Saturday, 4 December 2010

Outlet di Jogja Bogor Junction

Mulai tanggal 22 November, Kedai teh Laresolo memiliki outlet baru. Tepatnya di Rafles Food Life, Jogja Bogor Junction. Tempatnya yang cozy, dengan design interior vintage, cocok menjadi pilihan outlet baru saya.

Di tambah lagi fasilitas Hotspot, membuat pengunjung semakin dimanjakan. Sembari ngeteh, memilih aneka pilihan makanan yang cukup lengkap, dapat browsing secara gratis.

Kedai teh Laresolo at Tweeter

Walau belum jadi trending topik, melihat tweet para pelanggan kedai teh laresolo, senang juga.

  1. adisisjasmine Okay. Preparing.. Mandi, solat, makan, dandan yg cantik, then kumpul bersama teman-teman dan.. Mmmh hem hahaha wait me at @laresolo guys ;)
  2. Adisty Primatya adisisjasmine Sebentar lagi sampai bogor langsung bergegas heading to kedai teh @laresolo!!! Iiihay punya twitter hehe
  3. bunga fatimah bungafatimah Gw gak kuliah kali del. Hahaha @laresolo jd rame yah, hahaRT @fadelgnrdi: @bungafatimah hahaha gw ada aja,lu sibuk kuliah yah?
  4. bunga fatimah bungafatimah @laresolo wah tentu tidak salah seduh om,sayakan handal..hehee ,orang rumah pd suka om, mantabh! Ohh ya bunga blm bk fb nnti sya app
  5. Egie Hendriawan eggiegoy I'm @Laresolo
  6. bunga fatimah bungafatimah @laresolo ..
  7. megawati iskandar megaaisk Jd ora? RT @bungafatimah: Pgn beli french fries mcd yg medium trus sambil nge teh di @laresolo beuh mantab!
  8. bunga fatimah bungafatimah Pgn beli french fries mcd yg medium trus sambil nge teh di @laresolo beuh mantab!

Friday, 1 October 2010

White Puerh

Mendengar kata teh Puerh, bagi yg pernah meminumnya, langsung terbayang konde
atau batu bata hitam, dengan aroma apek kayak karung goni.

Tidak banyak yg dapat menikmati puerh, karena aromanya yg kurang enak tadi.

Puerh adalah sebuah teh yang unik. Kalau teh lain kualitasnya akan menurun
sejalan dengan waktu, sebaliknya puerh tertentu, makin lama makin berkualitas
dan makin mahal harganya.

Salah satu keunikan dan menjadi ciri khas dari puerh adalah, walau diseduh
sebentar, warnanya akan menjadi pekat, tetapi tidak ada rasa pahit atau sepat.
Yang mengganggu cuma aromanya tadi. Keunikan lain adalah teh ini tahan seduh.
Artinya diseduh berkali-kali, kualitas rasa dan warna air tidak mengalami
perubahan yg significant.

Salah satu penikmat Puerh adalah sobat dan pelanggan kedai teh saya: Marchel.
Baik saya dan Marchel, diam2 sepakat, kalau sifat tahan seduh Puerh dikarenakan
proses agingnya. Dan akhirnya, kami juga sepakat, bahwa dugaan itu ternyata
keliru. Sifat tahan seduh Puerh merupakan DNA dari Puerh itu sendiri.
Kesimpulan itu kami ambil setelah kami berdua mencoba white Puerh.

Sesuai dengan namanya, teh ini berwarna putih, berbentuk lempengan bulet. Kalau
Puerh biasanya dibuat dari daun yg cukup tua, white puerh terbuat dari bud,
tepatnya tiga pucuk daun pertama yg masih kuncup. Ampas hasilnya seduhan,
bentuknya mirip lungching preming, sekalipun tiga daun, tetapi tetap muda,
bedanya ukurannya lebih besar.

Semula kami bimbang, menentukan treatment bagaimana yg mesti dilakukan untuk
menyeduh teh ini. Menimbang daunnya yg muda, akhirnya kami putuskan memakai suhu
80 derajat, lama seduh 25 detik.

