamelnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus terang saya belum berpengalaman membuat karamel. Pertama kali, karamelnya gosong, karena apinya terlalu besar. Untuk kali ini saya lebih berhati-hati. Saya tuangkan dua sendok teh gula ke dalam penggorengan teflon, gunakan api kecil, dan jaga jarak antara penggorengan dan api. Perlahan-lahan gula mulai mencair, dan disaat gula sudah mencair 100 persen, saya tuangkan perlahan diatas busa susu dan dibentuk melingkar supaya lebih cantik penampilannya. Hup!, penampilan sudah cukup cantik. Langsung saya sodorkan ke ponakan saya untuk mencobanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kok pakai Gulali om?”, itu reaksi pertama ponakan saya ketika menerima cangkir teh dari saya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gulali? Saya coba seruput cangkir saya, dan karamel cair tadi sekarang sudah mengeras menjadi gulali. Ya, benar kata ponakan saya, ini memang gulali. Sebuah kecelakaan yang menyenangkan, karena ketika dikunyah, rasanya garing manis, aroma karamel. Jadi gulali ini dapat sebagai pengganti granulo atau choko cip yang biasa ditaburkan di atas Capucino. Itu sebabnya teh ini saya beri nama Gullalio Teapucino alias Teh ala Capucino plus gulali. Pagi yang cukup menyenangkan.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sore harinya, kami masih berduaan saja. Istri saya dan mamanya Sandi masih sibuk ngider di SKI, Tajur.&lt;br /&gt;“Om Bambang, bikin teh kayak tadi pagi lagi yuk!” Ih..... Doyan!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-8120029559749070278?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/8120029559749070278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=8120029559749070278' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8120029559749070278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8120029559749070278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/05/gullalio-teapucino.html' title='GULLALIO TEAPUCINO'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SC_880S0MjI/AAAAAAAAAJg/T1YDU2paSD8/s72-c/P1070890sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-8046737462652859668</id><published>2008-05-11T07:56:00.002-07:00</published><updated>2008-05-11T08:48:57.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh Jepang'/><title type='text'>Gyokuro: Lembut dan menawan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sewaktu siaran bersama Ida Arimurti di Delta FM hari Rabu, tgl 6 Mei lalu, saya juga berkesempatan ngobrol&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara on air dengan mbak Ratna Soemantri, salah seorang penggemar teh, yang kebetulan juga mentor saya. Banyak sekali ilmu teh yang saya serap dari beliau.&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti biasa, suara mbak Ratna yang renyah dan luwes langsung terdengar di udara:&lt;br /&gt;“Selamat malam mbak Ratna”, sapa kami bersama-sama.&lt;br /&gt;“Selamat malam juga. Disana sedang hujan gak? Disini hujan lho, dan hujan gini enaknya ngeteh,” wah sebuah pancingan yang menggoda.&lt;br /&gt;“Sedang ngeteh apa mbak Ratna?”, tanya saya.&lt;br /&gt;“Saya sedang menyeduh teh Gyokuro,”&lt;br /&gt;“Apa itu Gyokuro,” Ida Arimurti langsung memalingkan kepalanya kepada saya.&lt;br /&gt;“Mbak Ratna bisa menjelaskan kepada pendengar semua”, jawab saya.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya penjelasannya mbak Ratna tidak off record, tetapi dari pada terjadi pengulangan, saya akan tuliskan belakangan. Obrolan tersebut diakhiri dengan perkataan mbak Ratna:&lt;br /&gt;“Nanti saya akan kirim ke Gyokuronya ke mbak Ida dan pak Bambang”.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selesai siaran HP saya langsung berbunyi, dan terbaca &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;SMS dari mbak Ratna berbunyi demikian:&lt;br /&gt;”Tolong kasih alamat Delta FM dan juga alamat pak Bambang Saya akan kirim Gyokuronya”.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Wah tentu ini sebuah surprise bagi saya, karena terus terang saya juga belum pernah mencoba Gyokuro. Harganya yang sangat mahal, tentu membuat saya masih selalu punya alasan untuk menunda membelinya. Bayangkan saja, dengan harga teh mencapai 10 juta per kg, siapa tidak keder dibuatnya. Dan kali ini ada orang begitu baik itu memberi saya kesempatan untuk mencobanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Teh hijau Jepang memang unik. Dari bibit yang, beda proses penanaman, beda waktu petik akan mendapatkan grade dan nama yang berbeda. Pola penanaman tanpa diberi penaungan, dan dipetik pada musim semi akan menghasilkan Sencha. Sedangkan pemetikan musim panas dan musim gugur akan menghasilkan Bancha. Kemudian roasting rice dicampur dengan Bancha akan menghasilkan Genmaicha (Kalau Genmaicha kualitas bagus, digunakan Sencha). Kalau yang digunakan tangkai daun teh dinamakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kukicha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Matcha, menurut salah satu sumber dari Internet dikatakan terbuat dari Gyokuro yang dibuat bubuk. Tetapi, menurut mbak Ratna, Matcha dibuat dari Tencha, hampir mirip dengan proses penananaman Gyokuro, tetapi digunakan daun yang lebih besar. Matcha &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah jenis teh yang selalu dipergunakan dalam Chanoyu, yaitu upacara minum teh bangsa Jepang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gyokuro adalah best of the best teh hijau Jepang. Proses cultivasi yang rumit membuat teh ini harganya sangat mahal. Teh ini diproduksi dengan pola tanaman diberi penaungan hampir 100% gelap selama tiga minggu sebelum masa petik. Diatas kebun, diberi penutup, sehingga daun teh terlindung dari sinar matahari.  Dengan pola ini, kadar chlorophyl akan meningkat, tetapi kadar tannin menurun tajam. Itu sebabnya warna daun teh Gyokuro akan berwarna hijau zamrud, dan tampak sedikit berkilauan. Sekalipun aroma cukup kuat namun rasanya cukup lembut.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.maiko.ne.jp/english/images/gyokuro-en.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.maiko.ne.jp/english/images/gyokuro-en.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;(Photo diambil dari http://www.maiko.ne.jp/english/images/gyokuro-en.jpg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bisa dibayangkan betapa senang dan surprisenya saya mendapatkan teh kualitas premimum seperti ini. Surprise kedua, teh saya terima lebih cepat dari saya duga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Surprise ketiga, selain Gyokuro saya juga mendapatkan beberapa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sample teh lainnya, seperti Sencha hasil panenan ke 88 musim semi. Satu bungkus sample Yinzhen Organic (White Tea), dari &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;Zhejiang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, dan satu bungkus Genmaicha, yang terbuat dari Sencha, Kukicha dan Roasting rice.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk mendapatkan perbandingan, saya coba seduh Gyokuro dan Sencha berbarengan. Dari penampilan fisik daun teh kering, Gyokuro sudah tampak sangat menawan. Warna Hijau zamrud berkilauan dengan aroma wangi lembut. Sedangkan Sencha warnanya lebih muda dan pucat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut saran dari mbak Ratna, Gyokuro cukup diseduh 2 menit dengan suhu air 70º. Sencha saya seduh sekitar 3 menit.  Sebenarnya cara seduh yang benar Gyokuro melalui beberapa step yang tidak sederhana, tetapi karena tidak sabar saya sederhanakan dengan cara seduh ala china.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Warna seduhan dari Gyokuro berwarna hijau bening, sedangkan Sencha jauh lebih pekat. Aromanya wangi dan ketika diminum, terasa smooth, sangat lembut di tenggorokan. Rasanya tenggorakan saya dibelai oleh sutra halus. Lembut sekali, tetapi aormanya Sehalus kulit lembut Zang Zhiyi ketika memerankan Sayuri dalam the memoar of Geisha. Afternya sangat manis sekali. Tidak sedikitpun terasa jejak pahit seperti biasanya terjadi pada teh-teh hijau Jepang. It’s very delicate. Pikiran terasa melayang, seakan sedang mendengarkan Sayuri memainkan Shamisennya.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcMckS0MdI/AAAAAAAAAIw/-WCRQtDhl0k/s1600-h/Gyokuro.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcMckS0MdI/AAAAAAAAAIw/-WCRQtDhl0k/s320/Gyokuro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199137979740991954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcNl0S0MeI/AAAAAAAAAI4/IO8UUXUpgjI/s1600-h/Sencha.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcNl0S0MeI/AAAAAAAAAI4/IO8UUXUpgjI/s320/Sencha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199139238166409698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcOdUS0MfI/AAAAAAAAAJA/2wgIkD9sugg/s1600-h/ampas+Gyokuro.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcOdUS0MfI/AAAAAAAAAJA/2wgIkD9sugg/s320/ampas+Gyokuro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199140191649149426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcRY0S0MiI/AAAAAAAAAJY/h4fLuPZOyi8/s1600-h/ampas+sencha.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcRY0S0MiI/AAAAAAAAAJY/h4fLuPZOyi8/s320/ampas+sencha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199143412874621474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcOdkS0MhI/AAAAAAAAAJQ/0vHLJDFuzNY/s1600-h/preparation.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcOdkS0MhI/AAAAAAAAAJQ/0vHLJDFuzNY/s320/preparation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199140195944116754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan untuk Sencha aroma dan rasa jauh lebih garang, dan meninggalkan jejak rasa pahit. After manis masih terasa, tetapi kalah jauh kalau dibandingkan dengan Gyokuro. Minum Sencha seolah sedang merindukan cinta Hatsumomo, salah satu saingan Sayuri dalam Memoar od Geisha. Menawan namun terasa lebih garang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menawan namun mudah untuk dilupakan. Berbeda dengan Gyokuro, dimana kenangan bersamanya akan terpatri secara abadi. Ingin rasanya tetap bersama-sama menikmati kebersamaan dengan Gyokuro, tetapi ... Luaarange iku lho  rek!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-8046737462652859668?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/8046737462652859668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=8046737462652859668' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8046737462652859668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8046737462652859668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/05/sewaktu-siaran-bersama-ida-arimurti-di.html' title='Gyokuro: Lembut dan menawan'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/SCcMckS0MdI/AAAAAAAAAIw/-WCRQtDhl0k/s72-c/Gyokuro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-727421123501936607</id><published>2008-04-09T11:15:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T17:57:54.027-07:00</updated><title type='text'>Antara Yabukita dan Assamica</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1i0q9aaVI/AAAAAAAAAIA/-hEkWzmh9PA/s1600-h/P1070711.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1i0q9aaVI/AAAAAAAAAIA/-hEkWzmh9PA/s320/P1070711.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187411002825271634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Emang teh hijau yang gimana sih pak? Apakah tehnya masih berupa daun seger hijau gitu?”, Pertanyaan salah seorang pembaca blog saya via email mengundang senyum simpul saya. Bukan, saya bukan sedang mentertawakan ketidak tahuan dia, bukan itu maksud saya. Sebaliknya saya malah sedang mentertawakan diri sendiri, karena dulu saya juga berpikiran seperti itu. Teh hijau dalam benak saya adalah daun segar, langsung direbus, dan airnya disajikan seperti halnya teh biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata saya tidak sendirian. Dan perkembangan berikutnya pengetahuan tentang teh saya, melewati beberapa tahapan, yang terkadang salah kaprah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama, saya mengira teh wangi melati itu adalah teh hitam, karena warna daun tehnya memang hitam. Dan ternyata saya tidak sendirian lagi, malah lebih banyak temannya. Padahal, faktanya teh wangi melati adalah teh hijau, karena memang proses produksinya melalui tahapan seperti halnya produksi teh hijau. Kedua, saya pernah mengira kalau Oolong adalah sebuah merk teh dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dulu, setiap makan dirumah makan china, dengan pongah dan sok &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; saya selalu bertanya kepada Waitress, “Chinese teanya merk Oolong bukan?” Haiya.. Pada akhirnya ketika tahu kalau Oolong adalah salah satu jenis teh berdasarkan proses produksi, saya jadi malu hati. Penyakit orang bodoh memang selalu berlagak sok tahu dan sok pintar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketiga, saya pernah mengira kalau Peko adalah sebuah merk teh hijau. Padahal, Peko atau sering ditulis sebagai Pekoe adalah pucuk daun teh yang selalu menandakan kualitas bahan teh yang dipakai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keempat, semakin dalam saya mempelajari teh, semakin saya menyadari bahwa ilmu tentang teh, luasnya jauh dari total kebun teh diseluruh dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Okay, sebelum ngelantur terlalu jauh sampai ke kebun kopi ..;-), cerita saya arahkan kembali kepada si teh hijau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teh ini memang sedang naik daun. Teh hijau adalah salah jenis teh dimana pada proses produksinya tidak mengalami fermentasi. Sering kali saya ditanya, emang teh mengalami fermentasi? Katalisnya apa?