Kami sempat tidak percaya, kalau yg kamu minum adalah puerh. Betapa tidak, aroma
flowery dan rasa fruity dari teh ini jauh dari karakter puerh yg kami kenal.
Aromanya mengingatkan saya pada wangi Lavemder. Hanya ketika dibandingkan dengan
Lavender kering, ternya berbeda. Entahlah, saya belum menemukan padanan yang pas
untuk aromanya. Seduhan kedua, ketiga berjalan lancar, dengan aroma dan rasa
yang tidak berubah.

Menjelang seduhan keempat, rupanya Marchel makin penasaran.
"Coba pakai air mendidih mas".
Hasilnya cukup mencengangkan. Ketika dituang air mendidih, flowery langsung
keluar. Rasa juga lebih kuat.
Tidak cukup sampai disitu, seduhan ke lima Marchel minta brewing timenya
dipanjangin menjadi 3 menit. Amazing, rasa dan aroma tetap bagus, tanpa ada rasa
pahit sedikitpun.

Seduhan keenam, kembali ke hitungan detik, rasa dan aroma tidak mengalami
penurunan yang signifikan.

Sampai seduhan ke tujuh, ternyata itu seduhan terakhir. Marchel bilang, sudah
cukup, sudah kembung, tidak perlu masak air lagi.

Karena masih penasaran, ampasnya saya bawa pulang ke rumah dan disimpan di
kulkas.

Ke esokan harinya saya seduh hingga empat kali rasa dan aroma masih cukup bagus.
Istri saya yang biasanya menganut madzab teh manis, cukup dapat menikmatinya.

Teh ini cukup worthed untuk dicoba. Materialnya yg terbuat dari pucuk daun teh,
menjamin kualitasnya. Hanya yang masih menjadi sisa pertanyaan, kualitas apakah
warna daun kering tetap putih, sejalan dengan waktu? Kualitas bakal naik atau
turun?
Saya belum mendapatkan informasi yang memadai untuk dishare. Sementara ini,
biarlah waktu yang menjawabnya.

White Puerh ini rencananya juga akan saya pamerkan di acara Bandung Tea Festival
tgl. 2-3 October. Mau nyicip? Sok Atuh ditungguan di Metro Indah Mall, jl.
Soekarno Hatta Bandung.

Thursday, 23 September 2010

Kedai Teh Laresolo di Wisata Seru dot com


Saya mengenal Yuyun secara tidak sengaja karena menemukan tulisan tentang teh di blog dia http://wisataseru.com
Tampaknya dia seorang pecinta teh juga, jadi saya undang dia untuk mampir ke kedai saya. Senang rasanya kalau dapat berbagai. Berikut liputan dia:

Teh, merupakan salah satu minuman terbaik yang direkomendasikan untuk anda konsumsi setiap hari. Karena secara singkat, teh memiliki kandungan alami bebas lemak, kalori dan sodium yang berkhasiat untuk menyegarkan sekaligus menenangkan otak, memperbaiki ingatan, mengurangi resiko kanker dan serangan virus, menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki kesehatan gigi bahkan dalam survei kebiasaan minum teh dalam memperbaiki kualitas hubungan dengan orang lain. Maka tak heran jika alasan yang terakhir ini bahkan digunakan sebagai alur cerita dalam sebuah iklan produk teh di media elektronik.


Kedai Teh Laresolo

Mengingat jenis teh yang sangat beragam dengan rasa, aroma dan khasiat nya, tentu anda bingung kira kira jenis teh apa yang paling cocok untuk anda. Hm, daripada bingung, langsung saja kita menuju ke Kedai Teh Laresolo. Sebuah kedai sederhana yang terletak di tengah taman nan hijau dan teduh di kota Bogor Jawa Barat.

Mengapa saya ajak anda kemari? karena disini terdapat banyak sekali koleksi teh dari berbagai negara termasuk aneka teh Premium Indonesia yang di hunting sendiri oleh Pak Bambang pemilik Kedai Laresolo hingga ke pelosok kampung di Indonesia. Jadi, disini anda bisa menikmati aneka rasa teh sebelum anda benar benar memutuskan untuk ‘tahu’ selera teh anda adalah yang seperti apa

selanjutnya dapat anda baca di sini

Sunday, 12 September 2010

Oolong Ratu Bayah menurut pelanggan kedaiku

Ada salah satu pelanggan kedai teh saya yang masih cukup muda, Farid namanya. Pertama kali dia datang, langsung memesan white tea. Khawatir dia tidak mengerti atau kecewa ternyata rasa white tea tidak seperti yg dia harapkan, saya terangkan terlebih dahulu, bahwa teh ini tidak enak kalau digulain, warnya beningm dsb. Farid hanya tersenyum dan tetap memesan white tea. Semenjak itu, dia selalu datang untuk memesan white tea.

Pada suatu hari, ketika Farid tengah menikmati white teanya, saya sedang sample Oolong Ti Kuan yin. Saya ajak dia ikut menikmati teh tersebut.

Ternyata selama ini saya terlalu under estimate terhadap selera teh Farid. Dia memiliki ketajam lidah yg luar biasa. Ketika dia coba Ti Kuan Yin, dia langsung berkomentar:
"Kok kayak bau anggrek ya pak".
Saya cukup terkejut dengan pernyaatan Farid. Tidak banyak orang yg mampu mendeteksi aroma anggrek, secara tidak banyak juga anggrek yang beraroma.
Hanya anggrek tertentu yang mengeluarkan aroma wangi.

Untuk lebih meningkatkan apresiasi dia, saya berikan sebagian sample baru Oolong Banten tea dari pak Alex. Dia berkomentar lewat email.

Assalamua'laikum pak bambang, maaf sebelumnya saya Farid Wajdi , saya ingin bertanya kepada bapak tentang sampel teh yg pak bambang berikan pd hari sabtu malam kemarin. Jujur pak, Teh tersebut saya akui nikmat sekali diantara teh yang pernah saya cicipi, bahkan saya suka sekali dengan teh tersebut.
yang saya ingin tanyakan kenapa ya pak, pas saya dua kali meminum teh yg bapak berikan kpd saya, kepala saya jadi terasa pening.
apakah hal tersebut merupakan efek samping dari teh Oolong tersebut atau tubuh saya tidak cocok dengan teh tersebut?..tetapi teh tersebut dimulut saya mmg yang paling pas..
mohon penjelasannya ya pak bambang. hatur nuhun pak..

Ini kasus terbaru yang pernah saya dengar. Saya menduga dia penderita tekanan darah rendah. Hanya berdasarkan pengalaman, biasanya setelah minum teh hijau, mereka merasa kliyengan. Semula, saya menduga ini masalah sugesti saja. Walau, berdasarkan penelitian, kandungan Theanin dalam teh hijau memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah.

Untuk lebih menguatkan dugaan saya, saya minta Farid coba minum Unitea, dan melaporkan efeknya. Berikut laporan Farid dalam emailnya:

Iya pak saya mempunyai tekanan darah rendah yang saya derita semenjak dari SMP hingga sekarang.. kalau teh hijau yang saya minum itu tidak ada efek sampaing seperti kepala pening tersebut, ttp benar pak, saya sudah mencoba minum 2 kali, kepala saya langsung pening sehabis meminum teh Oolong tersebut.
untuk Unitea yang saya minum, tidak berdampak seperti halnya saya minum teh Oolong (tidak terlalu pening, ttp masih berasa pening sedikit) apakah kandungan teh Oolong tersebut tidak cocok dengan kondisi tubuh saya pak? ttp saya sangat menyukai Teh Oolong yg bapak berikan tempo hari.