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang istilah fermentasi dalam teh agak sedikit menyesatkan. Padahal yang terjadi adalah proses oksidasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau dalam bahasanya orang kimia kira-kira akan di definisikan seperti ini: reaksi oksidasi senyawa Polyphenol yang ada di dalam daun teh oleh enzim polyphenol oksidase yang dibantu oleh oksigen dari udara. Artinya, dalam teh hijau, enzim polyphenol tidak mengalami oksidasi, berarti kandungan polyphenolnya jauh lebih tinggi dibanding dengan teh hitam. Untuk menghentikan proses oksidasi, daun teh yang telah dilayukan langsung dipanaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dipanaskan dengan apa? Lho-lho ini dimana? Di Jepang atau di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya, proses penghentian oksidasi memang ada dua macam. Kalau di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dilakukan dengan pan frying. Beberapa home industri langsung digoreng kering (di gongso) begitu saja di atas wajan. Malahan untuk jenis teh Long Jing, teh digoreng dengan tangan kosong biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam produksi skala besar, bisa dilakuan dengan pan Frying, yaitu daun teh dilewatkan dibawah cylinder panas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan untuk teh hijau jepang, proses penghentian oksidasi dilakukan dengan cara steaming. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Apakah teh jepang dan china sama dengan teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada awalnya memang sama. Menurut sejarah teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yang pertama kali dibudidayakan di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, karena teh china dianggap sebagai teh hitam. Dan memang pasar yang dituju adalah pasar Eropa, dimana mereka lebih menyukai teh hitam. Sedangkan teh Jepang dianggap sebagai teh hijau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Baru pada tahun 1845, seorang ahli botani dari Inggris yang bernama Robert Fortune, menyimpulkan bahwa teh hijau atau hitam, bukan berdasarkan bibit pohon teh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ditanam, melainkan dari proses produksinya. Jadi apapun jenis bibitnya, bisa digunakan sebagai teh hijau atau Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Emang ada berapa jenis bibit pohon teh”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara garis besar bibit pohon teh dihasilkan dari Camelia Sinensis. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dua Varians yang dikenal, yaitu varians Sinensis dan Assamica. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga yang mengatakan di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ada satu varian lagi yaitu Varians&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;arrawadimis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada tahun 1872, pemerintah belanda secara berangsunr menggantikan bibit pohon teh china yang di tanam di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Varian Sinensis), dengan varians Assamica yang didatangkan dari Srilangka. Varians ini jauh lebih disukai di pasar Eropa. Dan semenjak itu hampir seluruh teh di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah varians Assamica.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seiring dengan meningkatnya trend teh hijau, beberapa perusahaan teh mencoba menanam varians sinensis dengan klon Yabukita untuk tujuan pasar Belanda. Contoh perusahaan teh yang melakukan hal ini adalah Malino (pertama kali menggunakan bendera Nittoh Malino), yang melakukan cultivasi di daerah Malino, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. PTPN VIII juga melakukan hal sama dengan melakukan cultivasi di daerah Cisaruni Tasikmalaya. Di pasaran lokal, teh hijau PTPN VIII dipasarkan dengan merk Teh hijau Walini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk saat ini, teh hijau Malino masih mendapatkan peringkat pertama untuk jajaran teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di lidah saya. Sebagian teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; lainnya yang saya coba memiliki kelemahan di rasa getir atau sepet yang sangat. Rasa sepet yang khas dari teh hitam dengan varians Assamica.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semula saya mengira rasa getir ini dikarenakan dari kualitas daun yang digunakan. Ketika saya mencoba sample teh hijau premium dari Tongtjie (begitu yang dikatakan oleh penjualnya) dengan harga 55 ribu/100 gram, yang merupakan teh hijau Indonesia yang cukup mahal yang pernah saya beli, rasa getir tersebut tetaplah ada. Rasa getir ini yang tidak saya dapatkan di teh hijau Malino.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada kesempatan lain, saya juga mendapatkan sample teh dari Cisaruni. Untuk mendapatkan perbandingan, langsung saya coba taste berbarengan dengan teh hijau Malino.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara kualitas ukuran daun kering, teh hijau Malino jauh lebih unggul, karena masih berbentuk daun lurus panjang, dengan warna hijau tua, khas dari teh sencha Jepang. Sedangkan teh hijau Cisaruni, ukuran daunnya lebih kecil. Warna daun teh kering berwarna kecoklatan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1lFa9aaYI/AAAAAAAAAIY/_uxHjK3uA5M/s1600-h/P1070709.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 225px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1lFa9aaYI/AAAAAAAAAIY/_uxHjK3uA5M/s320/P1070709.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187413489611336066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1lXK9aaZI/AAAAAAAAAIg/b9FSh2YNRt0/s1600-h/P1070710.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 221px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1lXK9aaZI/AAAAAAAAAIg/b9FSh2YNRt0/s320/P1070710.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187413794554014098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika diseduh, air seduhan Cisaruni berwarna kuning kecoklat, sedangkan teh hijau Malino berwarna hijau bening. Aroma daun teh kering Cisaruni beraroma khas teh hijau jepang, yaitu aroma rumput laut, walau tidak terlalu nyata. Tetapi ketika diseduh aroma itu tidak terasa lagi. Rasanya cenderung pahit dan getir.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teh hijau Malino baik daun kering maupun seduhan masih di dapat aroma rumput laut. Purna rasa yang manis, dan sama sekali tidak ada rasa getir seperti yang terdapat di teh Cisaruni.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lho kenapa kalau sama-sama klon Yabukita kok rasanya jauh beda? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rasa getir pada teh hijau Cisaruni, mengingatkan saya pada getir rasa teh hijau dari varians Assamica. Untuk sementara saya dugaan saya adalah teh hija Cisaruni tidak 100% digunakan klon Yabukita, melainkan masih dicampur dengan varians Assamica. Itu sebabnya aroma khas dari Yabukita masih terasa, sedangkan rasanya masih rasa varians Assamica.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi untuk saat ini, teh hijau Malino masih tetap menjadi teh hijau Indonesia yang terbaik&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-727421123501936607?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/727421123501936607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=727421123501936607' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/727421123501936607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/727421123501936607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/04/antara-yabukita-dan-assamica.html' title='Antara Yabukita dan Assamica'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R_1i0q9aaVI/AAAAAAAAAIA/-hEkWzmh9PA/s72-c/P1070711.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6825998661872918812</id><published>2008-02-03T01:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-06T08:24:59.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tea tasting'/><title type='text'>Tea Tasting di kebun teh Gunung Mas</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah tertunda s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atu minggu, dari rencana semula akhirnya kopdar milist pec&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;inta teh dapat dilakukan di perkebunan teh Gunung Mas puncak &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tanggal 2 February lalu. Acara sebenarnya malahan sudah direncanakan tahun lalu sebagai awal kegiatan milist, tetapi tertunda terus dan baru terlaksana sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WUkowpdtI/AAAAAAAAAG4/D-o9EO6BG34/s1600-h/Pak+Dudhie+%26+Chartbg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 228px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WUkowpdtI/AAAAAAAAAG4/D-o9EO6BG34/s320/Pak+Dudhie+%26+Chartbg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162695904987805394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sungguh beruntung milist ini memiliki member dari KPB, yaitu pak Endi, sehingga segala sesuatunya langsung diurus beliau dan kita mendapatkan kehormatan langsung dibimbing oleh pak Dudhie, kepala pak pabrik gunung mas untuk melihat proses produksi hingga tea tasting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Mengenai proses produksi, saya akan tulis dalam tulisan tersendiri. Dalam tulisan kali ini saya hanya akan menulis khusus tentang tea tasting saja.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; Tata cara tea tasting kurang lebih sama dengan yang pernah diajarkan mbak Ratna di Tea Galery, hanya ada beberapa perbedaan paramater dan teknis saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Peralatan yang digunakan juga sama, yaitu menggunakan cangkir keramik bertutup dengan gerigi di salah satu bagian cangkir. Gerigi ini berfungsi sebagai saringan teh. P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;eralatan lain adalah mangkok untuk menuang teh, dan sendok untuk mencicipi teh. Sendok yang digunakan mirip dengan sendok sup, sehingga bentuk ujuk sendok menyerupai sloki. Penggunaan sendok lebih praktis untuk mudah kalau tasting dilakukan oleh banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut pak Dudhi&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WMVIwpdpI/AAAAAAAAAGY/NRrGChGFqug/s1600-h/persiapan+tea+tasting2bg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WMVIwpdpI/AAAAAAAAAGY/NRrGChGFqug/s320/persiapan+tea+tasting2bg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162686842606810770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;e adalah melakukan tasting ada 3 paramater yang mesti dirasakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Strength      (kekuatan rasa)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pungent      (kesep&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Freshness      (kesegaran)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Setelah berkeliling pabrik sambil mendengarkan keterangan dari pak Dudhie akhirnya kami diajak ke Lab untuk diperkenalkan dengan pak Tri, Sinder kepala Gunung Mas. Sinder kepala adalah wakil dari Adm.Pabrik yang membawahi kepala pabrik, kepala Keuangan, kepala tanaman, dan lain.lain. Tidak heran kalau pengetahuan teh pak Tri cukup luas. Di situ kami diajari cara menyeruput te&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;h untuk bisa mendapatkan aroma dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; rasa yang dicari di dalam teh. Walau kelihatannya mudah tetapi ternyata ketika dipraktekan ternyata sulit juga. Teh dalam sendok teh diseruput dalam satu kali seruputan dan sampai terdengar Srottt, kemudian dibiarkan mengabut di dalam mulut untuk didapat aroma dan rasanya, setelah itu baru dibuang ke tempat khusus&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Semula saya pikir tea taster pabrik mencicipi teh dengan meminum hingga menelannya. Saya membayangkan berapa cangkir saja yang masuk ke perut. Padahal satu grade saja sudah sekitar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; finest. Apa tida&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;k kembu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ng?&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WNZIwpdqI/AAAAAAAAAGg/SrkawRI3qhE/s1600-h/tasting+actionbg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WNZIwpdqI/AAAAAAAAAGg/SrkawRI3qhE/s320/tasting+actionbg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162688010837915298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ternyata setelah menyaksikan cara tea tasting langsung di pabrik, saya baru tahu kalau untuk mencicipi teh tidak perlu harus meminumnya. Cukup dirasakan di lidah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada kesempatan tersebut saya juga membawa beberapa teh hitam untuk coba di tasting bersama-sama. Saya membawa Darjeeling dari Margaret’s H&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ope SF&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TGFOP (Super Fine Tippy Golden Flower Orange Pekoe), Darjeling dari Arya SFTGFOP, Tambi Pekoe Souchong, Malino BTC, Darjeling dalam kemasan Jepang (Darjeeling yang direpacking di Jepang) dan juga diseduh Walini CTC &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BP1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di situ saya baru tahu bahwa ada perbedaan parameter dalam hal tea tasting antara produsen dan penikmat teh. Menurut pak Trie dan pak Dudhie, dalam &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Darjeeling&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ada aroma asing, yang biasanya dalam parameter kualitas teh di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; malah dianggap sebagai suatu produk gagal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Tetapi, kalau dari sisi Marketing ha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;l ini malahan sebenarnya bisa menjadi sebuah ciri khas”, kata pak Dudhie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Lebih lanjut dia menambahkan kalau dulu perkebunan teh di Daerah Talun juga memiliki suatu teh yang memiliki ciri khas yang khusus. Tetapi sejalan dengan sistim klonalisasi dimana pada saat peremajaan teh, banyak pohon teh yang diganti dengan bibit pohon teh bibit unggul yang telah dikembangkan, sehingga dapat dikatakan terjadi penyeragaman bibit pohon teh. Hal ini yang menyebabkan ke khasan beberapa teh dari daerah tertentu menjadi hilang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam melakukakan tea tasting, digunakan ukuran 5.6 gram t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;eh kering untuk 210mm air. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt; satu tip dari pak Tri dalam hal penggunaan air. Menurut beliau air itu memiliki kehidupan. Gunakan air yang mendidih untuk pertama kalinya. Artinya jangan rebuh air lebih dari satu kali.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari hasil tasting, pak T&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WT7owpdsI/AAAAAAAAAGw/eP6B7YHucjw/s1600-h/tasting1bg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WT7owpdsI/AAAAAAAAAGw/eP6B7YHucjw/s320/tasting1bg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162695200613168834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rie mengatakan yang paling bagus adalah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Darjeeling&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kemasan Jepang. Kalau menurut lidah saya, saya lebih suka dengan Darjeeling Arya. Aroma dan rasanya terasa lembut. Margaret’s hope strengthnya lebih kuat, apalagi&lt;br /&gt;Darjeeling Kemasan Jepang. Tambi Pekoe So&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;uchong terasa lebih pahit begitu juga dengan Walini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beberapa teman juga mengatakan Walini cukup pahit. Dari pengalaman saya, Walini CTC memang lebih strong dan lebih pahit. Biasanya saya gunakan ukuran ½ dari ukuran teh Orthodox..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selesai tea tasting teh hitam, saya share Gong Fu cha, yaitu cara seduh teh ala Cina. Dalam kesempatan tersebut saya coba seduh Cooked Puerh usia 8 tahun, Ku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ding Cha, Ti Kuan Yin dan Ginseng Oolong. Beberapa teman banyak yang suka dengan Ti Kuan Yin. Menurut pak Dudhie, aromanya adalah aroma ang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;grek panda. Aroma wanginya bahkan cukup awet tertinggal di cangkir bekas minum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6nd-IwpduI/AAAAAAAAAHA/oo2kkdcjjtQ/s1600-h/seduh+teh+ala+Gong+Fu+chabg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6nd-IwpduI/AAAAAAAAAHA/oo2kkdcjjtQ/s320/seduh+teh+ala+Gong+Fu+chabg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163902507330139874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6ne5IwpdvI/AAAAAAAAAHI/sswMIHWtBN0/s1600-h/P1011331bg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6ne5IwpdvI/AAAAAAAAAHI/sswMIHWtBN0/s320/P1011331bg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163903520942421746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Photo-photo lain dapat dilihat di &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;http://laresolo.multiply.com/photos/album/75/Tea_Tasting_di_Gunung_Mas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6825998661872918812?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6825998661872918812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6825998661872918812' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6825998661872918812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6825998661872918812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/02/setelah-tertunda-satu-minggu-dari.html' title='Tea Tasting di kebun teh Gunung Mas'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R6WUkowpdtI/AAAAAAAAAG4/D-o9EO6BG34/s72-c/Pak+Dudhie+%26+Chartbg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-3014736226858441372</id><published>2008-01-27T03:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T03:11:07.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh hitam Kertowono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xlcIwpdlI/AAAAAAAAAF4/dh16kbCpD04/s1600-h/teh+hitam+kertowono1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xlcIwpdlI/AAAAAAAAAF4/dh16kbCpD04/s320/teh+hitam+kertowono1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160110807122015826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Entah untuk keberapa kalinya, betapa saya sangat merasa beruntung memiliki teman-teman di dunia maya. Terkadang teman-teman tersebut tidak disangka-sangka tetangga dekat, Cuma beda &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;komplek perumahan belaka. Salah satu teman saya dari milist Jalansutra dan milis pecinta teh adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;mas Dayat, yang ternyata selain penggemar teh, juga memiliki pengetahuan yang cukup luas. Dari beliau akhirnya saya mendapatkan teh hitam Kertowono produksi PTPN XII.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Perkebunan teh Kertowono terletak di Gunung Bromo dan Semeru, tepatnya di Kecam&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xmB4wpdmI/AAAAAAAAAGA/O_qtySkZwWU/s1600-h/teh+hitam+kertowono2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xmB4wpdmI/AAAAAAAAAGA/O_qtySkZwWU/s320/teh+hitam+kertowono2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160111455662077538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;atan Gusi Alit, kabupaten Lumajang Jawa Timur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari arsip tulisan website Republika, saya dapatkan informasi bahwa teh di perkebunan tersebut ditanam sejak tahun 1910 oleh NV Ticderman Van Ke&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;rchen, sebuah perusahan milik pemerintah belanda yang membuka lahan tersebut sejak 1875.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kemasan teh berwarna hijau dengan ga&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;mbar gajah dan gambar gunung cukup menarik. Hanya sayangnya, di dalam kemasan teh hanya dibungkus plastik bening biasa, bukannya aluminium foil. Seperti halnya teh tambi, di kemasan juga dituliskan sedikit informasi mengenai perkebunan teh serta petunjuk menyeduh teh. Berikut saya kutipkan informasi yang tertulis di k&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;emasan sebagai perbandingan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Teh hitam Kertowono diproduksi oleh PTPN XII (Persero) Kebun Kertowono Lumajang, berasal dari lereng pegunungan Bromo Tengger pada ketinggian 600 – 1250m DPL. Pemetikan daun teh berasal dari pucuk 2 daun dan diolah secara CTC.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Cara menyeduh teh yang benar:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Gunakan air dari mata air pegunungan atau air dengan rasa netral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Panaskan air hingga mendidih 1 kali dan jangan terlalu lama atau mendidih 2 kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Masukkan bubuk teh ke dalam teko proselin/keramik selama 5 menit kemudian pisahkan ampasnya (disaring). 2 gram teh atau 1 peres sendok teh uncuk secangkir (140 ml) air yang telah mendidih.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Teh siap disajikan, tambahkan gula dan untuk variasi dapat ditambahkan jeruk atau susu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Hindarkan menyimpan air teh pada thermos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Suatu informasi yang cukup lengkap. Bahkan hingga diinformasikan jenis mesin pengolahnya, sekalipun mungkin untuk orang awam agak kurang dapat dimengerti artinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Saya informasikan kembali, bahwa untuk teh hita&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;m ada dua metode pengolahan, yaitu sistem Orthodox dan CTC (Crush, Tear &amp;amp; Curl). Perbedaan dua metode tersebut adalah pada mesin pemotong daun tehnya. Kalau Orthodox menggunakan silinder untuk menggulung dan merobek daun teh, sedangkan metode CTC menggunakan pisau untuk mencacah daun teh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau berdasarkan informasi yang tertulis di kemasan, grade dari teh ini mestinya adalah BP.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau dibandingkan dengan Walini, warna daun teh kering jauh lebih hitam, hanya finestnya lebih kecil. Aroma wangi terasa menyerbak, baik sebelum dan sesudah diseduh. Rasa manis &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terasa, sekalipun belum dipakai gula. Dan sudah barang tentu jangan bandingkan manisnya dengan kada manis gula. Warna seduhan cukup bold, seperti hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nya teh hitam CTC pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xmdowpdnI/AAAAAAAAAGI/D60XSDcWlXE/s1600-h/P1060875.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xmdowpdnI/AAAAAAAAAGI/D60XSDcWlXE/s320/P1060875.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160111932403447410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-3014736226858441372?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/3014736226858441372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=3014736226858441372' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/3014736226858441372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/3014736226858441372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/01/teh-hitam-kertowono.html' title='Teh hitam Kertowono'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5xlcIwpdlI/AAAAAAAAAF4/dh16kbCpD04/s72-c/teh+hitam+kertowono1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7327422110772855377</id><published>2008-01-23T08:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T05:31:53.835-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh hitam Tambi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5doP4wpdiI/AAAAAAAAAFg/yxduxNknk_8/s1600-h/tambi6sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 257px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5doP4wpdiI/AAAAAAAAAFg/yxduxNknk_8/s320/tambi6sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158706520319948322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pertama kali saya mengenal teh Tambi adalah ketika hendak melakukan tea class khusus teh hitam bersama mbak Ratna Soemantri pemilik tea Galery.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teh tersebut dikirim oleh mas Purna, salah seorang teman dari milist jalansutra. Sayang sekali teh yang dibawa pada saat itu tampaknya sudah agak terlalu lama mengalami penyimpanan dan tidak disimpan secara baik, tetapi hanya dibungkus plastik biasa. Pada waktu itu saya masih belum bisa mengeksplore rasa teh tersebut, karena rasa yang ada mengalami reduksi yang cukup signifikan. Pada waktu itu yang saya rasakan adalah aroma tembakau yang cukup tajam, sehingga saya sempat mengira teh tersebut mengalami induksi aroma lain dari luar. Saya sempat menduga dan bertanya-tanya, apakah kebun tehnya berdekatan dengan tembakau? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sempat bertanya kepada mertua mas Purna, yang kebetulan adalah mantan direktur dari PT. Tambi. Menurut beliau, kemungkinan terinduksi atau lebih tepatnya beliau menyebut sebagai Tainted Tea dikarenakan beberapa kebun teh berdekatan dengan kebun rakyat yang diantaranya adalah kebun tembakau.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akan tetapi beberapa pengalaman saya mencoba teh yang sudah kadaluarsa, ternyata memiliki rasa dan aroma tembakau yang cukup tajam. Jadi kesimpulan sementara saya kemungkinan aroma tembakau pada teh tambi yang saya coba pada waktu itu dikarenakan teh tersebut sudah kadaluarsa. Yang perlu dicatat, pengertian teh kadaluarsa disini bukannya teh tersebut tidak bisa diminum lagi dan beracun, tetapi teh tersebut sudah mengalami perubahan rasa dan aroma yang cukup berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untungnya tak berapa lama kemudian mas Purna mengirim saya lagi teh Tambi dalam kemasan yang lebih baru. Tidak tanggung-tanggung, bukan cuma satu malah ada tiga macam varians teh tambi yang saya terima pada saat itu. Sekarang mari bersama-sama kita ekplore teh tambi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perkebunan teh Tambi, di bangun sejak tahun 1865, merupakan peninggalan salah satu perusahaan milik Belanda yang diambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;alih oleh Pemerintah Republik &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, seusai revolosi kemerdekaan. Teh tambi di tanam di lereng antara Gunung Sumbing dan Sindoro yang memiliki ketinggian 800 hingga 2000 meter di atas permukaan laut. Dengan curah hujan 2500 – 3000 mm pertahun, dan luas areal sekitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;829 ha, perkebunan ini mampu menghasilkan teh hitam dengan produksi 1800 sd 2000 ton per tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seperti halnya dengan perkebunan teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; lainnya, sebagian besar hasil diproduksi di ekpor ke luar negeri. Dan tentunya teh yang kualitas nomor satu yang di ekpor, sedangkan teh kualitas rendahnya kebanyakan diserap oleh pasar &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tetapi teh Tambi juga memasarkan teh kualitas BOP dan peko Souchong dalam kemasan, selain teh celup dengan merk tambi. 3 varians teh yang saya terima dari mas Purna adalah teh Tambi Broken Orange Pekoe, Pekoe Souchong dan BPS (Broken Pekoe Souchong?). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saya baru mencoba 2 varians yaitu BOP dan PS. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Satu hal yang saya perlu apresiasi terhadap teh tambi adalah adanya usaha edukasi. Selain menyebutkan Grade teh di kemasan juga ditulis cara untuk cara menyeduh teh yang baik dan benar. Berikut saya kutip petunjuk menyeduh teh ala tambi dari kemasannya:&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bersihkan dahulu poci dengan air mendidih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masukkan teh satu sendok makan ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tuangkan air mendidih secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tunggu 5-6 menit sebelum dituangkan ke dalam gelas/cangkir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan membiasakan menyekap teh dalam termos.&lt;/span&gt;        &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekalipun tata cara tersebut terlalu sederhana, dan mungkin tidak dapat dimengerti secara jelas, tampak adanya usaha edukasi. Salah satu kekurangan dari petunjuk di atas adalah takaran air. Satu sendok makan untuk berapa ml air? Secukupnya kemungkinan adalah disesuaikan dengan selera, kalau mau pekat airnya dikurangi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Satu hal lagi kekurangan dari teh ini adalah design kemasan yang terlalu sederhana dengan warna yang tampak oldies. Gambar wayang yang semestinya bisa menjadi teh ini tampak klasik dan elegan, karena design dan warna yang sederhana, kesan tersebut malah tidak ada. Kekurangan lain yang cukup fatal adalah daun teh kering hanya disimpan didalam plastik bening biasa, sebelum dimasukan ke dalam kemasan utama. Sayang sekali, teh kualitas bagus semestinya dikemas dalam alumininium foil, sehingga rasa dan aroma lebih lama terjaga keawetannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasa dan teh Tambi kualitas BOP cukup lembut, dengan semburat wangi yang terasa menyergap indera penciuman. Bahkan aroma wangi ini sudah tercium ketika teh baru dituang ke cangkir. Ketika di dalam mulut, wangi makin mempesona dan ketika diminum, aroma wangi turut serta bersama nafas dan seakan berputar tidak mau beranjak dari rongga hidung. Aroma wangi bahkan masih samar tertinggal di bekas cangkir teh. Dengan after taste manis, teh Tambi telah membuat saya jatuh hati. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7327422110772855377?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7327422110772855377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7327422110772855377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7327422110772855377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7327422110772855377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/01/teh-hitam-tambi.html' title='Teh hitam Tambi'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R5doP4wpdiI/AAAAAAAAAFg/yxduxNknk_8/s72-c/tambi6sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-5823092212938627067</id><published>2008-01-21T06:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T06:05:06.204-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh dan kesehatan'/><title type='text'>Teh obat kaki bau</title><content type='html'>Teh memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan tentu sudah bukan menjadi rahasia lagi. Berbagai kandungan teh seperti Flavonoid, Katekin, Fluoride, dsb banyak sekali manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan acara Oprah Winfrey di Metro TV, dan pada saat itu acaranya adalah ask dr. Oz. Dalam acara ini para penonton boleh menanyakan apa saja yang ada kaitannya dengan kesehatan dan semuanya dijawab dengan detail dan ilmiah oleh dr. Oz, yang walaupun specialisasinya adalah dokter bedah jantung, tetapi ternyata memiliki pengetahuan kesehatan yang amat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan yang menarik adalah pertanyaan seorang penonton yang memiliki masalah dengan bau kaki. Sudah berbagai upaya dan cara mencuci kaki, tetapi tidak memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr. Oz, masalah bau kaki dipicu oleh keringat dan bakteri. Salah satu cara yang dianjurkan oleh dokter Oz adalah dengan merendam kaki tersebut dengan seduhan teh hangat kurang lebih satu jam. Zat asam Tannic yang adalah dalam kandungan teh dapat membantu menetralisir bakteri penyebab bau. Tidak ada salahnya untuk dicoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-5823092212938627067?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/5823092212938627067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=5823092212938627067' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5823092212938627067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/5823092212938627067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2008/01/teh-obat-kaki-bau.html' title='Teh obat kaki bau'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-279204858594716773</id><published>2007-12-29T09:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T09:41:44.780-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh Goalpara Hijau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R3aAeKRzxtI/AAAAAAAAAFQ/AUcpp75jofU/s1600-h/Goalpara+hijau2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R3aAeKRzxtI/AAAAAAAAAFQ/AUcpp75jofU/s320/Goalpara+hijau2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149444479588222674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa waktu yang lalu Vanda, salah satu member milist Pecinta Teh bertanya kepada saya. “Bagaimana pendapat bapak mengenai teh Goalpara hijau?  Saya terbiasa minum teh ini".&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekilas, teh hijau seduh yang dijual dalam kemasan, apakah itu merk Kepala Jenggot, Dua tang maupun Goalpara bukan teh kualitas baik. Campuran daun tua dan batang tetaplah mendominasi. Batang teh tampak terlihat pada potongan berwarna putih di daun teh keringnya. Seduhan teh juga berwarna coklat tua, dan cenderung agak keruh.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum lama ini, sewaktu tea tasting di rumah Mbak Haley beberapa waktu yang lalu, kebetulan saya membawa teh hijau Goalpara untuk di tasting. Rasanya, mohon maaf dapat dikatakan horible kalau diminum tanpa gula. Selain rasa sepet, ada rasa pahit dan sedikit getir di lidah. Rasa getir ini juga dirasakan oleh peserta tea tasting lain pada waktu itu. Dugaan saya rasa getir ini dihasilkan oleh batang teh yang tercampur.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R3aAwKRzxuI/AAAAAAAAAFY/RfnAJfo1doo/s1600-h/Goalpara+hijau3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R3aAwKRzxuI/AAAAAAAAAFY/RfnAJfo1doo/s320/Goalpara+hijau3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149444788825868002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kira-kira hanya itu yang dapat saya katakan mengenai teh hijau Goalpara. Kalau menurut saya, lebih enak teh wangi melati cap botol. Dengan komposisi daun teh tidak terlalu banyak dan waktu seduh sekitar tiga menit, menghasilkan teh wangi melati bening. Sekalipun masih ada sedikit rasa sepet, tetapi masih bisa saya nikmati tanpa gula. Yang jelas, sama-sama teh hijau, udah gitu kandungan katekinnya juga lumayan tinggi (sekitar 9%).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-279204858594716773?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/279204858594716773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=279204858594716773' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/279204858594716773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/279204858594716773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/12/beberapa-waktu-yang-lalu-vanda-salah.html' title='Teh Goalpara Hijau'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R3aAeKRzxtI/AAAAAAAAAFQ/AUcpp75jofU/s72-c/Goalpara+hijau2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-8936668762176246206</id><published>2007-12-08T18:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T06:44:47.835-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Katekin dan kualitas teh Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat forward email dari pak Gatot Purwoko, sobat saya di milist jalansutra yang telah mengencourage saya untuk terus belajar soal teh.  Isi email yang diforward kepada saya adalah tentang tulisan yang menyatakan bahwa teh Indonesia lebih menyehatkan dengan alasan kandungan katekin teh Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan teh China, Jepang dan Srilangka. "Saya tunggu koment dari mas Bambang mengenai tulisan ini", begitu kalimat pak Gatot di akhir emailnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya mesti mengumpulkan data-data terlebih dahulu untuk dapat berkomentar. Tulisan lebih lengkap mengenai isi tulisan di atas  saya temukan dalam tulisan Kusmiyati Bambang yang berjudul Prospek Teh Indonesia sebagai minuman Fungsional.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R1tUnrtQXOI/AAAAAAAAAFI/Po85eiJ8WNw/s1600-h/teavalue1sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 247px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R1tUnrtQXOI/AAAAAAAAAFI/Po85eiJ8WNw/s320/teavalue1sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141796440297725154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kandungan katekinnya bahkan lebih tinggi dibanding teh Sencha atau teh Oolong &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Berikut saya kutipkan tabel perbandingannya:&lt;/span&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tabel 1. Katekin pada beberapa jenis teh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (Bambang &lt;i&gt;et al. &lt;/i&gt;, 1995)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable"  style="border: 1pt outset black; width: 385px; height: 291px; font-family: arial;font-family:arial;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 16.3pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 57pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Negara   &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jenis   teh &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Substansi   katekin (% b.k.) &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 16.3pt;"&gt;   &lt;td rowspan="5" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 57pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   hitam Orthodox &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 16.3pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8,24   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 7.1pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 7.1pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   hitam CTC &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 7.1pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,02   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 7.1pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 7.1pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   hijau ekspor &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 7.1pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11,60   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 7.1pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 7.1pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   hijau lokal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 7.1pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,81   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 7.1pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 7.1pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   wangi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 7.1pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9,28   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 13.35pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 57pt; height: 13.35pt;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jepang   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 13.35pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;sencha   &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 13.35pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5,06   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 16.3pt;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 57pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cina   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 16.3pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   oolong &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 16.3pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6,73   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 7.1pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 7.1pt;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   wangi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 7.1pt; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,47   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 13.35pt; font-weight: bold;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 57pt; height: 13.35pt; font-weight: normal;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Sri     Lanka&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 121.5pt; height: 13.35pt; font-weight: normal;" valign="top" width="162"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh   hitam BOP &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 142.5pt; height: 13.35pt; font-weight: normal; text-align: center;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,39   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p  style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari tabel di atas terlihat bahwa kandungan katekin teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, khususnya teh hijau dua kali lipat dari Sencha atau teh teh Oolong &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Katekin adalah salah satu turunan dari Poliphenol yang memiliki khasiat antioxidant yang tinggi. Dipandang dari sisi kesehatan, makin tinggi katekin berarti makin bermanfaat buat kesehatan. Akan tetapi ironisnya, ditinjau dari sisi rasa, memiliki perbandingan yang terbalik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Katekin, juga berperan penting di dalam menentukan aroma dan rasa. Rasa pahit dan sepet dalam teh sangat dipengaruhi oleh zat ini. Berarti makin tinggi katekin, makin tinggi pula rasa pahit dan sepetnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Faktor kadar katekin selain dari waktu panen teh, intensitas sinar matahari, juga kemudaan daun teh. Pucuk pertama daun teh, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding daun teh yang lainnya. Begitu juga waktu panen. Teh Jepang yang dipanen pertama kandungan katekinnya paling rendah dibanding dengan panen-panen pada bulan berikutnya. Gyokuro yang hanya terkena sinar matahari pagi, kandungan katekinnya juga lebih rendah. Dan faktanya teh-teh dengan katekin rendah justru yang rasanya lebih baik. Perkecualian adalah teh putih. Ini ini memiliki kandungan katekin yang paling tinggi. Karena selain mengalami proses yang teramat singkat, daun dipakai adalah pucuk daun yang benar-benar sangat muda. Untuk grade terbuat malahan dibuat dari kuncup daun teh yang belum mekar. Akan tetapi rasa dan aroma teh ini sangat lembut. Hampir tidak ada rasa pahitnya sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Factor ini yang juga sering dikeluhkan oleh para buyer teh dari luar negeri. Dan kenyataannya dari sisi rasa, teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih kalah kalau dibandingkan dengan teh hijau Cina dan Jepang. Hal ini juga diakui oleh Kusmiyati Bambang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang dalam tulisannya disebutkan bahwa s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ebagai minuman fungsional, teh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang kaya katekin masih akan menghadapi kendala rasa yang kurang disukai. Teh ini memiliki rasa pahit dan sepet yang menonjol yang membedakannya dengan teh hijau Cina dan Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai bahan pembanding lain, coba perhatikan kadar katekin di dalam teh dalam kemasan berikut ini (tabel masih satu sumber dengan tulisan Kusmiyati Bambang):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tabel 6. &lt;span style=""&gt;Kadar katekin teh dalam kemasan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable"  style="border: 1pt outset black; width: 316px; height: 612px; font-family: arial;font-family:arial;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 30pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt; height: 30pt;" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;No &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt; height: 30pt;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merek &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt; height: 30pt;" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jenis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt; height: 30pt;" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bentuk kemasan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in; height: 30pt;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Katekin (%) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 Tang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh &lt;i&gt;hit@m1breakfast &lt;/i&gt;tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;double &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tea bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8,82 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 16.5pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in; height: 16.5pt;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9,40 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 Tang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hitamlafternoon tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;double &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tea bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8,78 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,74 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 Tang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;single tea bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6,95 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,25 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SariWangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;double &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tea bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5,49 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5,19 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Goalpara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bungkus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5,70 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6,12 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Goalpara-excelentTea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;double chamber &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tea bags&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,85 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7,87 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Gunung &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hitam CTC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tea bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8,12 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8,06 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 Tang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tea bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,89 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,85 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kepala Jenggot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bungkus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12,31 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12,30 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nirwana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bungkus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,97 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,87 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 72.3pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;TEHINDO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teh hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bungkus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt inset black; padding: 2.25pt; width: 1in;" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11,47 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari daftar di dalam tabel diatas, tampak jelas bahwa kadar katekin teh hijau masih di atas kadar katekin teh hitam. Untuk teh hijau teh hijau cap kepala jenggot memiliki kadar katekin yang paling tinggi. Apakah kadar katekin ini juga memiliki korelasi dengan kualitas daun teh yang dipakai?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari sisi rasa, teh hijau dalam kemasan ini banyak yang mengatakan memiliki rasa yang cukup horible. Rasa sepet yang dominan, warna seduhan coklat tua. Dari pengamatan sekilas terhadap teh 2 tang hijau, saya dapatkan daun teh yang dipakai kebanyakan daun tua. Dari pengamatan sekilas tersebut, saya sementara menyimpulkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa tingginya kadar katekin tidak memberikan kontribusi positif terhadap kualitas rasa dari teh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan kondisi seperti tersebut, dapatkah keunggulan katekin dijadikan suatu positioning dalam marketing untuk meningkatkan brand image teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;? Positioning&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang juga tampaknya dilakukan oleh Mind Tea yang dijual secara MLM dengan jargon sebagai minuman kesehatan berkatekin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau dilihat dari trend pasar teh hijau yang menunjukkan grafik menaik, baik dari sisi jumlah penjualan maupun merk yang beredar, tampaknya potensi ini dapat dikembangkan lebih serius. Dan tampaknya brand image teh hijau lebih sehat juga sudah terlanjur melekat konsumen teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Melihat fakta ini saya cukup pesimistis jika mind tea yang dibanderol dengan harga cukup tinggi akan mampu merubah brand image ini. Apalagi kenyataan yang ada kandungan katekin teh hijau jauh lebih besar dibandingkan dengan teh hitam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akan tetapi perlu juga disadari faktor rasa teh dapat juga menjadi faktor penghambat Apalagi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kalau kita memang mau mensosialisasikan minuman teh sebagai pengganti minum air putih biasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Factor rasa sepet ini pula yang menyebabkan teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, mesti ditambahkan gula atau pemanis lain untuk menetralisirnya. Dan sudah menjadi pengetahuan umum, untuk menjaga kesehatan gula termasuk hal yang perlu dikurangi dan dihindari. Apalagi kalau teh dengan pemanis gula dijadikan minuman kesehatan yang konsumsinya ditingkatkan sebagai pengganti air putih, tentu akan bertambah masalah karena kelebihan minum gula, yang kemudian akan menjadi pemicu masalah kesehatan lainnya seperti meningkatnya risiko diabetes dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masalah obesitas. Suatu hal yang seharusnya malahan dapat dieliminasi oleh khasiat teh itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau menurut pendapat saya, paling utama adalah justru meningkatkan kualitas rasa dari teh itu sendiri dengan mengurangi faktor biterness dan astringency dalam teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Menurut tulisan Kusmiyati Bambang, r&lt;span style=""&gt;asa pahit dan sepet pada teh hijau &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; dapat dikurangi dengan proses pemanasan seperti terjadi pada produk pengolahan teh wangi (Bambang, 1985). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal" face="arial"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Cara lain bisa juga dengan mengklasifikasikan kualitas teh berdasarkan waktu panen. Akan tetapi i&lt;/span&gt;tu sama juga artinya dengan mengurangi kandungan katekin dalam teh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Apakah dengan begitu berarti kadar kesehatan dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tehnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jadi berkurang?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tinggi dan rendahnya kadar katekin teh yang kita minum menurut saya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapat disiasati dengan peningkatan jumlah cangkir teh yang kita minum. Kalau anda minum 2 cangkir teh berkatekin 12% misalnya, apakah tidak sama dengan minum 4 cangkir teh dengan kandungan katekin 6% misalnya. Wah, tambah boros dong?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Boros atau tidak memang relatif. Yang perlu diingat adalah satu sendok teh, bisa seduh 2 atau tiga kali, bahkan bahkan berkali-kali (tentu saja rasa dan aroma teh sudah berkurang). Syaratnya adalah jangan merendam daun teh terlalu lama dan menyaringnya. Untuk teh hijau seduhan pertama hanya diperlukan waktu tiga menit, dan ditambahkan satu menit tiap seduhan berikutnya. Yang perlu disosialisasikan adalah bagaimana cara menyeduh teh yang baik dan benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi mau teh enak atau teh sehat? Tentu pilih teh enak dan sehat to. Emangnya minum teh seperti minum jamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-8936668762176246206?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/8936668762176246206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=8936668762176246206' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8936668762176246206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8936668762176246206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/12/perbandingan-kualitas-teh-indonesia.html' title='Katekin dan kualitas teh Indonesia'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R1tUnrtQXOI/AAAAAAAAAFI/Po85eiJ8WNw/s72-c/teavalue1sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6642955266791547287</id><published>2007-11-24T07:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T04:24:12.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Myanmar'/><title type='text'>Myanmar tea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hMK-gzRnI/AAAAAAAAAEw/Wn_VJrC0CVA/s1600-h/Myanmar+tea2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hMK-gzRnI/AAAAAAAAAEw/Wn_VJrC0CVA/s320/Myanmar+tea2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136439126479029874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika salah seorang teman kantor mendapat tugas untuk pergi ke Myanmar, iseng-iseng saya berpesan, “Jangan lupa beliin saya teh Myanmar ya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin karena teman saya kurang paham dengan masalah teh, atau memang dia tidak punya waktu yang luang untuk mencari-cari teh, dia bawakan saya satu bungkus teh yang tampaknya bukan teh kualitas baik. Tertulis di kemasannya Htate Htarr Lay, Natural Green tea. Di dalam kemasan, teh dibungkus dengan plastik bening biasa. Daun teh kering berwarna kehitaman, mirip dengan teh hijau wangi melati Indonesia, yang tentu saja minus aroma melatinya. Alih-alih aroma melati, aroma yang ada malahan aroma apek bau tanah. Karena aromanya tersebut, pada waktu itu saya kurang tertarik untuk mengekplore lebih jauh tentang teh Myanmar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, ketika saya menata kembali beberapa teh koleksi saya, teringat bahwa ada teh Myanmar ini belum pernah di coba,dan belum saya ekplore. Informasi yang saya temukan mengenai Htate Htarr lay di internet, hanya beberapa daftar produk mereka. Selain teh hijau, mereka juga memproduksi white tea dan Oolong tea. Akan tetapi, sama seperti halnya teh-teh bermerk lainnya, informasi mengenai grade tidak pernah dijelaskan di dalam kemasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa informasi yang saya dapatkan, ternyata teh Myanmar cukup menarik untuk dieksplore lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Myanmar, ada beberapa varians pohon teh yang dibudidayakan. Selain varians Camellia Sinensis (sama halnya dengan pohon teh  di China dan Jepang), juga ada varians Camellia Assamica (sama halnya dengan pohon teh di India dan Indonesia). Menurut catatan sejarah, pohon teh asli ditemukan di daerah Ayyeyarwaddy, yang kemudian berkembang ke berbagai daerah di Myanmar. Beberapa pakar teh, menyebutkan Myanmar juga memiliki  satu klon pohon teh asli dari Myanmar yang disebut sebagai Camellia Arrawadimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Myanmar, teh bukan hanya dikenal sebagai minuman, tetapi juga merupakan bagian dari makanan traditional yang sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Daun teh dibuat semacam pasta yang kemudian akan menjadi semacam asinan, yang disebut sebagai Laphet. Makanan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hNlOgzRpI/AAAAAAAAAFA/qqHEU9b3pAY/s1600-h/laphet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hNlOgzRpI/AAAAAAAAAFA/qqHEU9b3pAY/s320/laphet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136440676962223762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini sering juga disebut sebagai Pickled tea atau Salad tea. Laphet bukan sekedar makanan biasa, tetapi sudah merupakan bagian dari kultur sosial budaya. Laphet disajikan sebagai bagian acara ceremoni keagamaan, welcoming guest, bahkan juga dijadikan camilan di depan televisi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Photo Laphet di ambil dari http://www.sfgam.com/blog/laphet-thote-%e2%80%93-fermented-tea-leaf-salad/)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saat ini saya belum bisa menulis banyak tentang Laphet, karena sama sekali belum pernah mencoba sendiri. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa mendapatkan kesempatan untuk mencicipi Laphet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke natural green tea merk Htate Htarr lay. Bau apeknya mengingatkan saya kepada bau puerh. Warna daun teh kering, berwarna kehitaman, tetapi tidak segosong teh hijau wangi melati kita. Warna kehita&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hLgugzRmI/AAAAAAAAAEo/XUNISbNsOos/s1600-h/Myanma+tea1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hLgugzRmI/AAAAAAAAAEo/XUNISbNsOos/s320/Myanma+tea1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136438400629556834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;man kemungkinan karena proses oksidasi, dikarenakan teh hanya dikemas di dalam kemasan plastik sederhana. Daun teh kering masih berbentuk daun utuh. Warna seduhan cenderung berwarna coklat. Rasanya pahit dan aroma tanahnya mirip-mirip dengan raw puerh usia muda. Ada jejak rasa yang tajam yang tertinggal di lidah seusai minum teh ini. Bukanlah teh yang cukup enak dinikmati. Entah karena memang kualitas teh yang kurang baik, atau memang seperti itu rasa teh Myanmar, saya masih belum begitu mengerti. Mesti memiliki perbandingan teh lain. Akan tetapi dari kaidah umum kualitas teh, kualitas yang baik semestinya tidak berasa pahit dan beraroma yang enak. Puerh kualitas baikpun juga tidak lagi beraroma tanah apek.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hMmOgzRoI/AAAAAAAAAE4/u0lk0xEcvxE/s1600-h/Myanmar+tea4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hMmOgzRoI/AAAAAAAAAE4/u0lk0xEcvxE/s320/Myanmar+tea4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136439594630465154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada teman-teman yang pernah mencoba Myanmar tea dan bisa share pengalamannya? Terus terang saya sangat penasaran dengan yang namanya Laphet. Saking penasarannya saya coba cari informasi tentang Laphet di kedutaan Myanmar. Barangkali saja, saya bisa mendapatkan informasi dimana saya bisa dapatkan Laphet di Indonesia.&lt;br /&gt;"Aduh saya tidak tahu. Disini kebetulan tidak ada divisi budaya. Kami hanya mengurusi soal politik saja". Begitu jawaban yang saya terima dari staff kedutaan Myanmar. Haiya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-6642955266791547287?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/6642955266791547287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=6642955266791547287' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6642955266791547287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/6642955266791547287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/11/myanmar-tea.html' title='Myanmar tea'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0hMK-gzRnI/AAAAAAAAAEw/Wn_VJrC0CVA/s72-c/Myanmar+tea2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7381384861109320656</id><published>2007-11-19T06:33:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T07:30:48.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teh India'/><title type='text'>Freeze tea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0GfcOgzRkI/AAAAAAAAAEY/u5zwf2MyNUo/s1600-h/P1050721sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0GfcOgzRkI/AAAAAAAAAEY/u5zwf2MyNUo/s320/P1050721sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134560357459904066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;Belum lama ini saya mendapat sample freeze tea yang unik dari Ibu Lim Kim Soan, salah seorang teman di milist jalan sutra yang ber&lt;/span&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;domisili di Jepang. Menurut keterangan ibu&lt;/span&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt; Lim Kim Soan Teh ini dikeluarkan oleh Nitto, yang dibuat khusus untuk dysneland shop. Freeze sendiri merupakan tehnologi baru dalam hal tea packing. Teh semacam di press menjadi bentuk tertentu. Freeze tea ini dibuat dari &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;Darjeeling&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt; tea dan diblend dengan sari fruit peach dan apricot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;2 keping freeze tea diseduh dengan air panas kurang lebih 250mm. Tadinya saya pikir teh ini mirip dengan instant tea, begitu diseduh akan l&lt;/span&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;arut ke dalam air tanpa meninggalkan ampas. Ternyata masih tersisa ampas teh berbentuk bubuk. Aroma peach terasa mendominasi, tetapi tidak sama dengan aroma peach dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;Darjeeling&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt; kualitas tinggi. Kalau dilihat dari bentuk tehnya yang bubuk, saya duga &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;Darjeeling&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt; yang digunakan adalah Fanning. Tetapi saya belum bisa menduga lebih jauh, apakah grade yang dipakai Tippy Golden Orange Fannings, Golden Orange Fannings atau hanya sekedar Orange Fannings saja.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0Gr_ugzRlI/AAAAAAAAAEg/Oh6zmA_rlqs/s1600-h/P1050771sm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0Gr_ugzRlI/AAAAAAAAAEg/Oh6zmA_rlqs/s320/P1050771sm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134574161484793426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;Teh ini kayaknya cukup cocok juga buat anak-anak. Selain bentuknya lucu rasanya juga rasa buah. Ditambahkan gula dan es batu, teh ini akan terasa lebih segar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gmailquote"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7381384861109320656?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7381384861109320656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7381384861109320656' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7381384861109320656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7381384861109320656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/11/freeze-tea.html' title='Freeze tea'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/R0GfcOgzRkI/AAAAAAAAAEY/u5zwf2MyNUo/s72-c/P1050721sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-4481374028817210020</id><published>2007-11-11T08:00:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T07:12:03.266-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Malino Hijau: Sencha dari Gowa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rzcn5lR2kcI/AAAAAAAAADw/sgjGGk6pxPs/s1600-h/P1050837.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rzcn5lR2kcI/AAAAAAAAADw/sgjGGk6pxPs/s320/P1050837.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131614170624987586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengikuti conference international Logistic di Jakarta Convention Centre. Acara tersebut dibuka langsung oleh bapak wakil presiden Jusuf Kalla, yang juga sekaligus membuka acara pameran Sulawesi Ekspo. Nah, disela-sela rehat, saya menyempatkan diri melihat-lihat stand Sulawesi Ekspo. Pada salah satu stand, mata saya tertumbuk pada sesuatu  terpajang yang pernah saya kenal.Ya, itu dia teh Malino hitam kiriman dari Ervita, salah seorang teman dari milist jalan sutra, sebuah milist jalan-jalan dan makan-makan. Tetapi bukan sekedar satu bungkus teh itu saja yang membuat saya enggan beranjak dari stand tersebut, ada satu bungkus lagi yang belum saya kenal: Malino Hijau. Ini dia yang saya cari-cari, begitu kata saya dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Mbak, teh tersebut dijual tidak?”, tanya saya dengan sangat berharap kepada salah satu penjaga stand.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Wah sayang sekali itu hanya sample pak. Tetapi coba nanti hari terakhir, barangkali kami berubah pikiran, dari pada harus dibawa pulang.” Jawabannya cukup diplomatis, tetapi juga memberi harapan. Pada hari terakhir, ternyata saya tetap kembali ke stand tersebut dengan tangan hampa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rupanya keberuntungan tidaklah terlalu jauh dari saya. Saya teringat, tidak berapa lama saya posting &lt;a href="http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/10/teh-malino-teh-hitam-dari-gowa-sulawesi.html"&gt;review tentang teh hitam Malino&lt;/a&gt;, saya mendapatkan email pribadi dari Dewi Puspita. Dia adalah salah seorang sekretaris di perusahaan Mitora, perusahaan baru yang kini mengelola perkebunan teh Malino setelah diambil alih dari PT. Nittoh. Sewaktu perusahaan dia membeli Nittoh, dia coba search tentang teh Malino, dan kebetulan ketemulah blog saya.  Di emailnya, dia menjanjikan saya untuk mengirim beberapa sample beberapa grade teh hitam Malino.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan suatu kebetulan yang menyenangkan ternyata kantor Mitora lokasinya diseberang kantor saya. Jadi ketika mendapat kabar bahwa sample sudah tersedia, dengan tak sabar saya langsung menjemputnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang pertama saya coba karena saking penasarannya sudah tentu adalah Malino hijau. Selama ini memang saya masih penasaran karena belum menemukan teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan kualitas yang cukup memadai. Karena tehnya masih berupa sample tentu kemasan sangat sederhana. Bahkan saya tidak menemukan oxygen absorbser di dalamnya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RzcodlR2kdI/AAAAAAAAAD4/HleR5rvkqs0/s1600-h/P1050839.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RzcodlR2kdI/AAAAAAAAAD4/HleR5rvkqs0/s320/P1050839.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131614789100278226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Warna daun teh kering berwarna hijau tua. Dari warnanya saya menduga bahwa proses penghentian fermentasi dilakukan dengan sistem steaming. Apalagi teh ini memang khusus diekpor ke Jepang, dimana negeri tersebutlah yang menemukan proses pembuatan teh hijau dengan proses steaming. Ketika saya cium aromanya, saya menemukan aroma yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sangat saya kenal. Ya aroma rumput laut yang lazim terdapat pada sencha teh hijau dari Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aroma ini semakin terasa ketika air panas dituang. Dengan waktu seduh pertama 3 menit menghasilkan warna kuning keemasan. Rasanyapun mirip dengan sencha, selain dari aroma rumput air teh terasa sedikit licin di tenggorokan. Hingga seduhan ketika rasa dan aroma masih terasa enak, walaupun memang ada sedikit penurunan kualitas pada seduhan kedua dan ketiga.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rzco6FR2keI/AAAAAAAAAEA/52XC46lmY-g/s1600-h/P1050840.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rzco6FR2keI/AAAAAAAAAEA/52XC46lmY-g/s320/P1050840.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131615278726549986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RzcpjFR2kfI/AAAAAAAAAEI/oiHTI9pjugI/s1600-h/P1050841.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RzcpjFR2kfI/AAAAAAAAAEI/oiHTI9pjugI/s320/P1050841.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131615983101186546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RzcqQ1R2kgI/AAAAAAAAAEQ/LIQHx10yptI/s1600-h/P1050844.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RzcqQ1R2kgI/AAAAAAAAAEQ/LIQHx10yptI/s320/P1050844.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131616769080201730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Overall, teh hijau Malino hingga saat ini merupakan teh hijau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terbaik yang pernah saya coba. Rasa dan aroma sangat mirip dengan Sencha. Tidak heran, karena teh ini khusus untuk di ekspor ke Jepang. Jadi jangan tanya teh ini dapat dibeli dimana, karena teh ini memang tidak pernah di jual di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Kasihan deh kita ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-4481374028817210020?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/4481374028817210020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=4481374028817210020' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/4481374028817210020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/4481374028817210020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/11/malino-hijau-sencha-dari-gowa.html' title='Malino Hijau: Sencha dari Gowa'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rzcn5lR2kcI/AAAAAAAAADw/sgjGGk6pxPs/s72-c/P1050837.