Saya jg bingung pak knp hal tsb bs terjadi.. Yg pasti teh tersebut dimulut sy bnr2 yg paling pas deh,ya tp gitu abis minum malah kliyengan.. Teh nya enak pak,rasanya seperti kayak buah mahkota dewa dan sedikit rasa ketan.. oiya,,kira" setelah idul fitri kedai buka lg tgl brp pak?
Isyaallah nanti sy berkunjung lg ke kedai bpk.sy msh ingin berexplor ttg teh yg pas dgn sy..Hatur nuhun ya pak bambang.

Ini semua baru dugaan, belum ada bukti empiris bahwa rasa pening Farid disebabkab oleh turunnya tekanan darah. Ketika dia minum Unitea, dia mendapatkan efek pening yang lebih sedikit, kemungkinan besar karena di Unitea selain terdapat Oolong Banten tea, juga dicampur dengan teh hijau dan teh putih.

Perlu diekplore lebih lanjut, bila perlu mesti diukur tekanan darah sebelum dan sesudah minum teh. Juga dicoba Oolong jenis lain, apakah memiliki efek yg sama atau tidak.

Yang saya tidak mengerti adalah, kalau memang itu efek Theanine, kenapa Farid tidak memiliki reaksi yg sama. Kandungan Theanine dalam teh putih, cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dibanding teh hijau.. Atau barangkali kandungan Theanine di Banten Tea cukup tinggi?

Barangkali PT. Harendong, selaku pemiliki kebun teh ini perlu membawa teh ke tempat pak Dadan di Gambung, untuk ditakar berapa persen kandungan Theanine, berapa persen kandungan katekin, dsb.

Yang perlu diketahui adalah, efek penurunan tekanan darah karena makanan bukanlah bersifat permanen. Seperti kambing misalnya, bagi penderita darah tinggi seperti saya, efek kenaikan tekanan darah setelah makan kambing, tetapi tidak berapa lama akan kembali normal. Inipun juga belum pernah diukur dengan alat tensi meter secara pasti, jadi terkadang saya masih menganggapnya sebagai sugesti.

Saya juga pernah membaca, teh hitam dengan konsentrasi kepekatan yang tinggi (berarti kandungan kafeinnya juga lebih tinggi), memberi efek menaikkan tekanan darah sementara.

Jadi sekalipun misalnya nanti terbukti, bahwa Banten tea ini memiliki efek menurunkan tekanan darah, tetap kontrol makanan dan olah raga, tetap dilanjutkan. Yang penting, jangan lupa minum teh minimal 4 cangkir sehari.

Tuesday, 31 August 2010

Laresolo: Merayakan Khazanah Teh Dunia

Kedai Teh Laresolo at Vivanews

Kedai ini memiliki koleksi teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih cukup lengkap.
Senin, 23 Agustus 2010, 15:13 WIB Bonardo Maulana Wahono



VIVAnews - Teh, orang bilang, menyimpan harapan. Sejarah keberadaannya yang berusia ribuan tahun serta menyentuh begitu banyak kebudayaan telah membuatnya begitu berwibawa. Tapi kurangnya pengetahuan masyarakat kita terhadap berlapis-lapis varian teh menyebabkan apresiasi terhadap minuman ini begitu rendah. Sementara di beberapa tempat kehadiran teh senantiasa dinantikan dengan penuh debar dan dibarengi upacara istimewa - misal Inggris, Cina, atau Jepang - kita kerap menganggapnya tak berharga.

Di tengah tandusnya penilaian baik itu, Kedai Teh Laresolo seakan membawa terang dan meneruskan harapan. Tempatnya berdiri mungkin tak terlihat 'canggih' jika dibandingkan dengan kedai-kedai kopi nomor satu yang ada di Jakarta. Namun dari pojok yang bersahaja itu, di kompleks Agri Park, Taman Kencana, Bogor, nan teduh, para pengunjung dapat mencecap bentangan rasa teh yang didapatkan dari beberapa negara.

Warung yang disusun dari bilah-bilah bambu itu cukup memiliki koleksi lengkap teh hitam, teh hijau, oolong, serta teh putih. Sebut saja Ti Kuan Yin (Ti Guan Yin), teh oolong Cina kualitas premium dari provinsi Fujian yang termasyhur itu. Atau oolong Bengkulu, sebuah varian teh Indonesia yang juga punya posisi mulia di industri ini. Kita juga dapat dengan mudah memesan teh putih (white tea) ketika sudah di sana. Teh putih terbuat hanya dari pucuk dauh teh, yang jumlahnya, dalam satu pohon, sangatlah sedikit, sesuatu yang mendongkrak harga jualnya. Pue erh juga tak boleh alpa disebutkan. Di dunia teh, pu erh dapat disejajarkan dengan anggur (wine) dari segi lama penyimpanan. Laresolo menyediakan teh pu erh yang sudah berusia empat tahun. Pemilik kedai ini, yang nyaman dipanggil Bambang Laresolo, memiliki teh yang berusia 15 tahun.
"Suhu amat mempengaruhi proses penyajian teh," tukas Pak Bambang ketika meracik Wedding Imperial untuk saya. Teh ini berasal dari Sri Lanka dan diracik oleh pabrik teh ternama asal Perancis, Mariage Freres. Setiap jenis teh memiliki suhu ideal yang diperlukan untuk mengungkapkan kelebihannya. Jika suhu air terlalu panas, rasa dan aroma teh akan rusak. Karena itu, merebus teh dalam air mendidih adalah sebuah keteledoran, ungkapnya.

Teh putih, contohnya. Suhu air terbaik untuk menyiapkan teh jenis itu berkisar antara 70-80 derajat Celsius. Setelah itu, lama merendam daun teh pada air cukup antara 1 sampai 5 menit. Teh hijau hanya butuh air yang bersuhu kurang lebih 60-70 derajat Celsius. Teh hijau cukup ditenggelamkan selama satu hingga dua menit. Sementara teh hitam dan oolong dapat disiapkan pada suhu air 90-95 derajat Celsius.


Laresolo, yang secara harafiah berarti Bocah Solo, resmi menghuni Agri Park pada bulan Juni yang basah tahun 2010. Dengan luas sekitar 2x2 meter persegi, kedai itu bertetangga dengan sebuah kolam yang menenangkan serta sehimpunan rumah makan. Pada awalnya, kedai itu semata merupakan, seperti yang termaktub dalam blog-nya, "kedai virtual" yang hanya terlibat dalam interaksi di jagat maya. Sebagaimana pengakuannya, dari internet pula ia berkenalan dengan dunia teh, yakni di milis jalan-jalan dan makan-makan Jalansutra. Di milis itu ia bertemu dengan orang-orang yang membuka jalannya untuk menyelami lebih dalam hal-ihwal teh. Persinggungan yang kian intensif itu kemudian mendorongnya untuk sering berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang teh di Jalansutra.

Salah satu hal yang ia bagikan adalah khasiat teh. Pak Bambang mendedahkan bahwa masing-masing teh menyasar pada bagian tubuh yang berbeda. Sebagai misal, khasiat teh hijau berbeda dengan teh oolong. "Teh hijau banyak mengandung asam amino, karena itu dia berguna untuk otak. Ia juga baik untuk kulit wajah," terangnya. Sedangkan teh oolong banyak berguna untuk kesehatan jantung. Bagi anda yang memiliki masalah pencernaan, cobalah untuk mengonsumsi teh Pu Erh secara teratur sebab ia bertanggung jawab pada wilayah perut.

Kebiasaan berbagi itu terus ia salurkan di Kedai Laresolo. Jika kebetulan sedang ada di sana, ia tak sungkan menjawab berbagai pertanyaan tentang teh. Ia juga tak terlihat ragu untuk merekomendasikan teh yang kiranya akan cocok dengan lidah para pelanggannya. Ia mungkin menamai tindakannya sebagai kewajiban melayani. Saya menyebutnya hospitality.

Ada cerita menarik mengenai keramah-tamahan ini, yang kini kian langka di dunia kuliner. Suatu ketika, ia bercerita, ada seorang gadis SD datang ke sana dengan seorang temannya. Mereka berniat membeli. Si gadis menanyakan harga termurah teh di kedai itu kepada salah satu stafnya. Setelah dijawab, si gadis kemudian beranjak sambil berkata "oh, ya udah. nggak jadi. Uangnya kurang."