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-1406640316529000088</id><published>2007-11-05T16:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T17:03:50.356-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Jawa Oolong, teh Oolong Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Ry-6GU_RtWI/AAAAAAAAADo/AYvyMC1E-vM/s1600-h/Jawa+Oolong+Melati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 248px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Ry-6GU_RtWI/AAAAAAAAADo/AYvyMC1E-vM/s320/Jawa+Oolong+Melati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129523118474376546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya nama Jawa dianggap cukup komersial dan mampu menjual. Buktinya, dengan terkenalnya Java Coffe, tercipta Java Computer Language. Lalu Indra Lesmana dan kawan-kawan mendirikan Java Jazz Band yang juga cukup terkenal di dunia international. Terakhir event Jazz International di tanah air menggunakan nama Java Jazz Festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena alasan ini teh 63 menamakan teh produksi mereka dengan nama Jawa Oolong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan saya dengan Jawa Oolong, secara tidak sengaja saya temukan lewat arsip milist Tea Society Indonesia. Temuan ini seolah menjawab pertanyaan saya selama ini, yang dipenuhi rasa penasaran apakah ada varian teh China yang dibudidayakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh ini saat ini merupakan satu-satunya teh Oolong yang diproduksi dari perkebunan teh kita dibawah bendera teh 63, yang gerainya banyak terdapat di mall-mall besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel majalah Swa, pernah dituliskan bahwa Lei Mei Chu, salah seorang warga keturunan, yang menikah dengan pria Taiwan, membawa bibit teh dari Taiwan dan menanamnya di daerah Bogor. Di bawah bendera teh 63, dia bekerja sama dengan PTP setempat untuk mengembangkan teh Oolong, yang dilakukannya sekitar tahun 1985, dan baru 10 tahun kemudian dapat dipetik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Oolong adalah salah satu jenis teh yang difermentasi sebentar saja. Kelebihan dari teh Oolong dibanding dengan teh hijau atau teh hitam adalah kandungan Polyphenol yang jauh lebih tinggi dibanding dengan jenis teh lainnya. Polyphenol adalah kandungan penting yang sangat mempengaruhi aroma Oolong yang unik dan juga manfaat yang tinggi untuk kesehatan maupun kecantikan, khususnya masalah obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa obesitas bukan berarti overweight. Obesitas dapat dipahami sebagai ekses akibat akumulasi penumpukan lemak didalam tubuh. Normalnya toleransi lemak dalam tubuh adalah 15-20% untuk pria, dan 20-25% untuk wanita dibanding dengan berat tubuh. Kelebihan lemak diatas range tersebut sudah dapat dikatakan sebagai obesitas. Polyphenol dipercaya merupakan kandungan yang efektif dalam mengontrol obesitas. Polyphenol juga dipercaya dapat mengurangi kerusakan gigi secara significan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Oolong bisa didapatkan dalam bentuk Loose tea atau Tea Bag. Menurut situsnya di tehenamtiga.com ada beberapa jenis aroma yang ditawarkan. Ada Aroma mawar, melati, menthol, lemon dan jeruk. Di Gerainya di Ekalokasari Mall, Bogor, hanya ditawarkan teh Asli, aroma melati dan Ginseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba beli loose tea aroma melati dengan harga 45 ribu per 100 gram. Warna tehnya berwarna hijau tua. Di sela-sela teh tampak sedikit serpihan bunga melati kering. Aroma melati terasa samar dan tidak terlalu mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna seduhan berwarna kuning keemasan. Kalau dituang kedalam gelas kaca akan tampak berkilaun bagaikan emas murni cair. Rasa manis yang samar tapi tegas, dengan aroma flowery (mungkin karena pengaruh melati kering). Aroma wangi terasa memenuhi rongga hidung selang beberapa saat setelah kita minum. Ampas seduhan berupa tiga pucuk teh utuh berwarna hijau tua. Menurut Eva Nainggolan, ampasnya bisa dimakan sebagai pencegah bau mulut. Saya coba kunyah ampasnya, terasa sedikit pahit tetapi tidaklah sepahit lalapan seperti daun pepaya misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau sedikit sharing mengenai khasiat dari teh ini. Saya adalah penderita hypertensi berat, karena posisi diastolik yang selalu tinggi. Sekalipun saya rajin mengkonsumsi obat darah tinggi secara teratur, jarang sekali diastolik berada di posisi dibawah 100. Sekalipun teman-teman seperti kang Irvan dari jalan sutra, atau saudara saya yang penderita darah rendah merasakan kepala kliyengan ketika minum teh hijau, tetapi bagi saya sama sekali tidak berpengaruh.&lt;br /&gt;Tetapi semenjak saya mengkonsumsi teh jawa oolong secara teratur, ketika mengukur tensi saya sempat tidak percaya melihat posisi sistolik/diastolik sebesar 110/80.&lt;br /&gt;Memang hingga saat ini, kalau tanpa obat tekanan darah masih belum stabil. Saya sendiri belum berani mengambil kesimpulan tegas, apakah penurunan tekanan darah ini hasil konsumsi rutin teh Jawa Oolong atau pengaruh lain. Masih diperlukan observasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi untuk soal aroma dan rasa, teh Jawa Oolong layak untuk dijadikan minuman teh sehari-hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-1406640316529000088?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/1406640316529000088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=1406640316529000088' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1406640316529000088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/1406640316529000088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/11/jawa-oolong-teh-oolong-indonesia.html' title='Jawa Oolong, teh Oolong Indonesia'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Ry-6GU_RtWI/AAAAAAAAADo/AYvyMC1E-vM/s72-c/Jawa+Oolong+Melati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-664783261832823041</id><published>2007-10-29T18:28:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T22:52:22.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh Garut, teh beraroma kopi ringan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RxTgmgd3TpI/AAAAAAAAADM/ryaKyGdvsrI/s320/teh+garut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RxTgmgd3TpI/AAAAAAAAADM/ryaKyGdvsrI/s320/teh+garut.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu berlebaran di kampung istri saya di Garut, saya berkenalan dengan teh Garut yang agak unik. Pertama kali saya minum teh ini, sempat ragu, yang saya minum ini teh atau kopi, karena aromanya sangat mirip dengan kopi. Atau jangan-jangan tekonya yang tercampur bekas tempat menyeduh kopi? Ketika saya tanya Uwak saya, merk teh yang digunakan, dia tunjukkan sebungkus plastik teh dengan tulisan Kopi &amp;amp; Teh cap Ros.&lt;br /&gt;Lha, berarti teh ini dicampur dengan kopi, begitu pertanyaan saya kepada Uwak. Tetapi hal ini tidak dibenarkan oleh uwak saya. Menurut dia, kebetulan si penjual juga jualan kopi. Atau jangan-jangan karena disimpan bersama-sama dengan kopi membuat aroma kopi menyerap ke dalam teh. Asal muasal aroma kopi masih menjadi teka-teki bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya terjawab ketika saya pergi ke pasar Tradisional. Di sana saya temukan satu hal yang menarik yang mungkin tidak bisa didapatkan di tempat lain. Di dalam pasar, tersedia beberapa Kios teh yang khusus menjual teh kiloan dengan aneka kualitas. Semacam Tea House, tetapi teh yang dijual masih dalam batas teh kelas rakyat. Kios tersebut menjual dua macam teh, yaitu teh merah dan teh hijau. Khusus teh merah hanya tersedia dalam bentuk bubuk, sedangkan teh hijau ada banyak grade yang bisa dipilih. Kualitas paling rendah adalah bubuk teh dengan harga 500 rupiah per ons. Kualitas lain ada yang terdiri dari batang teh semua, ada yang campuran. Kualitas tertinggi dihargai seharga 3,500 rupiah per ons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba beli kualitas terbaik, walau secara kasat mata masih tampak beberapa batang teh yang turut tercampur. Dan ketika teh tersebut hendak dibungkus saya ditawari oleh penjual apakah mau dicampur dengan bunga atau tidak. Ketika saya tanya bunga apa, menurut si penjual yang dipakai adalah bunga teh. Karena masih ragu saya minta bunganya di pisah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah, sebelum saya coba seduh saya perhatikan dan cium aroma tehnya. Aroma Gosong. Warnanya juga terlihat hijau kehitaman. Mungkin bagi yang belum tahu, dikira ini adalah teh hitam. Dibandingkan dengan teh merk terkenal seperti Sosro, teh ini jauh lebih hitam dan lebih gosong. Rupanya dari sinilah aroma kopi tersebut muncul. Dan saya masih penasaran dengan bunga teh yang disebutkan si penjual teh tersebut. Bunganya sudah berbentuk bubuk. Ketika saya cium aromanya, rasa-rasanya cukup familiar dengan aroma tersebut. Ya, tidak salah lagi, aroma Camomile. Ternyata bunga yang dibilang bunga teh tersebut adalah Camomile. Cukup unik memang. Kalau selama ini kebanyakan teh selalu dicampur dengan melati, di Garut digunakan Camomile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau anda bermasalah dengan tukak lambung dan berpantang kopi, tetapi sewaktu-waktu kangen dengan aroma kopi, cobalah teh rakyat dari Garut. Teh dengan aroma kopi. Dan seperti yang saya tulis dalam review saya tentang  &lt;a href="http://laresolo.multiply.com/reviews/item/16"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(11, 94, 180);"&gt;Camomile tea&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , yang berkhasiat sebagai obat tidur, campuran camomile pada teh ini tidak akan membuat mata anda begadang seperti halnya sehabis minum kopi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-664783261832823041?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/664783261832823041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=664783261832823041' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/664783261832823041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/664783261832823041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/10/sewaktu-berlebaran-di-kampung-istri.html' title='Teh Garut, teh beraroma kopi ringan'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RxTgmgd3TpI/AAAAAAAAADM/ryaKyGdvsrI/s72-c/teh+garut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-8044840188942880831</id><published>2007-10-28T22:23:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T22:34:06.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Cerita pagi bersama Tongji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RyVwN4wsRGI/AAAAAAAAADg/6HFop2SXveU/s1600-h/black+tongji+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RyVwN4wsRGI/AAAAAAAAADg/6HFop2SXveU/s320/black+tongji+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126627134708401250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu review teh saya &lt;a href="http://laresolo.multiply.com/reviews/item/23"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , ada salah satu komentar dari &lt;a href="http://tresyabedkowska.multiply.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(11, 94, 180);"&gt;Tresyabedkowska&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , seorang teman dari jalansutra dan MP yang bermukim di Polandia. “Saya paling suka teh tong tji, bisa kasih ulasan nggak pak? matur nuwun sanget loh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan saya yang dia tanyakan adalah teh Wangi Melati Tongji. Varian teh jenis ini dengan merk Tongji memang telah mengisi hati para penggemar teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jenis teh Wangi melati, ada beberapa merk yang pernah saya coba. Merk Gopek, Cap Botol, Tongji dan Sepeda balap. Sekilas, secara kualitas material daun teh, kesemua merk tersebut hampir sama. Daun teh berikut batang, dengan serpihan beberapa kuntum bunga melati. Kalau untuk aroma, menurut indera penciuman saya teh cap botol masih menjadi pilihan nomor satu. Nanti dalam kesempatan lain saya akan coba tea tasting kesemua merk tersebut untuk membandingkan siapa yang paling unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk varian teh seduh hitam ternyata tidak banyak pilihan. Yang saya temukan di jajaran rak supermarket adalah merk Goalpara, Cap Bendera, Teh Poci dan Tongji.&lt;br /&gt;Karena selama ini teh Wangi melati Tongji cukup terkenal, menemukan teh hitam Tongji cukup menarik bagi saya. Kemasan 50 gram terlihat tampak cantik dengan gambar teko dan dua cangkir teh keramik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya diambil dari daun paling muda dan diproses oleh ahli teh untuk menjamin rasa khas dan aroma yang unik” Begitu yang tertulis dikemasannya. Hmm.. cukup menarik untuk dicoba. Harganya cukup murah, sekitar 1500. Lalu saya banding-bandingkan dengan teh hitam Walini Orthodox yang harganya 3000 rupiah per 100 gram. Ekspektasi saya terhadap teh ini tentu tidak jauh dari&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Walini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya buka kemasannya, ekpekstasi saya bertambah tinggi, karena tehnya dibungkus dengan aluminium foil. Ya, aluminium foil adalah kemasan yang cukup baik untuk menyimpan teh. Tetapi ketika saya buka bungkus aluminium foil, ekpektasi saya langsung turun seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh ini diproduksi dengan mesin sistim ortodhox. Warna teh didominasi serpihan warna coklat muda, bercampur dengan sedikit serpihan warna hitam. Ini yang membuat saya kecewa. Warna coklat menandakan teh ini dihasilkan dari daun tua, atau jangan-jangan malahan dicampur batang teh. Untuk daun teh yang muda, warna tehnya adalah hitam (itu sebabnya disebut sebagai teh hitam). Satu poin minus untuk teh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba cium aromanya. Hmmm… kalau tidak ada yang salah dengan indera penciuman saya, teh ini dicampur dengan sedikit artifisial flavour. Ada sedikit aroma mawar, tetapi tidak sekuat aroma mawar pada teh merk Bendera dan Prenjak.