Pak Bambang sedang menyiapkan komposisi teh leci yang pas ketika mendengar itu. Setelah sedikit percakapan, ia memberikan teh leci itu kepada si gadis dan temannya. "Dia tamu spesial saya. Butuh keberanian dan passion untuk bertanya apakah uangnya mencukupi," jelasnya. Dua hari kemudian, sang gadis datang lagi ke sana dengan empat temannya. Dan kali itu, mereka membawa cukup uang.

Teh, memang, menyimpan harapan. Dengan mematok harga sekitar Rp 5.000 hingga Rp 15.000, Laresolo tidak hanya meluaskan cakrawala lidah kita akan kekayaan rasa teh yang tak tepermanai. Ia juga sekaligus menyinggung kita akan kenikmatan berbagi.

Saturday, 28 August 2010

Es teh dan Batu ginjal


Tulisan di Vivanews mengatakan, di balik kenikmatan es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Benarkah demikian?

Sudah lama rumor mengenai efek negatif teh terhadap ginjal ini beredar. Sebagai pecinta dan peminum teh, saya merasa berkepentingan untuk meluruskan agar kita lebih bijak bagaimana menyikapi rumor tersebut.

Dari tulisan tersebut, dapat disimpulkan sebenarnya bukan masalah es
tehnya, tetapi kepekatan teh serta jumlah teh yg diminum. Dengan kata lain
jangan minum teh terlalu banyak. Dikatakan minum es teh bisa lebih dari satu
gelas, karena diminum saat haus. Lha saya minum panas, bisa satu teko sendirian,
haus atau tidak haus. Total jumlah teh yang saya minum dalam satu hari berkisar 1-2 liter. Bagaimana ini?

Kalau anda sempat membeli, silahkan cari buka Real Tea Real Hearat, karangan Prawoto Indarto. Berbagai rumor negatif teh dibahas dan dijawab dengan penuh masuk akal, termasuk teh dan efek buruk terhadap ginjal. Saya akan mencoba menyarikannya secara singkat.

Pertama pembentukan batu ginjal terjadi akibat garam dan mineral dalam urine
mengalami kristalisasi. Faktor kualitas air yang sangat berperan. Kepekatan
warna teh (thearubigin)
Sangat dipengaruhi oleh garam mineral dari air yg digunakan.

Kedua, ada jenis batu ginjal kalsium oksalat yg dihubungkan dengan kandungan
asam oksalat dlm teh. Dari penelitian yg pernah dilakukan, kemungkinan asam
oksalat dalam teh hitam membentuk batu ginjal sangat kecil. Bahkan, dari
penelitian yg dilakukan selama 2 minggu, peminum teh kadar asam oksalat dalam
urine sangat rendah.

Ketiga teh memiliki sifat diuretik, sehingga air selalu bergerak, dan
memperkecil kemungkinan terbentuknya kristal.

Ke empat, kandungan kreatin peminum teh tergolong rendah. Ini merupakan indikasi
sehatnya ginjal.

Saya minum teh dari kecil, dan pernah memiliki batu ginjal sehingga harus
dilakukan ESWL. Tetapi faktor pembentukan batu ginjal saya bukan karena teh,
melainkan krn banyaknya kandungan kapur dalam air tanah di daerah saya. Ini
terlihat dari batu ginjal yg terangkat, mirip dengan kerak kapur yg terdapat di
dasar panci masak di rumah.

Jadi menurut saya air putih yg tidak bagus jauh lebih berbahaya dibanding teh.
Setelah batu diangkat, saya hanya minum air putih aqua atau menyeduh teh dng
aqua. Hingga sekarang batu ginjal saya belum terbentuk lagi. Padahal orang yg
memiliki batu ginjal tergolong memiliki bakat terjadinya pembentukan batu
ginjal.

Begitu pendapat saya, selanjutnya terserah anda.