&lt;br /&gt;Saya masukkan teh dalam tea infuser lalu saya masukkan dalam cangkir air panas. Warna air dalam cangkir seketika berubah menjadi warna merah. Dua poin minus saya berikan kepada teh ini. Teh hitam kualitas baik, perubahan warna air menjadi warna merah terjadi secara perlahan. Biasanya dalam waktu 4-5 menit warna merah baru merata dalam keseluruhan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat menit sudah berlalu, dan ketika saya angkat tea infuser dari dalam cangkir, tampak tertinggal beberapa bubuk teh di dasar cangkir. Poin minus bertambah satu. Dugaan saya, grade yang digunakan oleh teh ini adalah broken mix, dicampur dengan dust dan fanning, dan kemungkinan malahan dicampur dengan pluff. Bubuk teh yang ada didasar cangkir dihasilkan dari grade dust, sedangkan serpihan warna coklat kemungkinan besar dihasilkan dari grade pluff. Rasanya? Ah, dengan beberapa poin minus diatas anda sudah bisa membayangkan sendiri bagaimana rasanya. Akhirnya teh ini hanya akan menjadi penghuni &lt;a href="http://laresolo.multiply.com/photos/album/37"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(11, 94, 180);"&gt;Museum tehku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , alias sekedar menjadi koleksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-8044840188942880831?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/8044840188942880831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=8044840188942880831' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8044840188942880831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/8044840188942880831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/10/cerita-pagi-bersama-tongji.html' title='Cerita pagi bersama Tongji'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RyVwN4wsRGI/AAAAAAAAADg/6HFop2SXveU/s72-c/black+tongji+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-7821381979594361043</id><published>2007-10-23T01:08:00.000-07:00</published><updated>2007-10-23T01:17:23.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh Malino, Teh Hitam dari Gowa, Sulawesi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rx2tLAd3TqI/AAAAAAAAADU/GUBzWC9iTio/s1600-h/Malino+Teasm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rx2tLAd3TqI/AAAAAAAAADU/GUBzWC9iTio/s320/Malino+Teasm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124442355632918178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Sudah pernah coba teh Malino? Gimana ya rasanya?”, tulis &lt;a href="http://ervita.multiply.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(11, 94, 180);"&gt;Ervita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , salah seorang teman dari jalan sutra dalam emailnya. “Nanti aku coba beli, karena kebetulan mertua saya dari sana. Kalau sudah dapat, nanti saya kabari bapak untuk dibagi”.&lt;br /&gt;Wah, siapa yang mampu menolak tawaran menggiurkan begini. Dan minggu lalu, saya janjian makan siang dengan Ervita untuk mengambil oleh-oleh teh Malino tersebut.&lt;br /&gt;Saya memang tidak berharap terlalu banyak untuk mendapatkan teh kualitas tinggi, karena hampir semua perkebunan teh di Indonesia hanya menjual teh kualitas tinggi mereka ke luar negeri. Untuk lokal, cukup kualitas dibawahnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasan teh Malino sangat sederhana. Hanya terbuat dari kantong kertas coklat, dan ditempel dengan merk Malino berwarna hitam. Di dalam kantong, terdapat kemasan aluminum foil pembungkus teh tersebut. Di depan Ervita, kemasan tersebut langsung saya buka. Aroma yang tercium hanya slighty wangi. Ketika saya tabur sebagian di atas tisue, tampak butiran berwarna hitam, tetapi kebanyakan dalam ukuran kecil. Dari bentuk butiran daun, terlihat teh ini diproses dengan mesin Orthodox. Dugaan saya grade teh ini adalah grade I, dengan finest campuran antara sedikit BOP, dust dan fanning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak informasi yang saya dapatkan dari hasil googling teh ini. Dalam situs resmi mereka, &lt;a href="http://malino-tea.com,/"&gt;http://malino-tea.com,&lt;/a&gt; hanya diceritakan sedikit sejarah perkebunan teh ini, dan sedikit pengetahuan teh umum. Proses pembuatan teh juga dicantumkan, tetapi hanya photo belaka tanpa keterangan teks sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Malino dihasilkan dari kebun teh di dataran tinggi moncong, Gowa, Sulawesi Selatan. Pendirian perusahan teh ini ini merupakan hasil kerja sama dari Mitsui Norin Co. Ltd dan PT. Dharma Incharcop Coy, sebagai share holder, dengan bendera PT. Nittoh Malino Tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor, saya tak sabar untuk mencoba teh ini. Dengan menggunakan tea infuser, tampak jelas banyaknya grade dust yang dicampurkan. Ini tampak dari banyaknya butiran teh seperti debu yang keluar dari tea infuser. Tidak jauh beda dengan aroma teh keringnya, setelah diseduh juga tidak terasa aroma apa-apa. Rasanya cenderung agak flat, hampir mirip dengan teh Kajoe Aro dalam kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seandainya saja saya bisa mendapatkan kualitas BOP murninya, tentu ceritanya akan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Ervita, untuk sharing tehnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9047604017363518118-7821381979594361043?l=kedai-teh-laresolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/feeds/7821381979594361043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9047604017363518118&amp;postID=7821381979594361043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7821381979594361043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9047604017363518118/posts/default/7821381979594361043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2007/10/teh-malino-teh-hitam-dari-gowa-sulawesi.html' title='Teh Malino, Teh Hitam dari Gowa, Sulawesi'/><author><name>Bambang Laresolo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16526478547967743089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-7f3nGF2Aiuk/TwcbK3uEZqI/AAAAAAAAAd4/nshpSP4pM5c/s220/bambang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/Rx2tLAd3TqI/AAAAAAAAADU/GUBzWC9iTio/s72-c/Malino+Teasm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9047604017363518118.post-6975075250257795873</id><published>2007-10-16T07:12:00.000-07:00</published><updated>2007-10-16T09:04:19.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Indonesia'/><title type='text'>Teh wangi melati: Teh Hijau atau teh Hitam?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dulu saya hanya tahu dua macam teh, yaitu teh hitam dan teh hijau. Saya hanya tahu berdasarkan warna teh keringnya saja. Pokoknya kalau warna hitam pasti teh hitam, warna hijau ya teh hijau.  Makanya tidak heran kalau teh wangi melati yang biasa saya minum saya pikir adalah teh hitam dicampur melati. Makanya saya terkaget-kaget ketika menemukan Chinese Jasmine tea yang terbuat dari green tea.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RxTgIAd3ToI/AAAAAAAAADE/AYnag9XmmHI/s1600-h/P1050666.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 242px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qQrwVve1UGw/RxTgIAd3ToI/AAAAAAAAADE/AYnag9XmmHI/s320/P1050666.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5121965104395931266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Ternyata selama ini saya salah sangka. Dan saya tidak sendirian, masih banyak orang mengira teh wangi melati adalah teh hitam. Dalam buku High Tea, gaya sehat ngeteh terbitan Gramedia bahkan dikatakan, kalau kita memesan segelas teh &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;di seluruh Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; niscaya yang terhidang di atas meja adalah &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;teh hitam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Ditambahkan dalam buku tersebut, secangkir teh hangat yang diminum mulai dari bangun tidur, saat bertamu, saat makan siang, makan malam, atau makan apa saja, termasuk makan beling seperti di iklan televisi (pasti iklan teh botol Sosro), tak lain adalah &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;teh hitam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Pernyataan teh wangi melati untuk teh poci sebagai teh hitam dicampur melati juga saya dapatkan disitus tentang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tegal dan t&lt;a href="http://students.ukdw.ac.id/%7E22022959/poci.html"&gt;eh poci&lt;/a&gt; &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dulu saya juga mengira teh botol Sosro juga teh hitam, lha wong warnanya coklat pekat begitu. Tetapi, kalau diperhatikan dengan cermat, dalam botolnya tertulis bahan yang dipakai adalah teh hijau. Begitu juga dalam tiap kemasan teh wangi melati seduh, pasti disitu tertulis bahan yang dipakai adalah teh hijau dan bunga melati. Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teh_Poci"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt; versi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; juga, juga disebut sebagai teh hijau.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Akan tetapi, masih banyak teman-teman pecinta teh yang bertahan pada pendapat bahwa teh wangi melati adalah teh hitam. Dasar argumentasinya adalah karena proses pengeringan yang berkali-kali, sekalipun bahan dasarnya adalah teh hijau membuat teh tersebut menjadi teh hitam juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:18;" &gt;Jadi bagaimana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:18;" &gt; sebenarn&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:18;" &gt;ya? Teh wangi melati itu teh hijau atau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:18;" &gt; teh hitam?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kita kembali kepada  dasar pengertian teh hijau dan teh hitam. Kedua jenis teh ini dibedakan berdasarkan proses produksinya. Teh hijau tidak mengalami fermentasi, teh hitam mengalami full fermentasi. Jangan banyangkan proses fermentasi ini sama halnya dengan proses fermentasi yang terjadi pada tape misalnya, kemudian muncul pertanyaan  lha katalisnya apa? Proses fermentasi pada teh hitam lebih tepatnya adalah proses oksidasi. Definisi fermentasi teh yang  mudah dimengerti yang saya kutip dari situsnya teh 63 adalah reaksi oksidasi senyawa Polyphenol yang ada di dalam daun teh oleh enzim polyphenol oksidase yang dibantu oleh oksigen dari udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Kembali ke Laptop, eh ke proses pembuatan teh. Pada &lt;a href="http://www.sosro.com/indonesia/it_proses_hijau.htm"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;proses pembuatan teh hijau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, untuk menghambat terjadinya  proses fermentasi, dilakukan proses pelayuan dengan cara frying. Cara ini dilakukan dengan melewatkan daun daun teh pada silinder panas sekitar 5 menit. Atau bisa juga dengan proses steaming, yaitu dengan melewatkan daun pada uap panas bertekanan tinggi untuk beberapa saat.. Menurut proses teh hijau Sosro, setelah didinginkan daun teh digulung dengan mesin &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;jackson&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk memecah sel daun teh, tetapi diusahakan daun teh sedapat mungkin tidak remuk hanya tergulung saja. Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan rasa daun yang &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;LEBIH SEPET.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  Setelah itu baru dilakukan beberapa proses pengeringan lagi untuk menurunkan kadar airnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Sedangkan pada &lt;a href="http://www.sosro.com/indonesia/it_proses_hitam.htm"&gt;proses pembuatan teh hitam&lt;/a&gt;, proses pelayuan hanya dilakukan  dengan menghembuskan angin pada kotak pelayuan.  Setelah itu dilakukan proses berikutnya adalah  memecah  daun teh terlebih dahulu dengan tujuan agar proses fermentasi terjadi secara merata. Pemecahan daun teh, kalau dengan sistim Orthodox dilakukan dengan proses penggilingan, sedangkan sistim CTC daun teh dipotong-potong dengan mesin pisau pemotong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Nah, khusus untuk &lt;a href="http://www.sosro.com/indonesia/it_proses_jasmine.htm"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;pembuatan teh hijau wangi melati&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;,&lt;/span&gt; seperti yang saya kutip dari situsnya Sosro, bahan dasar yang digunakan adalah teh hijau dan bunga melati. Teh hijau tersebut dikeringkan kembali dan menghasilkan teh yang  berwarna coklat kehitaman yang dalam situs tersebut disebut sebagai Coi-coi. Kemudian Coi-coi tersebut dilembabkan kembali dengan menambah kadar air sekitar 20%. Kemudian teh ditebarkan bersama-sama dengan bunga melati untuk proses pewangian. (kalau proses chinese jasmine tea, seperti yang pernah dikatakan oleh mbak Ratna, melati tidak dicampur, melainkan hanya disimpan bersama-sama teh dalam satu ruangan hingga bunga melati layu dan diganti lagi dengan bunga baru. Proses penggantian bunga dilakukan hingga 7 kali). Setelah proses pewangian selesai, teh dikeringkan kembali untuk menurunkan kadar airnya. Itulah sebabnya kenapa teh hijau wangi melati warnanya hitam, sehingga sering dikira sebagai teh hitam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Apakah proses oksidasi ini bisa terjadi walau daun teh sudah dilakukan pemanasan untuk menghambatnya? Jawabannya masih bisa. Itu sebabnya untuk teh hijau yang baik selalu dikemas dalam bungkus aluminium foil (selain bungkus luarnya), dan didalamnya diberikan sekantong kecil Oxygen Absorber. Dalam kemasan biasanya ditulis disarankan untuk disimpan dal
